facebook

Saran Kak Seto Untuk Anak-Anak yang Merasa Tertekan dengan Tuntutan Belajar dari Orang Tua

Vania Rossa | Lilis Varwati
Saran Kak Seto Untuk Anak-Anak yang Merasa Tertekan dengan Tuntutan Belajar dari Orang Tua
Ilustrasi orang tua mendampingi anak belajar.[Freepik.com]

Kak Seto mengingatkan bahwa orang tua tidak bisa selalu memaksakan kehendaknya sendiri dengan alasan demi kesuksesan anak.

Suara.com - Pemerhati anak Seto Mulyadi, atau akrab disapa Kak Seto, punya saran khusus bagi anak-anak yang merasa tertekan dengan tuntutan juga ekspektasi orang tua terhadap prestasi akademik.

Kak Seto mengingatkan bahwa orang tua tidak bisa selalu memaksakan kehendaknya sendiri dengan alasan demi kesuksesan anak.

"Salah satu hak dasar anak juga didengarkan kehendaknya. Jadi zaman now, bukan zamannya orang tua memaksakan kehendak. Tapi mendengar suara anak, anak berpartisipasi dalam menentukan kegiatannya maupun masa depannya," kata Kak Seto dihubungi suara.com, beberapa waktu lalu.

Anak juga berhak menyampaikan langsung kepada orang tua tentang minatnya. Oleh sebab itu, Kak Seto menyarankan pentingnya dilakukan diskusi keluarga agar orangtua dan anak terbiasa ngobrol bersama.

Baca Juga: Respons Ibu Ini Malah Jadi Sorotan, Ketika Melihat Anak Bermain Beras

"Harus terbuka, sampaikan saja 'Mah, aku senang kok belajar, tapi juga memang kurang mampu dalam bidang matematika, biologi, atau fisika. Aku lebih senang pada pilihan ini. Aku juga tetap terus belajar, tapi bidangku di bidang ini'," saran Kak Seto.

Apabila anak tidak berani menyampaikan langsung ke orang tua, bisa meminta bantuan kepada pihak lain. Misalnya, anggota keluarga yang lebih tua maupun guru.

Menurut Kak Seto, orang tua juga jangan sampai merasa selalu benar untuk menentukan aktivitas anak.

"Jadi penting ada second opinion dari masalah pendidikan ini kepada orangtua. Sehingga orangtua tidak merasa yang paling benar," ujar psikolog anak tersebut.

Baca Juga: Sinopsis Film Taare Zameen Par: Kisah Haru Seorang Anak Pengidap Disleksia yang Benci Belajar

Komentar