Super Gampang, Ini Cara Mengolah Mi Instan Agar Tetap Sehat dan Aman Dikonsumsi!

Minggu, 05 Desember 2021 | 14:55 WIB
Super Gampang, Ini Cara Mengolah Mi Instan Agar Tetap Sehat dan Aman Dikonsumsi!
Ilustrasi Mi Instan.(Pexels.com)

Suara.com - Mi instan merupakan salah satu makanan pokok favorit orang Indonesia. Apalagi jika dikonsumsi saat musim hujan seperti sekarang. Rasanya sulit untuk bisa menolak godaan mi instan, kan?

Namun tentu saja, mengonsumsi mi instan terlalu sering dan terlalu banyak juga memiliki implikasi kesehatan bagi tubuh.

Selain rendah gizi, bumbu mi instan juga cenderung terlalu tinggi natrium yang bisa berisiko menyebabkan berbagai penyakit.

Dikutip dari Alodokter, natrium sebenarnya bermanfaat bagi kesehatan saraf. Itu terjadi karena natrium berperan penting dalam mengirimkan impuls saraf dari otak ke seluruh tubuh, dan sebaliknya.

Ilustrasi mi instan (Shutterstock)
Ilustrasi mi instan (Shutterstock)

Namun, apabila natrium dikonsumsi secara berlebih, maka dapat membawa dampak buruk terhadap kesehatan.

Saat asupan natrium tinggi, maka ginjal akan membuang kelebihannya melalui urine. Hal itu akan membuat tubuh jadi lebih sering buang air kecil dan berisiko mengalami dehidrasi ringan.

Apabila hal itu terus berulang, kemungkinan ginjal tidak lagi mampu membuang kelebihannya.

Natrium juga bisa menumpuk dalam darah, sehingga menarik dan menahan cairan di dalam aliran darah.

Akibatnya, volume darah akan meningkat, membuat jantung harus bekerja lebih keras, dan menaikkan tekanan dalam arteri.

Baca Juga: Tak Ada Teko Listrik saat Staycation, Wanita Ini Lakukan Hal Tak Terduga untuk Seduh Mi

Ilustrasi mi instan. [unsplash]
Ilustrasi mi instan. [unsplash]

Dalam jangka pendek, mungkin ini hanya akan menyebabkan wajah bengkak di pagi hari.
Namun, jika terjadi dalam waktu yang lama, risiko untuk terkena penyakit tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, dan penyakit ginjal akan semakin besar.

Sementara itu, sebungkus mi instan rata-rata mengandung sekitar 1.500 mg. Sementara rekomendasi batasan konsumsi natrium harian per orang hanya 2.000 sampai 2.400 mg.

Agar tetap bisa nikmat menyantap mi instan, coba tips di bawah ini, sebagaimana dikutip dari media sosial Rumah Sakit Universitas Indonesia.

  1. Tidak perlu ditambah nasi karena mi sudah termasuk sumber karbohidrat.
  2. Tambah banyak sayuran, misalnya sawi hijau, tomat, tauge, dan lainnya sesuai selera.
  3. Tambah sumber protein sebagai zat pembangun, misalnya telur, tahu tempe, maupun daging.
  4. Lengkapi juga dengan buah-buahan.
  5. Jangan makan mi instan lebih dari satu bungkus.
  6. Tidak perlu menambahkan saus, kecap, sosis, dan makanan awetan sejenisnya karena produk tersebut juga tinggi natrium.
  7. Gunakan setengah bumbu mi. Sebagai gantinya bisa ditambah dengan bumbu-bumbu alami seperti cabai dan daun bawang.

Bagaimana, sudah tau mau masak dan makan apa di sore yang sendu dan dingin ini?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI