facebook

Interior Kantor Bergaya Milenial Semakin Diminati, Harus Ada Sudut Instagramable

Vania Rossa | Lilis Varwati
Interior Kantor Bergaya Milenial Semakin Diminati, Harus Ada Sudut Instagramable
Ilustrasi Ruang Kantor Bergaya Milenial. (Pixabay)

Interior kantor bergaya milenial itu yang penting ada ruang diskusi, ada ruang bicara informal, dan juga ada ruangan 'instagramable' untuk difoto.

Suara.com - Apapun yang bergaya milenial seolah semakin populer seiring dominannya populasi anak muda di Indonesia. Termasuk juga interior kantor bergaya milenial.

Kantor dengan gaya milenial ternyata punya ciri khas khusus yang berbeda dengan tren desain interior pada sepuluh tahun lalu. Menurut CEO Arkadia Work Wiza Hidayat, perusahaan layanan jasa interior kantor, ruangan dengan desain menarik untuk tempat foto menjadi salah satu ciri khas dari kantor bergaya milenial.

"Kantor milenial itu yang penting ada ruang diskusi, ada ruang bicara informal. Juga ada ruangan 'instagramable' untuk difoto. Tapi itu semua muaranya satu, yaitu produktivitas dalam bekerja," kata Wiza dalam temu media di Office Tower Pondok Indah, Jakarta, Selasa (17/5/2022).

Wiza mengatakan bahwa tantangannya dalam membuat interior kantor bergaya milenial ialah harus sebisa mungkin menciptakan suasana produktif dan menginspirasi bagi anak muda.

Baca Juga: Pameran Tunggal Digital Printing, Perlengkapan Kantor dan Art Berkualitas Siap Digelar di Surabaya, Catat Tanggalnya!

"Karena anak muda senang kerjanya yang bisa tukar pikiran, kolaborasi, sehingga makin mendorong produktivitas dalam bekerja," ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan interior kantor dari sejumlah perusahaan juga kebanyakan bergaya anak muda yang menggunakan desain minimalis dan penggunaan warna-warna cerah.

Menurut Wiza, perusahaan juga harus menyesuaikan dengan angkatan kerja yang akan direkrut karena hal tersebut berpengaruh terhadap produktivitas kerja.

"Misalnya pengalaman baru lima tahun kerja atau fresh graduate itu kan banyaknya milenial. Seiring perkembangan ekonomi, banyak kantor baru buka. Jadi kebanyakan klien kita juga bisa mengakomodir milenial," ujarnya.

Interior milenial umumnya sangat berbeda dengan gaya klasik yang cenderung lebih diminati angkatan yang lebih tua. Wiza mengaku pernah mendapatkan klien dari perusahaan yang meminta desain kantor dengan nuansa klasik, seperti warna ruangan lebih gelap, furnitur tua, penempatan vas, hingga patung.

Baca Juga: Kisah Fikri Raihan, Petani milenial Ekspor Kopi 100 Ton ke Eropa, Uni Emirat Arab Hingga Afrika

Komentar