6 Makanan Khas Nusa Tenggara Timur yang Menggugah Selera, Jagung Bose hingga Rumpu Rampe

Rima Sekarani Imamun Nissa

Sabtu, 01 Januari 2022 | 16:32 WIB
6 Makanan Khas Nusa Tenggara Timur yang Menggugah Selera, Jagung Bose hingga Rumpu Rampe
Se'i Sapi Koro (Istimewa/Se'i Sapi Koro)

Suara.com - Menikmati keindahan alam Nusa Tenggara Timur tentu akan semakin sempurna jika dilakukan dengan mencicipi masakan khas setempat yang pastinya menggugah selera. Apa saja makanan khas Nusa Tenggara Timur?

Makanan khas NTT termasuk menjadi salah satu makanan daerah yang sulit ditemukan di tempat lain. Oleh karena itu, jangan sampai kamu melewatkan kelezatan dan cita rasa makanan khas daerah ini.

Makanan Khas Nusa Tenggara Timur yang Menggugah Selera

Catemak Jagung

Makanan khas Nusa Tenggara Timur (NTT) yang pertama adalah Catemak Jagung. Sekilas, makanan ini akan terlihat seperti bubur, hanya saja bahan utamanya adalah jagung, bukan beras.

Selain jagung, ditambahkan pula kacang hijau, kacang tanah, dan beberapa labu serta sayuran. Semua bahan direbus dengan bumbu garam dan penyedap.

Talalu Se'i Sapi. (Instagram.com/@jogjaku)
Talalu Se'i Sapi. (Instagram.com/@jogjaku)

Se’i Daging Sapi Asap

Se’i sapi belakangan ini sudah cukup mudah ditemukan di beberapa wilayah di Indonesia. Namun, asal dari makanan berprotein tinggi satu ini sebenarnya adalah Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.

Awalnya, bahan utama Se’i adalah daging babi hutan dan rusa. Seiring berjalannya waktu, bahan utama yang lebih sering digunakan sekarang adalah daging sapi. Salah satu hal yang membedakan se’i dengan daging asap pada umumnya adalah penggunaan arang dan kayu kosambi yang memberikan aroma spesial.

baca juga

Kolo

Sekilas, kolo akan terlihat seperti lontong. Bedanya, kolo dimasak dengan cara dibakar menggunakan alas daun pisang dan bumbu tambahan.

Kolo biasa disajikan saat pesta adat masyarakat Nusa Tenggara Timur, syukuran panen, dan perayaan lainnya. Sebagai pelengkap, kolo biasa disantap dengan aneka lauk.

Jagung Bose

Dilansir dari laman balitsereal.litbang.pertanian.go.id, jagung adalah makanan utama penduduk NTT. Itulah mengapa makanan khas Negeri Seribu Bukit ini banyak yang berbahan dasar jagung, misalnya jagung bose.

Jagung dimasak bersama kacang tanah, kacang merah, dan santan sampai menjadi bubur. Kuliner ini biasanya disantap dengan berbagai lauk pauk seperti tuna, tumis paria, tahu bumbu, dan sambal lu’at.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Makanan Khas Sulawesi yang Sayang Jika Dilewatkan, Mulai dari Coto hingga Kapurung

6 Makanan Khas Sulawesi yang Sayang Jika Dilewatkan, Mulai dari Coto hingga Kapurung

Lifestyle | Rabu, 29 Desember 2021 | 09:42 WIB

7 Makanan Indonesia yang Lezatnya Mendunia, Popularitas Nasi Goreng Meroket Terus

7 Makanan Indonesia yang Lezatnya Mendunia, Popularitas Nasi Goreng Meroket Terus

Lifestyle | Rabu, 29 Desember 2021 | 09:30 WIB

6 Makanan Khas India Terpopuler di Berbagai Negara, Kamu Wajib Cobain!

6 Makanan Khas India Terpopuler di Berbagai Negara, Kamu Wajib Cobain!

Your Say | Senin, 27 Desember 2021 | 14:06 WIB

Terkini

Detik-detik Kapolsek dan Danramil Cicalengka Dipukuli Peserta Karnaval, Pelaku Ditangkap

Detik-detik Kapolsek dan Danramil Cicalengka Dipukuli Peserta Karnaval, Pelaku Ditangkap

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:50 WIB

Perpres Ojol Masuk Tahap Finalisasi, DPR dan Pemerintah Masih Berkoordinasi

Perpres Ojol Masuk Tahap Finalisasi, DPR dan Pemerintah Masih Berkoordinasi

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:49 WIB

56 Ribu Anak Sleman Diskrining Kesehatan: Hipertensi, Prediabetes hingga Depresi Berat Ditemukan

56 Ribu Anak Sleman Diskrining Kesehatan: Hipertensi, Prediabetes hingga Depresi Berat Ditemukan

Jogja | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:48 WIB

Gejolak Aceh-Papua Dinilai Bukan Kebetulan, Negara Disebut Gagal Pahami Akar Masalah

Gejolak Aceh-Papua Dinilai Bukan Kebetulan, Negara Disebut Gagal Pahami Akar Masalah

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Gus Yaqut Bantah Rugikan Negara! Kebijakan Kouta Haji Diklaim Jadi Penyelamat Fiskal

Gus Yaqut Bantah Rugikan Negara! Kebijakan Kouta Haji Diklaim Jadi Penyelamat Fiskal

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:42 WIB

DPR Setuju Bahas RAPBN 2027, Anggaran MBG Jadi Sorotan

DPR Setuju Bahas RAPBN 2027, Anggaran MBG Jadi Sorotan

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:40 WIB

Pascagempa, Sejumlah Bandara di Flores Masih Batalkan Penerbangan

Pascagempa, Sejumlah Bandara di Flores Masih Batalkan Penerbangan

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:39 WIB

Pulihkan Psikologis Warga Gempa NTT, Polda Jateng Berangkatkan Tim Trauma Healing

Pulihkan Psikologis Warga Gempa NTT, Polda Jateng Berangkatkan Tim Trauma Healing

Jawa Tengah | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:39 WIB

Thailand Diteror Penembakan Massal, Kanapa Ini Bisa Terjadi dan Apa Akar Masalahnya?

Thailand Diteror Penembakan Massal, Kanapa Ini Bisa Terjadi dan Apa Akar Masalahnya?

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:39 WIB

20 Tahun LPDB Koperasi, Rp22,13 Triliun Dana Bergulir Disalurkan ke Koperasi di 36 Provinsi

20 Tahun LPDB Koperasi, Rp22,13 Triliun Dana Bergulir Disalurkan ke Koperasi di 36 Provinsi

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:38 WIB

×