Tren Staycation 2026: Liburan Singkat Kian Diminati, Akomodasi Jadi Daya Tarik Utama

Vania Rossa Suara.Com
Jum'at, 16 Januari 2026 | 11:19 WIB
Tren Staycation 2026: Liburan Singkat Kian Diminati, Akomodasi Jadi Daya Tarik Utama
Ilustrasi staycation. (dok. tiket.com)
Baca 10 detik
  • Tren pariwisata 2025-2026 didominasi short escape dan pemanfaatan cerdas kalender liburan nasional.
  • Akomodasi kini menjadi inti pengalaman liburan, dengan permintaan melonjak 12% di akhir 2025.
  • Wisatawan memprioritaskan staycation tematik, liburan singkat 1,5 hari, dan destinasi Asia Tenggara.

Suara.com - Tren staycation 2026 menunjukkan perubahan cara masyarakat menikmati liburan. Liburan singkat kian diminati seiring keterbatasan waktu dan tingginya kebutuhan untuk rehat sejenak tanpa perjalanan jauh.

Akomodasi juga tak lagi sekadar tempat menginap, melainkan menjadi daya tarik utama wisatawan, karena pengalaman menginap yang nyaman, fleksibel, dan tematik dinilai mampu memberikan kepuasan liburan dalam durasi yang lebih singkat.

Berdasarkan data terbaru, permintaan akomodasi pada kuartal akhir 2025 bahkan melonjak 12% dibandingkan awal tahun, membuktikan bahwa antusiasme masyarakat untuk rehat sejenak tetap tinggi.

Berikut adalah empat pola utama yang menggambarkan tren gaya hidup dan perjalanan wisatawan saat ini:

1. Akhir Tahun Tetap Jadi "Gong" Perjalanan

Momen Natal dan Tahun Baru masih memegang takhta sebagai waktu favorit untuk bepergian. Puncak pemesanan terjadi secara signifikan pada minggu terakhir Desember. Menariknya, wisatawan kini lebih terencana; mereka cenderung memesan jauh-jauh hari untuk mengamankan akomodasi yang sesuai dengan preferensi pribadi dan keluarga.

2. Staycation Tematik dan Kenyamanan Keluarga

Liburan akhir tahun kini banyak diisi dengan kegiatan yang lebih bermakna. Family trip dan staycation tematik menjadi pilihan populer untuk menutup tahun. Tak heran jika jenis akomodasi seperti vila dan apartemen kini naik daun karena menawarkan fleksibilitas serta kenyamanan lebih bagi mereka yang ingin menghabiskan waktu berkualitas bersama orang tersayang tanpa harus keluar dari area penginapan.

3. Dominasi Short Getaway di Kota Terdekat

Baca Juga: Pengamat Politik Soroti Reshuffle Kabinet Prabowo: Akomodasi Politik Tak Terbantahkan?

Terbatasnya waktu di tengah padatnya aktivitas membuat tren liburan singkat (short getaway) terus mendominasi. Rata-rata durasi menginap kini stabil di angka 1,5 hari. Kota-kota yang mudah diakses dari pusat bisnis tetap menjadi primadona bagi mereka yang butuh healing kilat tanpa perlu menempuh perjalanan jauh.

4. Destinasi yang Lebih Eksploratif namun Aksesibel

Wisatawan kini semakin jeli memilih lokasi. Untuk rute domestik, Jakarta, Bandung, Bali, dan Surabaya masih menjadi favorit, namun kini Bogor ikut merangsek masuk ke jajaran lima besar destinasi dengan pemesanan terbanyak. Sementara untuk skala internasional, kawasan Asia Tenggara seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Filipina masih menjadi tujuan utama bagi wisatawan yang menginginkan perjalanan luar negeri dengan durasi singkat namun tetap berkesan.

SVP of Accommodation tiket.com, Cisyelya Bunyamin, menjelaskan bahwa dinamika ini menunjukkan wisatawan semakin selektif. Fleksibilitas waktu dan variasi pengalaman menginap kini menjadi kunci utama yang memengaruhi keputusan mereka dalam berwisata.

Bagi Anda yang masih merencanakan perjalanan hingga Februari 2026, saat ini adalah momentum yang tepat untuk mengunci pesanan. Melalui platform seperti tiket.com, tersedia berbagai program menarik seperti Stay with Benefits yang menawarkan cashback hingga Rp150.000, atau Stay with Benefits Plus dengan cashback mencapai Rp850.000 untuk transaksi tertentu. Promo ini berlaku hingga 24 Februari 2026, sangat pas bagi Anda yang ingin menikmati sisa atmosfer libur awal tahun dengan lebih hemat.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI