- Indeks Harga Saham Gabungan berhasil menembus level 6.701 pada awal perdagangan hari Kamis, 10 September 2026.
- BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak dalam fase konsolidasi pada kisaran support 6.600 dan resistance 6.720.
- Pergerakan pasar selanjutnya dipengaruhi oleh konflik Timur Tengah, harga komoditas, serta data ekonomi domestik dan Amerika Serikat.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya tembus level 6.700 pada awal perdagangan, Kamis, 10 September 2026. IHSG dibuka menguat ke level 6.688.
Berdasarkan data Stockbit, hingga pukul 09.05 WIB, IHSG terus melonjak 0,35 persen ke level 6.701.
Pada perdagangan waktu itu sebanyak 3,71 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp2,43 triliun serta frekuensi sebesar 157.680 kali.
Di waktu itu, terdapat 300 saham menghijau, sedangkan, 170 saham merosot. Sisanya, 493 saham masih belum bergerak alias stagnan.
![Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) meminta penerapan aturan free float atau jumlah saham yang dilepas ke publik sebesar 15 persen dilakukan secara bertahap. [Suara.com/Rina Anggraeni]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/04/82222-ihsg.jpg)
Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:
Top Gainer
- VICO
- JECC
- FOLK
- BELI
- VINS
Top Loser
- UDNG
- POLA
- SHID
- PLAN
- SOHO
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan masih bergerak konsolidasi pada perdagangan hari ini. Pelaku pasar akan mencermati perkembangan konflik Timur Tengah yang kembali mendorong harga minyak mentah dunia.
BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG masih akan bergerak dalam fase konsolidasi dengan kisaran 6.600-6.720.
Level 6.600 menjadi support terdekat, sedangkan 6.700 merupakan resistance yang perlu ditembus IHSG.
Selama level 6.600 mampu dipertahankan, peluang indeks untuk kembali menguji level 6.700 masih terbuka.
Pergerakan IHSG selanjutnya akan sangat dipengaruhi perkembangan konflik Timur Tengah serta harga komoditas, terutama minyak dan batu bara.
Selain itu, investor akan mencermati sejumlah data ekonomi yang dapat memengaruhi sentimen pasar. Salah satunya adalah data Retail Sales Indonesia Juli yang diperkirakan terkontraksi 3,3 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Pasar juga menunggu data Producer Price Index (PPI) dan Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.
Sejumlah analis lain juga melihat IHSG masih memiliki ruang untuk bergerak terbatas. MNC Sekuritas memperkirakan support berada di 6.663 dan resistance 6.683, sementara BRIDS melihat rentang yang lebih luas di 6.600-6.720.
Untuk perdagangan hari ini, BRIDS merekomendasikan investor mencermati tiga saham, yakni PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).