facebook

Ingin Mulai Bisnis Skincare Lokal Sendiri, Ini Beberapa Hal yang Mesti Dipertimbangkan

Bimo Aria Fundrika
Ingin Mulai Bisnis Skincare Lokal Sendiri, Ini Beberapa Hal yang Mesti Dipertimbangkan
Ilustrasi Skincare (Pexels/Mikhail)

Menurut data BPOM, ada peningkatan sebanyak 85 persen untuk produk-produk skincare yang diluncurkan di tahun 2021 dibanding tahun sebelumnya.

Suara.com - Dalam beberapa tahun belakangan, produk kosmetik maupun perawatan lokal sangat diminati oleh masyarakat. Data Kementerian Perindustrian menunjukkan adanya pertumbuhan signifikan di sektor kosmetik pada tahun 2020 sebanyak 9,39 persen.

Sementara menurut data BPOM, ada peningkatan sebanyak 85 persen untuk produk-produk skincare yang diluncurkan di tahun 2021 dibanding tahun sebelumnya.

Bahkan, sebuah lembaga riset pasar e-Marketer, potensi pasar untuk kategori kecantikan di e-commerce, selama periode awal Februari 2021 telah mencapai total penjualan sebesar Rp 963,5 miliar. Penjualan untuk kategori skincare sendiri sudah berhasil mencapai Rp 378 Miliar hanya dalam dua minggu di awal bulan Februari 2021 lalu. Penjualan brand skincare lokal pun terbilang tinggi.

Dalam dua minggu pertama di bulan Februari 2021, total penjualan di marketplace mencapai Rp91,22 miliar dengan jumlah transaksi sebesar 1.285.529. Kondisi itu mendorong makin banyak orang yang ingin menjajal memproduksi skincare lokal.

Baca Juga: Ingin Pakai Skincare Berbahan Retinol? Ini Hal yang Perlu Menjadi Perhatian

Laboratorium pembuatan skincare. (Dok: istimewa)
Laboratorium pembuatan skincare. (Dok: istimewa)

Kondisi itu membuat banyak orang tertarik untuk memulai skincare sendiri. Tapi, memulai bisnis skincare tentu tidak mudah. Butuh sejumlah riset dan pertimbangan matang sebelum memulainya.

Namin, jika berencana untuk memulai bisnis skincare kamu, kini di
dilakukan dengan mudah dengan adanya jasa maklon kosmetik. Terlebih Indonesia memiliki pabrik dengan tim R&D yang profesional di bidangnya, salah satunya PT. Neo Kosmetika Industri.

"Kami memformulasikan berbagai produk dari kosmetik hingga skincare. Terbagi menjadi berbagai tim untuk meng-handle berbagai jenis produk, yaitu tim decorative, tim bodycare, tim skincare and toiletries, tim packaging development dan tim regulatory," tutur Putri Maulinda, Supervisor Research and Development PT. Neo Kosmetika Industri dalam keterangannya, Senin, (4/4/2022).

Putri mengatakan bahwa pihaknya  memformulasikan produk atau membuat new product development sesuai permintaan klien. Seluruh formula yang dikembangkan akan disesuaikan dengan permintaan klien dan pasar Indonesia.

Ia melanjutkan bahwa tim riset dan pengembannya juga  memiliki pengetahuan yang komprehensif serta up to date di bidang kosmetik dan skincare, sehingga dapat terus mengikuti perkembangan pasar dan mengikuti tren yang sedang bergulir.

Baca Juga: Jadi Brand Ambassador Implora, Ini Kata Lyodra dan Mahalini Soal Cantik Luar Dalam

"Dalam pembuatan formula produk, kami tim R&D juga berdiskusi tentang produk benchmark sampel yang akan dibuat ke customer. Setelah membuat formula, kami akan melakukan trial skala lab. Formula trial skala lab ini kemudian menjadi produk sampel untuk diberikan ke tim marketing, yang nantinya tim marketing mengirim sampel ke klien," jelas Putri.

Komentar