Array

Psikolog Ungkap Alasan Mengapa Seseorang Bisa Alami Quarter Life Crisis

Minggu, 15 Mei 2022 | 07:30 WIB
Psikolog Ungkap Alasan Mengapa Seseorang Bisa Alami Quarter Life Crisis
Ilustrasi perempuan. (freepic/jcomp)

Suara.com - Saat memasuki usia dewasa, seseorang rentan mengalami quarter life crisis. Mereka yang mengalami hal tersebut akan merasa kehilangan arah, khawatir, bingung, dan galau akibat ketidakpastian hidup.

Pertanyaan, mengapa seseorang bisa mengalami quarter life crisis?

Dijelaskan oleh Psikolog Klinis sekaligus Content Creator Christine Anggraini M.Psi, ia mengingatkan tentang adanya tantangan dalam setiap fase kehidupan.

"Pertama kita perlu tahu, bahwa di setiap fase pasti ada tantangannya. Jadi dari kita pasti ada fasenya, dan itu merupakan tanda perubahan yang belum terbiasa dengan sesuatu yang baru,” ungkapnya dalam acara beberapa waktu lalu.

Ilustrasi perempuan murung (freepik.com/tirachardz)
Ilustrasi perempuan murung (freepik.com/tirachardz)

Ia juga menyebut adanya beberapa tanda seseorang yang mulai mengalami quarter life crisis. Tanda-tanda tersebut di antaranya:

  • Terjadinya perubahan dari fase remaja menuju fase dewasa awal. Setiap perubahan tersebut membutuhkan waktu untuk adaptasi.
  • Tuntutan orangtua atau lingkungan yang terlalu besar.
  • Mengalami kesulitan terkait kesehatan mental.
  • Harapan tidak sesuai dengan kenyataan.
  • Perilaku membandingkan diri dengan orang lain, terutama melalui media sosial.
  • Takut akan kegagalan, dan tidak ingin menyesal.

“Ketika ada tuntutan diri sendiri yang terlalu besar, bahkan tidak melihat kemampuan diri sendiri, akhirnya jadi krisis,” ungkap Christine.

“Selanjutnya, quarter life crisis terjadi ketika kita tidak punya support system. Lalu berkembang menjadi gangguan, misalnya depresi dan sebagainya,” lanjutnya.

Christine menegaskan, quarter life crisis merupakan tanda dari fase dewasa awal. Mulai dari pertama kali bekerja, kuliah, hingga memutuskan tinggal di rumah sendiri.

“Perlu dicatat, bahwa kondisi ini adalah fase pertama. Dan otomatis itu wajar kalau kita merasa khawatir, cemas, dan tidak nyaman,” pungkasnya.

Baca Juga: Psikolog Dampingi 3 Bocah yang Pamer Alat Vital ke Pengunjung Wanita di GOR Goentoer Dardjono Purbalingga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI