Pakar Ungkap Tren Pangan 2022 dan Cara Tetap Sehat di Tengah Serbuan Makanan Tinggi GGL

Risna Halidi

Minggu, 05 Desember 2021 | 21:30 WIB
Pakar Ungkap Tren Pangan 2022 dan Cara Tetap Sehat di Tengah Serbuan Makanan Tinggi GGL
Ilustrasi Tren pangan 2022 (Shutterstock)

Suara.com - Tak dapat dipungkiri, pandemi Covid-19 turut mengubah pola konsumsi pangan masyarakat. Hal tersebut pada akhirnya membuat banyak produsen makanan berinovasi menciptakan sajian yang mengundang selera.

Dikatakan oleh Pakar Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB), Profesor Purwiyatno Hariyadi, PhD, tren pangan 2022 akan tetap dipenuhi oleh makanan penuh cita rasa yang sangat digemari masyarakat Indonesia.

Salah satu alasannya, kata Profesor Purwiyatno, adalah untuk menjaga kesehatan mental.

"Cita rasa atau kenikmatan dalam pangan itu penting membangun rasa happy atau senang dan juga mood booster saat mengonsumsi sesuatu. Ini juga penting berkenaan dengan kesehatan mental,” ujar Prof Purwiyatno dalam acara Webinar Tren Pangan 2022 bertajuk Menjadikan Menu Rasa Baru Nan Otentik Kesukaan Milenial dan Keluarga beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Prof Purwiyatno juga mengatakan bagaimana asupan makanan menjadi hal penting bagi masyarakat khususnya di tengah pandemi Covid-19.

Untuk itu, Ia menekankan pentingnya inovasi terkait asupan makanan termasuk memberikan jaminan keamanan, memaksimumkan unsur yang diinginkan, serta meminimalkan unsur yang tidak diinginkan pada makanan populer.

Misalnya tekstur, sensori, cita rasa, kenampakan, lokalitas, gizi, home cooking, lingkungan serta unsur yang diinginkan lainnya serta meminimalkan unsur yang tak diinginkan seperti fungsionalitas, waktu persiapan, dan kompleksitas harga.

"Karena pada dasarnya, nilai pangan itu dilihat dari sejauh mana keamanan pangan tersebut aman terhadap kita yang mengkonsumsinya baik secara jasmani dan rohani," tambah Profesor Purwiyatno dikutip Suara dari siaran pers Persatuan Pabrik Monosodium Glutamate dan Glutamic Acid Indonesia atau P2MI.

Ia juga menjelaskan betapa pentingnya berinovasi pada komposisi pangan terutama pada bahan baku, bahan tambahan, zat gizi, bahan fungsional, yang digunakan dalam kegiatan produksi pangan dengan berbagai tujuan.

baca juga

Salah satunya adalah bumbu pembangun rasa dasar seperti Manis, Asam, Asin, Pahit, Umami yang dapat memberika cita rasa pada makanan.

Di sisi lain, Sub Koordinator Substansi Mutu Gizi Direktorat Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI Hera Nurlita menambahkan di acara yang sama, pihaknya juga melihat bagaimana adanya fenomena tren makanan tinggi kandungan Gula, Garam, Lemak (GGL) dalam pola konsumsi anak remaja Indonesia.

"Beberapa tren memperlihatkan konsumsi GGL pada anak remaja sudah melebihi kebutuhan. Ini tentu bisa mengkhawatirkan," kata Hera.

Untuk itu pihaknya selalu melakukan edukasi gizi seimbang lewat program bertajuk Empat Pilar Gizi Seimbang. Empat pilar itu adalah;

  1. Mengonsumsi Pangan Beraneka Ragam
  2. Membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
  3. Melakukan Aktivitas Fisik
  4. Mempertahankan dan Memantau Berat Badan Normal

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Sejumlah Komoditas Pangan di Kota Bandung Naik Jelang Nataru

Harga Sejumlah Komoditas Pangan di Kota Bandung Naik Jelang Nataru

Jabar | Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:16 WIB

Studi: Hubungan Lemak Jenuh dengan Penyakit Jantung Bergantung Sumber Makanannya

Studi: Hubungan Lemak Jenuh dengan Penyakit Jantung Bergantung Sumber Makanannya

Health | Jum'at, 03 Desember 2021 | 07:00 WIB

Pakar Keamanan Pangan IPB: Pelabelan Pangan Olahan oleh BPOM Harus Melalui Kajian Mendalam

Pakar Keamanan Pangan IPB: Pelabelan Pangan Olahan oleh BPOM Harus Melalui Kajian Mendalam

Press Release | Kamis, 02 Desember 2021 | 18:51 WIB

Terkini

Menteri Pigai Persilakan Masyarakat Papua Lawan Ketidakadilan: Jangan Pernah Takut!

Menteri Pigai Persilakan Masyarakat Papua Lawan Ketidakadilan: Jangan Pernah Takut!

Sulsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Semarak Perayaan HUT RI ke-81 di Bundaran HI

Semarak Perayaan HUT RI ke-81 di Bundaran HI

Foto | Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Pemulihan Pascagempa NTT Mulai Berjalan, Askrindo Salurkan Bantuan untuk Korban Flores

Pemulihan Pascagempa NTT Mulai Berjalan, Askrindo Salurkan Bantuan untuk Korban Flores

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:58 WIB

Saham Bank Berstatus HSC, OJK Ungkap Dampaknya bagi Nasabah dan Investor

Saham Bank Berstatus HSC, OJK Ungkap Dampaknya bagi Nasabah dan Investor

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:58 WIB

6 Weton Paling Tahan Energi Negatif Menurut Primbon Jawa

6 Weton Paling Tahan Energi Negatif Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:56 WIB

Daftar Demo Jakarta Hari Ini dan Titik Kumpul Massa

Daftar Demo Jakarta Hari Ini dan Titik Kumpul Massa

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:55 WIB

4 Cara Memancing Air Pompa yang Tidak Mau Keluar Setelah Mati Listrik

4 Cara Memancing Air Pompa yang Tidak Mau Keluar Setelah Mati Listrik

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:46 WIB

Menakar Strategi Benteng Digital Indonesia di Tengah Ancaman Siber Global

Menakar Strategi Benteng Digital Indonesia di Tengah Ancaman Siber Global

Tekno | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:43 WIB

Dulu Viral Pecat Ratusan Karyawan Lewat Zoom, Kini CEO Ini Kena Getahnya

Dulu Viral Pecat Ratusan Karyawan Lewat Zoom, Kini CEO Ini Kena Getahnya

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:41 WIB

Ketertinggalan Pendidikan: Saatnya Terapkan Tata Kelola Asimetris

Ketertinggalan Pendidikan: Saatnya Terapkan Tata Kelola Asimetris

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:40 WIB

×