facebook

Manfaat Kesetaraan Gender di Tempat Kerja: Produktivitas dan Kinerja Pegawai Meningkat, Profit Perusahaan Naik

M. Reza Sulaiman
Manfaat Kesetaraan Gender di Tempat Kerja: Produktivitas dan Kinerja Pegawai Meningkat, Profit Perusahaan Naik
Ilustrasi pekerja perempuan. (Shutterstock)

Ada alasan mengapa agenda kesetaraan gender terus digaungkan oleh pemerintah. Sebab, manfaat yang didapat sama-sama menguntungkan baik dari sisi pekerja maupun perusahaan.

Suara.com - Ada alasan mengapa agenda kesetaraan gender terus digaungkan oleh pemerintah. Sebab, manfaat yang didapat sama-sama menguntungkan baik dari sisi pekerja maupun perusahaan.

Dikatakan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga, pengarusutamaan gender di tempat kerja bukan sekadar untuk kepentingan perempuan saja, tetapi juga menunjukkan terdapat korelasi terhadap kemajuan perusahaan.

Bintang Puspayoga menjelaskan upaya pengarusutamaan gender juga memberikan keuntungan bagi perusahaan berupa peningkatan produktivitas, kinerja pegawai dan peningkatan profit.

"Kesetaraan gender yang kita cita-citakan bersama hingga kini belum tercapai. Perempuan masih tertinggal secara aksesibilitas, persamaan peran dalam pembangunan hingga belum menerima manfaat pembangunan yang sama dengan laki-laki. Padahal, sudah sepantasnya pembangunan di segala sektor mengedepankan prinsip kesetaraan dan upaya-upaya pengarusutamaan gender, termasuk dalam sektor pertambangan," ujarnya dikutip dari ANTARA, Selasa (19/4/2022).

Baca Juga: Amina Wadud: 'The Lady Imam' yang Perjuangkan Kesetaraan Gender dalam Islam

Menteri Bintang mengatakan perempuan memiliki kebutuhan-kebutuhan khusus, baik secara fisiologis, seperti datang bulan, hamil, dan menyusui sehingga diperlukan strategi khusus dan spesifik demi memenuhi kebutuhan tersebut.

Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memenuhi hak atas kebutuhan-kebutuhan khusus perempuan tersebut.

"Kebutuhan-kebutuhan khusus perempuan tersebut seringkali menjadi hambatan apabila dirinya ingin memilih profesi tertentu, terutama di bidang STEM (science, technology, engineering and mathematics) yang masih dianggap sebagai 'pekerjaan laki-laki' seperti industri pertambangan. Padahal, kita tidak boleh memberikan label gender pada pekerjaan apapun," katanya.

Oleh karena itu, ia mengatakan dibutuhkan sinergi banyak pihak untuk mewujudkan prinsip kesetaraan dan upaya pengarusutamaan gender di sektor-sektor yang masih identik dengan maskulinitas.

"Menjadi tugas kita semua untuk memastikan semua sektor dan seluruh bidang pekerjaan menjadi ramah perempuan. Dengan begitu, marilah kita saling bersinergi untuk mendorong tercapainya upaya pengarusutamaan gender di sektor pertambangan. Marilah kita gaungkan tanpa lelah semangat kesetaraan gender demi kemajuan bangsa," tutupnya.

Baca Juga: Ulasan Novel Kim Ji-yeong, Praktik Misoginis di Korea Selatan

Komentar