facebook

Chef Arnold: Orang Indonesia Memang Nggak Bisa Jauh dari Sambal

Vania Rossa | Lilis Varwati
Chef Arnold: Orang Indonesia Memang Nggak Bisa Jauh dari Sambal
Ilustrasi Sambal Khas Indonesia. (Freepik)

Dan sambal luar negeri, menurut Chef Arnold, rasanya beda dengan sambal Indonesia.

Suara.com - Masakan Indonesia banyak yang memiliki cita rasa pedas, tak heran jika sambal menjadi salah satu pelengkap wajib saat makan. Diakui pula oleh Chef Arnold Poernomo kalau kebanyakan orang Indonesia tidak bisa jauh dari sambal saat makan.

"Ke Australia, ke Kanada, ke Amerika, sambal Bu Rudy itu ada, lho. Orang Indonesia memang enggak bisa jauh-jauh (dengan sambal)," kata Chef Arnold ditemui di Mangkokku, Mal Sarinah, Jakarta, Rabu (29/6/2022).

Seperti nasi yang menjadi makanan pokok bagi orang Indonesia, menurut Chef Arnold, keberadaan sambal jadi pelengkap wajib saat makan.

"Kalau orang Indonesia mungkin enggak kenyang kalau enggak makan nasi, tapi juga enggak puas kalau enggak makan sambal. Dan lagi di Indonesia, berbagai macam sambal ada banyak banget. Mungkin kalau enggak ada sambal, gak asik. Itu perumpamaan atau apa," ujarnya.

Baca Juga: Mantap Banget, Sambal Mentah Khas Lampung Ini Selalu Bikin Penikmatnya Tergiur

Ia sendiri mengaku selalu mencari sambal saat bepergian ke luar negeri. Tak jarang ia menemukan merek sambal Indonesia yang dijual di berbagai negara.

Tetapi, di beberapa negara yang belum terdapat sambal khas Indonesia, chef Aenold mengatakan kerap kesulitan mendapat rasa yang pas atau mirip dengan sambal di Indonesia. Sebab, menurutnya, sambal di luar negeri justru rasanya lebih manis.

"Kemarin saya ke Australia bikin sambal, saya sudah kasih 20 cabai rawit dan rasanya pun masih manis, beda gitu. Itu mungkin yang bikin kita kangen kalau lagi di luar negeri," ungkapnya.

Komentar