Banyak Dialami Perempuan, Pakar Ungkap Dampak Pelecehan Seksual Bagi Korban

Vania Rossa, Aflaha Rizal Bahtiar

Selasa, 28 Desember 2021 | 11:25 WIB
Banyak Dialami Perempuan, Pakar Ungkap Dampak Pelecehan Seksual Bagi Korban
Ilustrasi pelecehan seksual. [Suara.com/Iqbal Asaputro]

Suara.com - Pelecehan seksual atau yang disebut sexual harassment merupakan tindakan pemaksaan seksual yang dilakukan baik itu lewat sentuhan fisik maupun non-fisik, di mana sasaran yang diincar adalah bagian organ seksual korban.

Pelecehan seksual dibagi menjadi dua kategori, yaitu kategori fisik dan nonfisik. Pada kategori fisik, pelecehan seksual terjadi karena adanya tatapan yang sugestif terhadap bagian-bagian tubuh korban. Sedangkan untuk non-fisik, bentuknya bisa berupa siulan atau ucapan bernuansa seksual yang mengarah pada unsur pornografi.

“Ada satu survei dari luar negeri, di mana 81 persen wanita dan 43 persen pria pernah mengalami sexual harassment. Jadi angka ini cukup tinggi, tidak hanya wanita, pria pun juga bisa mengalami kejadian ini,” ungkap Dokter Spesialis Kejiwaan dr. Hj. Gemah Nuripah Sp.KJ, dalam acara webinar Sexual Harassment and Depression beberapa waktu lalu.

Sementara itu, dr. Gemah juga memaparkan studi pelecehan seksual di AS yang dilakukan pada September tahun 2020. Studi ini mengatakan, wanita tiga kali lebih banyak mengalami pelecehan seksual dibanding pria.

“Kemudian temuan studi mengungkap, wanita dua kali lebih banyak melaporkan kasus sexual harassment,” ungkapnya lebih lanjut.

“Kemudian wanita berumur 29 tahun yang mengalami sexual harassment, 3-5 persen lebih tinggi dibanding wanita berumur 60 tahun,” tuturnya.

Dampak yang dirasakan umumnya berupa dampak psikologis, antara lain stres, trauma, depresi, bahkan kecenderungan untuk bunuh diri.

“Dampak psikologis ini bisa berjangka panjang. Saya pernah punya pasien pada saat sedang wawancara mendalam. Jadi, ada beberapa yang mengalami trauma pelecehan seksual pada masa anak-anak. Saat itu ia tidak mengetahui apa-apa, tapi setelah remaja dan dewasa, ia mengingat kejadian itu,” ungkapnya.

“Jadi mulai timbul gejala-gejala seperti itu. Mulai dari stres, trauma, depresi, dan kalau depresinya berat, bisa memiliki keinginan bunuh diri,” kata dr. Gemah.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bawa-bawa Tentara, Sopir GrabCar Tersangka Pelecehan Seksual Mau Lapor Balik NT Hari Ini

Bawa-bawa Tentara, Sopir GrabCar Tersangka Pelecehan Seksual Mau Lapor Balik NT Hari Ini

News | Senin, 27 Desember 2021 | 12:30 WIB

Jalan Buntu Kasus Pelecehan Pegawai KPI: Suami Simpan 'Luka' hingga Istri Keguguran

Jalan Buntu Kasus Pelecehan Pegawai KPI: Suami Simpan 'Luka' hingga Istri Keguguran

Liks | Senin, 27 Desember 2021 | 09:00 WIB

Ini 4 Ciri Umum Pelaku Pelecehan Seksual

Ini 4 Ciri Umum Pelaku Pelecehan Seksual

Health | Minggu, 26 Desember 2021 | 21:30 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×