alexametrics

Angkat Kain Tenun, Hasil Kolaborasi Fashion Lokal Ini Akan Didonasikan Untuk Desa Nggela

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar
Angkat Kain Tenun, Hasil Kolaborasi Fashion Lokal Ini Akan Didonasikan Untuk Desa Nggela
Kain tenun Nggela. (Suara.com/Aflaha Rizal)

Direktur Utama PT Sarinah (Persero), Fetty Kwartati, menjelaskan bahwa gelaran ini merupakan implementasi dari semangat Embracing Local Creative Movement.

Suara.com - Sejumlah merek fashion dan lifestyle lokal menggelar kegiatan amal untuk membantu desa Nggela, Flores, Nusa Tenggara Timur. Salah satunya dengan menggelar Pre-Launch Manusia Harum dengan tajuk “Dari Jakarta untuk Nggela dan Dari Jakarta Menuju Paris Fashion Week sebagai Road to Sarinah.

Direktur Utama PT Sarinah (Persero), Fetty Kwartati, menjelaskan bahwa gelaran ini merupakan implementasi dari semangat “Embracing Local Creative Movement”

Seperti diketahui, Nggela adalah desa adat di Flores, NTT yang pada tahun 2018 mengalami kebakaran. Kegiatan amal yang dibalut dengan fashion show dan lelang fashion koleksi Kami Latu x Batin yang diolah dari kain tenun karya ibu-ibu di desa Nggela ini bertujuan untuk memberikan dukungan pembangunan rumah adat yang terbakar dan pengembangan ekonomi masyarakat Nggela.

Founder Adraworld, Andra mengatakan, kain tenun Nggeka terkenal dengan pewarnaan alaminya. Semua warna kain yang ditampilkan berasal dari warna-warna alam.

Baca Juga: 5 Tren Gaya Rambut Ala Idol K-Pop Tahun 2021 Ini Bisa Kamu Coba, Tertarik?

“Untuk warna alaminya, kita punya kuning dari kayu tegeran, cokelat dari kayu merbau atau akar mengkudu, dan biru atau hijau dari daun indigo,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa karya itu juga tidak mengandung pengawet dan bahan sintets. Selain kain tenun yang dibuat dengan pewarna alami, ada juga kain polos yang pembuatannya dicelup dan dsambung dengan potongan-potongan kain.

Adra mengatakan bahwa semua karya yang dihadirkan dalam acara tersebut bukan hanya sekadar dijual. Melainkan hasil keuntungannya akan didonasikan untuk embangunan rumah adat di Nggela yang sempat terbakar.

“Kalau untuk tujuan charity, hasil penjualannya buat pembangunan rumah adat di Nggela yang sempat terbakar, jadi sistemnya kita lelang. Dan siapapun pembelinya, ada yang beli dari harga tiga juta bahkan sampai ada yang belasan juta,” ungkapnya.

Baca Juga: Kolaborasi dan Teladan Nyata, Kunci Membangun Ekosistem Kewirausahaan Pemuda

Komentar