Kupas Tuntas Apa Itu Toxic Positivity, Pahami Berbagai Gejala dan Cara Mengatasinya

Rima Sekarani Imamun Nissa

Rabu, 02 Maret 2022 | 11:50 WIB
Kupas Tuntas Apa Itu Toxic Positivity, Pahami Berbagai Gejala dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi wanita tersenyum. (pexels.com/AndreaPiacquadio)

Suara.com - Apa itu toxic positivity? Toxic positivity adalah keyakinan bahwa tidak peduli seberapa buruk atau sulitnya suatu situasi, setiap orang harus mempertahankan pola pikir positif. Semua hal yang berlebihan tentu tidak baik, termasuk toxic positivity.

Sikap optimis dan selalu dalam pemikiran positif memang bermanfaat. Namun, orang dengan toxic positivity malah menolak emosi yang sulit demi menampilkan keceriaan, sering kali disebut sebagai positif palsu.

Memiliki pandangan hidup yang positif memang baik untuk kesehatan mental. Masalahnya, hidup tidak selalu positif. Kita semua berurusan dengan emosi serta pengalaman yang menyakitkan dan tidak menyenangkan. Kondisi ini juga penting untuk dirasakan dan ditangani secara terbuka dan jujur.

Ilustrasi wanita tersenyum. (pexels.com/AlinaVilchenko)
Ilustrasi wanita tersenyum. (pexels.com/AlinaVilchenko)

Toxic positivity membawa pemikiran positif ke arah ekstrem yang digeneralisasikan secara berlebihan. Sikap ini tidak hanya menekankan pentingnya optimisme, tetapi juga menyangkal jejak emosi manusia yang tidak sepenuhnya bahagia atau positif.

Apa Saja Bentuk Toxic Positivity?

Dilansir dari laman Very Well Mind, Rabu (2/3/2022), toxic positivity memiliki berbagai bentuk yang perlu dikenali. Beberapa contoh yang mungkin Anda temui dalam hidup Anda sendiri, antara lain:

  • Saat hal buruk terjadi, orang-orang menyuruh Anda untuk tetap berpikir positif atau melihat sisi baiknya. Meskipun komentar itu sering kali dimaksudkan untuk menunjukkan simpati, hal tersebut juga bisa menjadi cara untuk menahan apa pun yang ingin Anda katakan tentang kondisi yang Anda alami.
  • Setelah mengalami beberapa kehilangan, orang lain memberi tahu Anda bahwa segala sesuatu terjadi karena suatu alasan. Kebanyakan orang sering menyatakan demikian karena mereka percaya bahwa itu menghibur, dan cara untuk menghindari rasa sakit orang lain.
  • Ketika Anda mengungkapkan kekecewaan atau kesedihan, seseorang mengatakan bahwa kebahagiaan adalah pilihan. Ini menunjukkan bahwa jika Anda merasakan emosi negatif, maka itu adalah kesalahan Anda sendiri karena tidak "memilih" untuk bahagia.

Pernyataan di atas sering kali terlihat bertujuan baik. Hal itu karena sebagian orang tidak tahu harus berkata apa lagi dan bingung bagaimana berempati. Walau begitu, penting untuk mengenali bahwa respons ini bisa berbahaya.

Beberapa contoh pernyataan toxic positivity di atas pada akhirnya hanya menjadi kata-kata hampa yang membuat Anda tidak harus berurusan dengan perasaan orang lain. Paling buruk, itu malah terkesan mempermalukan dan menyalahkan orang-orang yang sering menghadapi situasi sulit dalam hidup mereka.

Ilustrasi curhat ke teman.(Pexels.com/Liza Summer)
Ilustrasi curhat ke teman.(Pexels.com/Liza Summer)

Tanda Anda Mengalami Toxic Positivity

baca juga

Belum banyak orang yang memahami apa itu toxic positivity. Selain itu, bentuknya seringkali tidak kentara. Belajar mengenali tanda-tandanya dapat membantu Anda mengidentifikasi jenis perilaku ini. Beberapa tanda toxic positivity antara lain:

  • Menyingkirkan masalah daripada menghadapinya
  • Merasa bersalah karena sedih, marah, atau kecewa
  • Menyembunyikan perasaan senang yang tampaknya lebih dapat diterima
  • Menyembunyikan perasaan Anda yang sebenarnya
  • Meminimalisir perasaan orang lain karena membuat Anda tak nyaman
  • Mempermalukan orang lain ketika mereka tidak memiliki sikap positif
  • Mencoba untuk tabah atau "mengatasi" emosi yang menyakitkan

Cara Mengatasi Toxic Positivity

Jika terpengaruh oleh sifat positif yang beracun, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya, meliputi:

  • Kelola emosi negatif Anda, tetapi jangan menyangkalnya
  • Bersikaplah realistis tentang apa yang semestinya Anda rasakan
  • Tidak apa-apa untuk merasakan lebih dari satu hal
  • Jadilah pendengar yang baik. Fokus mendengarkan orang lain dan menunjukkan dukungan
  • Perhatikan bagaimana perasaan Anda.

Demikian beberapa informasi terkait apa itu toxic positivity dan bagaimana cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

Kontributor : Yulia Kartika Dewi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Cara ini Harus Kamu Lakukan untuk Mendapatkan Self-Healing Terbaik

3 Cara ini Harus Kamu Lakukan untuk Mendapatkan Self-Healing Terbaik

Your Say | Rabu, 23 Februari 2022 | 13:59 WIB

Tidak hanya Satu Jenis, Ternyata Ada 6 Tipe Toxic People, Apa Saja?

Tidak hanya Satu Jenis, Ternyata Ada 6 Tipe Toxic People, Apa Saja?

Your Say | Selasa, 22 Februari 2022 | 16:19 WIB

Berada Dalam Pertemanan yang Toxic Hanya akan Menguras Energi, Begini Tanda-tandanya

Berada Dalam Pertemanan yang Toxic Hanya akan Menguras Energi, Begini Tanda-tandanya

Health | Selasa, 22 Februari 2022 | 09:07 WIB

Terkini

Dikaitkan dengan Ritual Pesugihan, Viral Daftar Harga Layanan Ritual di Gunung Kawi

Dikaitkan dengan Ritual Pesugihan, Viral Daftar Harga Layanan Ritual di Gunung Kawi

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:20 WIB

Masalah Rambut Tak Selalu Sama, Ini Pentingnya Memilih Perawatan Sesuai Kebutuhan

Masalah Rambut Tak Selalu Sama, Ini Pentingnya Memilih Perawatan Sesuai Kebutuhan

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:09 WIB

4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original

4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:44 WIB

5 Mesin Cuci Portable yang Muat 4,5 Kg Baju, Cocok untuk Kos-kosan atau Paviliun

5 Mesin Cuci Portable yang Muat 4,5 Kg Baju, Cocok untuk Kos-kosan atau Paviliun

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:22 WIB

5 Manfaat Memutar Musik saat Kerja, Bantu Kurangi Stres dan Tingkatkan Produktivitas

5 Manfaat Memutar Musik saat Kerja, Bantu Kurangi Stres dan Tingkatkan Produktivitas

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:15 WIB

5 Skincare Hada Labo untuk Mencerahkan Kulit Wajah yang Kusam

5 Skincare Hada Labo untuk Mencerahkan Kulit Wajah yang Kusam

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:10 WIB

3 Lipstik Awet dan Anti Luntur untuk Ngopi Cantik, Gak Repot Touch Up saat Nongkrong

3 Lipstik Awet dan Anti Luntur untuk Ngopi Cantik, Gak Repot Touch Up saat Nongkrong

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:25 WIB

5 Jenis Sepatu Lari dan Fungsinya Sesuai Kebutuhan, Jangan Salah Pilih!

5 Jenis Sepatu Lari dan Fungsinya Sesuai Kebutuhan, Jangan Salah Pilih!

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:13 WIB

Staycation Rasa Liburan di Tengah Jakarta, Menemukan Oase Hijau Bernama Park 5 Simatupang

Staycation Rasa Liburan di Tengah Jakarta, Menemukan Oase Hijau Bernama Park 5 Simatupang

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:06 WIB

Panduan Lengkap Urus Sertifikat Halal Gratis untuk UMKM, Ini Syarat dan Caranya

Panduan Lengkap Urus Sertifikat Halal Gratis untuk UMKM, Ini Syarat dan Caranya

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:55 WIB

×