facebook

Mengenal Cut the Tosh, Gerakan Anyar yang Diharapkan Ampuh atasi Masalah Lingkungan

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi
Mengenal Cut the Tosh, Gerakan Anyar yang Diharapkan Ampuh atasi Masalah Lingkungan
Ilustrasi. (Elements Envanto)

Alih-alih hanya sekadar wacana membahas masalah lingkungan yang efeknya tidak seberapa, gerakan dibuat dengan harapan adanya aksi nyata dalam menyelamatkan lingkungan.

Suara.com - Segala cara dilakukan untuk mendukung gaya hidup berkelanjutan ramah lingkungan atau sustainability lifestyle. Salah satunya lewat gerakan Cut the Tosh yang diinisiasi Multi Bintang Indonesia (MBI).

Alih-alih hanya sekadar wacana membahas masalah lingkungan yang efeknya tidak seberapa, gerakan dibuat dengan harapan adanya aksi nyata dalam menyelamatkan lingkungan.

Sustainability and Partnership Lead Multi Bintang Indonesia, Fainta Negoro mengatakan, gerakan Cut the Tosh tidak dilakukan perorangan atau organisasi maupun komunitas semata, tapi bekerjasama dengan berbagai pihak.

"Seperti MBI yang di tahun 2025 mendatang, berambisi mencapai 100 persen penggunaan energi terbarukan dengan menerapkan tenaga surya saat proses pembuatan bir," ujar Fainta di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/5/2022).

Baca Juga: Pameran KAPAS, Upaya Industri Fesyen Mengatasi Masalah Lingkungan

Multi Bintang Indonesia Inisiasi Program Cut the Tosh (Suara.com/ Dini Afrianti)
Multi Bintang Indonesia Inisiasi Program Cut the Tosh (Suara.com/ Dini Afrianti)

Untuk mencapai target tersebut, produsen bir Bintang Indonesia ini tengah gencar membangun pabrik biomassa terbarukan di beberapa tempat. Di 2022 ini, penggunaan energi terbarukan untuk produksi bahkan mencapai 28 persen.

Adapun gerakan Cut the Tosh berperan sebagai penghubung dengan berbagai pihak, menjalankan praktik baik untuk lingkungan sehingga bisa berdampak langsung.

Salah satunya dengan cara menggandeng komunitas lokal bank sampah Wehasta yang sudah terbentuk 300 unit yang tersebar di Tangerang dan Mojokerto. Nantinya, produksi botol bir yang terbuat dari botol beling daur ulang bisa dibantu untuk disterilkan. 

Selanjutnya, karena pembuatan satu botol bir membutuhkan tiga botol air bersih, maka Yayasan Bambu Lestari juga ikut digandeng, agar air bersih bisa terus tersedia di tanah dan daerah aliran sungai (DAS).

Cara yaitu penanaman kembali lahan kritis dengan pohon bambu di sekitar DAS, agar bisa jadi waste trap atau penangkap sampah, sehingga sampah tidak mengalir di sepanjang aliran sungai hingga ke laut.

Baca Juga: Peringati Hari Bumi, OPPO Manfaatkan Teknologi Ramah Lingkungan

"Targetnya di 2025, MBI juga mampu memulihkan area hingga 428 hektar sungai, termasuk edukasi masyarakat tentang pentingnya konservasi air dan pengelolaan sampah bertanggung jawab," jelas Fainta.

Setidaknya ada beberapa rangkaian agenda dalam gerakan Cut the Tosh, di antaranya yakni:

  1. Tipe Talk, yaitu forum membicarakan isu seputar lingkungan dan sosial.
  2. Sustainability Competition (CTT) Incubators, yakni ide-ide keren dan Inovasi terkait keberlanjutan dari mahasiswa Indonesia.
  3. CTT 3 Days Summit, yaitu mengundang penggerak dan pendobrak, yang menjadikan Indonesia lebih baik, dengan cara belajar bersama dan berbagi tindakan terbaik agar kolaborasi lebih berdampak.

Komentar