facebook

Tiket Terusan Pulau Komodo Jadi Lebih Mahal, Menparekraf Sandiaga Uno: Demi Kelestarian Komodo dan Alam

M. Reza Sulaiman | Fajar Ramadhan
Tiket Terusan Pulau Komodo Jadi Lebih Mahal, Menparekraf Sandiaga Uno: Demi Kelestarian Komodo dan Alam
Taman Nasional Komodo (Stutterstock)

Kenaikan tiket terusan di Taman Nasional Komodo akan diberlakukan pada 1 Agustus dengan harga Rp 3.750.000 dan berlaku selama satu tahun.

Suara.com - Belum lama ini, adanya wacana dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk menaikkan tiket terusan di Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Dikatakan, tiket terusan tersebut akan diberlakukan pada 1 Agustus dengan harga Rp 3.750.000 dan berlaku selama satu tahun.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan, wacana kebijakan tersebut dimaksudkan demi kelestarian tanaman dan komodo di Pulau Komodo.

Tidak hanya itu, Sandiaga Uno juga menuturkan, wacana kebijakan ini juga menekan jumlah turis yang datang ke Taman Nasional Komodo. Selain itu, wacana ini juga dimaksudkan untuk mencegah kepunahan komodo.

Baca Juga: Tarif Masuk Pulau Komodo dan Pulau Padar Rp3,75 Juta Per Orang Mulai 1 Agustus 2022

Menparekraf Sandiaga Uno dalam weekly press briefing, Senin (4/7/2022). (Dok. Tangkapan Layar/Fajar Ramadhan)
Menparekraf Sandiaga Uno dalam weekly press briefing, Senin (4/7/2022). (Dok. Tangkapan Layar/Fajar Ramadhan)

“Tentunya berkaitan dengan berbagai aspek konservasi kelestarian lingkungan yang harus diutamakan, fokus pada gaya dukung, dan terhadap jumlah turis yang dapat diakomodasi untuk masuk ke Taman Nasional Komodo, karena kita tidak ingin komodo ini punah, dan alam terusik,” kata Sandiaga Uno dalam Weekly Press Briefing, Senin (04/07/2022).

Kenaikan tersebut justru juga dimaksudkan untuk mengurangi jumlah wisatawan yang datang ke Pulau Komodo. Menurutnya, untuk menjaga kelestarian alam dan komodo itu sendiri harus dibutuhkan pengurangan jumlah wisatawan yang hadir.

Dalam kesempatan yang sama, Sandiaga Uno juga menegaskan hal ini tidak akan menurunkan minat wsiatawan untuk datang ke Labuan Bajo. Menurutnya di Labuan Bajo terdapar berbagai tempat wisata yang dapat dikunjungi selain Pulau Komodo.

“Kita harus membangun wisata-wisata lainnya bukan hanya Pulau Komodo, saya melihat ada Wae Rebo, Karang Bolong, Pink Beach, dan lainnya. Mungkin juga wisata kuliner yang bisa dikembangkan atau wisata berbasis sejarah,” ucap Sandiaga Uno.

Oleh karena itu, menurutnya meskipun adanya penurunan wisatawan khususnya di Taman Nasional Komodo, ia yakin Labuan Bajo tetap menjadi wisawata unggulan di Indonesia.

Baca Juga: Pulau Komodo Akan Punya Pelayanan Medis Darurat untuk Wisatawan Sakit yang Lagi Berwisata

“Saya cukup yakin apapaun keputusan yang diambil Labuan Bajo akan tetap menjadi wisata unggulan dan memberikan peluang dan lapangan kerja yang luas dan tersedia untuk masyarakat luas di NTT,” pungkasnya.

Komentar