facebook

Cerita Penulis Naskah Monolog Inggit Garnasih Tegak Setelah Ombak, Sempat Merasa Baper Hingga Menangis

Risna Halidi | Aflaha Rizal Bahtiar
Cerita Penulis Naskah Monolog Inggit Garnasih Tegak Setelah Ombak, Sempat Merasa Baper Hingga Menangis
Pertunjukan monolog Inggit Garnasih ‘Tegak Setelah Ombak’. (dok. Aflaha/Suara.com)

Monolog Inggit Garnasih bertajuk Tegak Setelah Ombak merupakan produksi pementasan yang berpusat pada kisah istri kedua Ir. Soekarno.

Suara.com - Titimangsa Foundation akan segera merilis pertunjukkan Monolog Inggit Garnasih bertajuk 'Tegak Setelah Ombak’. Monolog tersebut akan menjadi produksi pementasan ke-53, dengan cerita berpusat pada sosok Inggit yang diperankan oleh Happy Salma.

Selain memerankan Inggit Garnasih, Happy Salma juga akan menahkodai produksi pementasan tersebut dan berperan sebagai produser.

Mengangkat sisi perjuangan perempuan di masa-maaa awal Republik Indonesia berdiri, monolog ini akan bercerita tentang Inggit Garnasih yang menjadi istri kedua dan setia menemani Ir Soekarno, presiden pertama Indonesia.

Duduk sebagai sosok penulis naskah ada Ratna Ayu Budhiarti. Berbicara dengan Suara.com di Ciputra Artpreneur Theatre, Kuningan Jakarta, Kamis (20/5/2022), kemarin, Ratna mengatakan ia sempat merasakan sensasi baper atau terbawa perasaan saat menulis naskah tersebut.

Baca Juga: 15 Tahun Jadi Istri Ke-2, 7 Foto Cut Keke tetap Hangat dengan Istri Pertama Suaminya

“Terus terang ketika menulis naskah ini banyak baper-nya, bahkan ada beberapa yang bikin saya nangis. Karena pas baca bolak-balik, saya menempatkan diri saya sebagai Inggit, bagaimana saya jatuh cinta dan patah hati,” ungkap Ratna.

“Untuk mendalami itu, saya juga baca buku lain. Ada sekitar sembilan buku dengan buku pinjaman. Bukunya lebih banyak tentang Soekarno. Jadi saya harus memahami Inggit dari Soekarno, bagaimana dia memperlakukan wanita di sekitarnya, gombalnya, dan rayuannya,” terang Ratna.

Kata Ratna, proses penulisan naskah cukup panjang, dengan ide awal sudah tercetus sejak tahun 2017 saat ia berbincang dengan Wawan Sofwan selaku Sutradara, serta Happy Salma.

Naskah sendiri terinspirasi dari roman bertajuk Kuantar Ke Gerbang karya Ramadhan KH.

“Saya ingin menghadirkan kembali kisah Inggit yang layak dikenang serta diteladani. Saya berupaya menghadirkan petikan-petikan peristiwa dalam kehidupan Inggit selama mendampingi Soekarno."

Baca Juga: Gelar Monolog Mata Kamera, Seri Ini Angkat Kisah Tokoh Sejarah Yang Tersisih Dari Indonesia

"Mulai dari sejengkal jarak yang mendekatkan, diakhiri pula dengan sejengkal jarak yang menjauhkan. Namun Inggit tetap tegak setelah dihantam ombak,” pungkasnya. 

Monolog ini akan berlangsung pada Jumat dan Sabtu (20-21 Mei 2022) pada pukul 20.00 WIB, di Ciputra Artpreneur Theatre, Kuningan, Jakarta. Pentas ini merupakan persembahan Titimangsa, yang bekerja sama dengan Bakti Budaya Djarum Foundation dan Sleepbuddy.

Komentar