facebook

Tegak Setelah Ombak, Monolog Inggit Garnasih yang Angkat Perjuangan Perempuan

M. Reza Sulaiman | Aflaha Rizal Bahtiar
Tegak Setelah Ombak, Monolog Inggit Garnasih yang Angkat Perjuangan Perempuan
Pertunjukan monolog Inggit Garnasih ‘Tegak Setelah Ombak’. (dok. Aflaha/Suara.com)

Lewat monolog Inggit Garnasih Tegak Setelah Ombak, pertunjukan yang diperankan oleh Happy Salma ini mengangkat perjuangan perempuan.

Suara.com - Titimangsa Foundation kini kembali menampilkan produksi pertunjukannya ke-53, setelah sempat tertunda selama dua tahun akibat pandemi. Lewat monolog Inggit Garnasih ‘Tegak Setelah Ombak’, pertunjukan ini diperankan oleh Happy Salma.

Happy Salma selaku produser sekaligus pemeran, pentas ini dihadirkan secara berbeda dalam bentuk teater musikal. Terinspirasi dari roman Kuantar Ke Gerbang dari karya Ramadhan KH, sosok Inggit merupakan tokoh penting dalam perjuangan perempuan.

“Inggit adalah sosok penting dan saksi di masa perjuangan, yang dilalui oleh para tokoh pendiri bangs aini. Inggit adalah spirit tentang kejujuran dan cerminan kedalaman perasaan seorang perempuan,” ungkapnya dalam Konferensi Pers di Ciputra Artpreneur Theatre, Kuningan Jakarta, Kamis (19/5/2022).

Happy Salma mengatakan, sosok Inggit merupakan fase yang tidak pernah dibicarakan di narasi sejarah besar. Dalam prosesnya, ia butuh konsentrasi dan stamina yang lebih untuk memainkan peran ini.

Baca Juga: 5 Tips Jitu untuk Mengatasi Insecure

Happy Salma dalam monolog Inggrid Garnasih ‘Tegak Setelah Ombak’. (dok. Aflaha/Suara.com)
Happy Salma dalam monolog Inggrid Garnasih ‘Tegak Setelah Ombak’. (dok. Aflaha/Suara.com)

“Beruntung, proses produksi dan dialog-dialog dengan segenap tim kerja terjadi dengan sangat baik. Mereka adalah para seniman mumpuni dengan reputasi di bidangnya masing-masing, yang mencurahkan energi terbaiknya untuk mewujudkan pertunjukan ini,” ungkap Happy Salma.

Dalam monolog ini, Inggit Garnasih adalah istri kedua dari Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Selama 20 tahun pernikahan, Inggit telah setia mengantar Soekarno lulus dari sekolahnya di Technische Hoogeschool te Bandoeng.

Tidak hanya itu, Inggit juga mendukung ekonomi keluarga saat Soekarno memulai pergerakan awalnya dalam berorganisasi, menghidupi Soekarno dengan berjualan jamu, alat-alat rumah tangga dan pertanian, serta merawat semangatnya saat ditahan di penjara Sukamiskin, dan mendampingi dalam pengasingannya di Ende dan Bengkulu.

Saat Bung Karno sampai di gerbang Istana menjelang kemerdekaan bangsa, Inggit mengemas barang-barang, kenangan dalam koper tuanya, dan kembali ke Bandung. Inggit memilih mempertahankan martabatnya sebagai perempuan, dan menolak dimadu ketika Soekarno menyatakan ingin menikah lagi.

Meski dijanjikan menjadi istri utama, Inggit memilih mengatakan tidak kepada Soekarno.

Baca Juga: Gelar Monolog Mata Kamera, Seri Ini Angkat Kisah Tokoh Sejarah Yang Tersisih Dari Indonesia

Monolog ini akan berlangsung pada Jumat dan Sabtu (20-21 Mei 2022) pada pukul 20.00 WIB, di Ciputra Artpreneur Theatre, Kuningan, Jakarta. Pentas ini merupakan persembahan Titimangsa, yang bekerja sama dengan Bakti Budaya Djarum Foundation dan Sleepbuddy.

Komentar