Mengenal Catfishing: Penipuan Digital yang Andalkan Identitas Palsu, Sama Seperti yang Dilakukan Simon Leviev?

Risna Halidi

Senin, 07 Maret 2022 | 16:07 WIB
Mengenal Catfishing: Penipuan Digital yang Andalkan Identitas Palsu, Sama Seperti yang Dilakukan Simon Leviev?
Simon Leviev (IG/simon_leviev_official)

Suara.com - Nama Simon Leviev menjadi populer serta film bertajuk The Tinder Swindler tayang di aplikasi Netflix. Lelaki asal Israel tersebut terbukti melakukan penipuan identitas di media sosial terutama di aplikasi kencan, Tinder.

Simon sendiri memiliki nama asli Shimon Hayut dan lahir dari ibu yang tinggal di rusun sederhana di Israel. Namun berkat modal tampang dan identitas palsu di media sosial, Simon berhasil menggaet banyak perempuan kaya raya, yang secara sukarela membayar biaya kencan dan hidup mewah Simon.

Apa yang dilakukan Simon sendiri hampir serupa seperti fenomena catfishing. Catfishing merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan penipuan yang menggunakan identitas online palsu untuk mengelabuhi korban.

Penipu biasanya menggunakan foto dan informasi orang lain untuk menciptakan persona online yang dapat dipercaya, dan kemudian memikat korban untuk selanjutnya korban dijebak dalam berbagai penipuan dan berujung pada tindakan kriminal.

Ilustrasi pengguna aplikasi kencan online. [Shutterstock]
Ilustrasi pengguna aplikasi kencan online. [Shutterstock]

Fenomena catfishing ini ternyata menjadi faktor risiko utama bagi para pengguna aplikasi kencan.

Sebuah studi menyatakan, 65 persen dari total 18.000 responden di 27 negara, termasuk Indonesia, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap aplikasi kencan, dan yang menyedihkan, 15 persen dari total responden melaporkan bahwa mereka pernah mengalami penipuan.

Dari berbagai modus penipuan, catfishing menjadi modus operandi nomor satu dengan 51 persen dari mereka yang menjadi sasaran pernah terjebak di dalamnya.

"Kebebasan internet memungkinkan siapa saja untuk membuat identitasnya sendiri, sehingga siapa pun dapat menjadi karakter apa pun yang diinginkan secara daring," kata Dewan Pengarah Siberkreasi dan ICT Watch, Donny B.U.

Berbicara dalam acara Obral Obrol liTerasi Digital: Mengenal Fenomena Penipuan Catfishing yang diselenggarakan Kemenkominfo melalui GNLD Siberkreasi beberapa waktu lalu, Donny juga menyebut bagaimana internet memungkinkan orang untuk melakukan identity play.

baca juga

Identity play dalam arti seseorang bisa membuat identitasnya sendiri sehingga ia bisa menjadi apa saja karakter yang diinginkan di dunia maya. Sayangnya, teknologi ini juga digunakan untuk melakukan sejumlah penipuan," tambahnya.

Apakah Sama Seperti yang Dilakukan Simon Leviev?

Berbeda seperti yang dilakukan Simon, yang berani memperlihatkan diri di depan korban, pelaku catfishing umumnya menolak melakukan video call, menghindari pertemuan tatap muka, dan membatasi komunikasi hanya melalui chat dan voice call.

Siapa Simon Leviev (IG/simon_leviev_official)
Simon Leviev (IG/simon_leviev_official)

"Kemungkinan besar, pelaku catfishing berperilaku seperti itu untuk melindungi identitasnya agar tidak terbongkar. Jadi, korban tidak akan tahu wajah pelaku catfishing yang sebenarnya," ujar Pemeriksa Fakta MAFINDO, Bentang Febrylian dalam acara serupa.

Dilihat dari sudut pandang ilmu psikologi, Relationship Expert & Psikolog, Dian Wisnuwardhani memandang fenomena catfishing terjadi ketika orang tidak nyaman dengan dirinya sendiri, sehingga pelaku tidak dapat menunjukkan pribadi aslinya tanpa penyamaran.

"Dari sudut pandang psikologi, ini disebut identity confusion, jadi mereka bingung dengan diri mereka sendiri. Ketika kita menggunakan Facebook atau Instagram, lalu sering mengambil foto dengan menggunakan filter dibandingkan tampil alami, ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang terjadi dengan kepribadian orang tersebut," pungkas Dian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Aksi Pria Maling Kucing Terekam CCTV di Malang Bikin Geger Warga

Viral Aksi Pria Maling Kucing Terekam CCTV di Malang Bikin Geger Warga

Malang | Senin, 07 Maret 2022 | 12:04 WIB

Viral Sejumlah Pria Gotong-royong Tarik Truk Terperosok, Gagal Sebab Tambangnya Putus Tapi Malah Tertawa Semua

Viral Sejumlah Pria Gotong-royong Tarik Truk Terperosok, Gagal Sebab Tambangnya Putus Tapi Malah Tertawa Semua

Jatim | Senin, 07 Maret 2022 | 11:24 WIB

Jangan Dianggap Enteng, Ini 4 akibat Buruk Terlalu Gemar Bermain Medsos

Jangan Dianggap Enteng, Ini 4 akibat Buruk Terlalu Gemar Bermain Medsos

Your Say | Senin, 07 Maret 2022 | 10:38 WIB

Terkini

Gedung Baru Pemkab Kediri Resmi Difungsikan, Mas Dhito Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik

Gedung Baru Pemkab Kediri Resmi Difungsikan, Mas Dhito Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik

Jakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:25 WIB

Sudaryono Akui Ada Penyelewengan di BGN, Janji Ubah Tata Kelola Berbasis Sistem

Sudaryono Akui Ada Penyelewengan di BGN, Janji Ubah Tata Kelola Berbasis Sistem

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:25 WIB

Adaptasi Doc Martin, Drama Medis Komedi Best Medicine Siap Hadir di Netflix

Adaptasi Doc Martin, Drama Medis Komedi Best Medicine Siap Hadir di Netflix

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:25 WIB

Bawa Baterai "Monster" 9.020 mAh, iQOO Z11 Sanggup Diajak Main MLBB Berapa Jam?

Bawa Baterai "Monster" 9.020 mAh, iQOO Z11 Sanggup Diajak Main MLBB Berapa Jam?

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:23 WIB

Strategi Spektrum XLSMART di Jalur 700 MHz dan 2,6 GHz demi Masa Depan 5G Indonesia

Strategi Spektrum XLSMART di Jalur 700 MHz dan 2,6 GHz demi Masa Depan 5G Indonesia

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:22 WIB

Lantik 1.177 Perwira, Prabowo Tegaskan TNI-Polri Adalah Jantung Negara

Lantik 1.177 Perwira, Prabowo Tegaskan TNI-Polri Adalah Jantung Negara

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:20 WIB

Bus H2 DDF dan Koridor Jakarta-Patimban, Tandai Babak Baru Ekosistem Hidrogen Indonesia

Bus H2 DDF dan Koridor Jakarta-Patimban, Tandai Babak Baru Ekosistem Hidrogen Indonesia

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:20 WIB

Investor Enggan Masuk, Proyek Storage Minyak Nasional Jalan di Tempat

Investor Enggan Masuk, Proyek Storage Minyak Nasional Jalan di Tempat

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:17 WIB

Trauma Masa Kecil: Luka yang Berawal dari Hal-hal yang Dianggap Sepele

Trauma Masa Kecil: Luka yang Berawal dari Hal-hal yang Dianggap Sepele

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:14 WIB

Sudaryono Warning Sahabat hingga Alumni, Jangan Harap Dapat 'Jatah' di Program MBG

Sudaryono Warning Sahabat hingga Alumni, Jangan Harap Dapat 'Jatah' di Program MBG

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:11 WIB

×