Bisa Berbahaya, Begini Cara Minimalisir Peredaran Kosmetik Palsu di Pasaran

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 15 Juli 2022 | 10:31 WIB
Bisa Berbahaya, Begini Cara Minimalisir Peredaran Kosmetik Palsu di Pasaran
Ilustrasi kosmetik bekas. (Pexels/Free Creative Stuff)

Suara.com - Kosmetik palsu dan ilegal kerap masih banyak dijual di pasaran. Padahal kosmetik palsu dan ilegal bisa berbahaya terhadap penggunanya.

Oleh sebab itu, PT Nose Herbalindo bekerja sama dengan perusahaan IT dari Hongkong mengembangkan sistem anti-counterfeit untuk produk-produk kosmetik yang mereka produksi.

"Sistem ini kami kembangkan dan bekerja sama dengan perusahaan IT di Hongking yaitu HK Sense Information Technology Group co. Ltd. Pengembangan sistem anti-counterfeit ini terbilang cukup lama ya kira-kira setahun lebih baru bisa selesai dan dapat diimplementasikan ke produk-produk yang kami produksi.” ujar IT PT Nose Herbalindo, Budi Sastro, dalam keterangannya, Jumat, (15/7/2022).

Counterfeit atau pemalsuan untuk produk-produk kosmetik di Indonesia sangat sering terjadi. Budi menjelaskan, bahwa sistem anti-counterfeit ini dikembangkan dengan tujuan untuk memastikan produk kosmetik klien yang beredar di pasaran asli dibuat oleh PT Nose Herbalindo melalui scan barcode dengan kode verifikasi yang hanya bisa digunakan satu kali saja.

Ilustrasi kosmetik bekas. (Pexels/Skitterphoto)
Ilustrasi kosmetik bekas. (Pexels/Skitterphoto)

"Sistem ini mampu menunjukkan keunikan antara tiap produk yang diterima customer. Karena customer akan mendapatkan informasi lengkap tentang proses produksi produk yang dipakainya, seperti number of batch, sumber bahan-bahan yang digunakan, kegunaannya, hingga tanggal produksi.” ujar Budi Sastro.

“Selain itu, sistem ini dirancang untuk dapat membantu meningkatkan brand communication antara customer dengan brand melalui video terkait produk tersebut. Misalnya, video proses pembuatan atau video yang menjelaskan latar belakang produk product story. Tentu saja, sistem ini juga akan membantu meningkatkan kepuasan dari pengguna customer retention produk- produk milik klien melalui penawaran menarik dari special offers yang ditawarkan masing-masing brand.” tambah Budi.

Salah satu produk skincare yang banyak beredar palsu di pasaran adalah The Ordinary. Brand skincare dari Deciem, Kanada ini menawarkan produk-produk skincare untuk mengatasi berbagai masalah pada kulit.

Tingginya demand produk ini dipasaran membuat para oknum nakal mencoba untuk membuat dan menjual produk The Ordinary palsu dengan harga yang jauh lebih murah. Ditambah lagi,  penjualan The Ordinary palsu ini banyak dilakukan melalui e-commerce, dimana pembeli tidak dapat membandingkan secara langsung kemasan produk yang asli dan palsu.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Tersangka Kasus Kosmetik Ilegal di Makassar Segera Masuk Ruang Sidang

5 Tersangka Kasus Kosmetik Ilegal di Makassar Segera Masuk Ruang Sidang

Sulsel | Jum'at, 15 Juli 2022 | 07:23 WIB

Gerakan Back To Nature Dorong Peningkatan Kosmetik Tematik

Gerakan Back To Nature Dorong Peningkatan Kosmetik Tematik

Lifestyle | Kamis, 14 Juli 2022 | 21:41 WIB

Ngeri Banget! Ini Tandanya Kulit Rusak Karena Gunakan Kosmetik Bermerkuri

Ngeri Banget! Ini Tandanya Kulit Rusak Karena Gunakan Kosmetik Bermerkuri

Lifestyle | Kamis, 14 Juli 2022 | 20:45 WIB

Terkini

IHSG Berhasil Tembus 6.700 Pagi Ini, Cek Saham ANTM

IHSG Berhasil Tembus 6.700 Pagi Ini, Cek Saham ANTM

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 09:16 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Nasional Tembus Rp91.000 per Kg, Naik Hampir Rp8.000

Harga Cabai Rawit Merah Nasional Tembus Rp91.000 per Kg, Naik Hampir Rp8.000

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 09:15 WIB

Rumus Volume dan Luas Permukaan Limas Segi Empat, Lengkap dengan Contoh Soalnya

Rumus Volume dan Luas Permukaan Limas Segi Empat, Lengkap dengan Contoh Soalnya

Tekno | Kamis, 10 September 2026 | 09:15 WIB

Blusukan ke Pelosok Sumut, Kepala Unit BRI Ini Temukan Sisi Lain Perjuangan UMKM

Blusukan ke Pelosok Sumut, Kepala Unit BRI Ini Temukan Sisi Lain Perjuangan UMKM

Bri | Kamis, 10 September 2026 | 09:14 WIB

Kenapa Syahrini Sangat Kaya? OOTD Nonton Konser Tembus Rp37 M Bikin Heboh

Kenapa Syahrini Sangat Kaya? OOTD Nonton Konser Tembus Rp37 M Bikin Heboh

Entertainment | Kamis, 10 September 2026 | 09:05 WIB

Kemenhut Tangkap DPO Pemodal Illegal Logging di Kalteng Setelah 3 Bulan Buron

Kemenhut Tangkap DPO Pemodal Illegal Logging di Kalteng Setelah 3 Bulan Buron

Kalbar | Kamis, 10 September 2026 | 09:02 WIB

Veronica Tan Ungkap Pentingnya Peran Ibu Dampingi Anak di Masa Tumbuh Kembang

Veronica Tan Ungkap Pentingnya Peran Ibu Dampingi Anak di Masa Tumbuh Kembang

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 09:00 WIB

Prabowo Lepas 430 Atlet Indonesia ke Asian Games 2026

Prabowo Lepas 430 Atlet Indonesia ke Asian Games 2026

Foto | Kamis, 10 September 2026 | 09:00 WIB

Dony Oskaria Dengar Sewa Gedung Telkom oleh BGN di Atas Harga Pasar

Dony Oskaria Dengar Sewa Gedung Telkom oleh BGN di Atas Harga Pasar

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 08:59 WIB

800 Aset Pemprov Sultra Diduga Bermasalah, Kejati Turun Tangan

800 Aset Pemprov Sultra Diduga Bermasalah, Kejati Turun Tangan

Sulsel | Kamis, 10 September 2026 | 08:57 WIB

×