Tasyi Athasyia Keguguran karena Dipaksa Diet oleh Keluarga, Benarkah Ibu Hamil Diet Bisa Sebabkan Keguguran?

Kamis, 22 September 2022 | 18:27 WIB
Tasyi Athasyia Keguguran karena Dipaksa Diet oleh Keluarga, Benarkah Ibu Hamil Diet Bisa Sebabkan Keguguran?
Potret Kedekatan Tasyi Athasyia dengan Ibunda (instagram/@tasyiiathasyia)

Suara.com - Polemik Tasyi Athasyia, Tasya Farasya dan ibunya Alawiyah Alatas semakin panjang. Salah satunya Syech Zaki mengatakan istrinya, Tasyi sempat keguguran anak pertama karena disuruh diet saat hamil.

Fakta ini diungkap Syech Zaki dalam video klarifikasi terbarunya di YouTube, bahwa Tasyi mengalami tekanan dari ibunya sendiri di masa lampau.

Syech Zaki mengatakan, ia pun sempat disinggung soal kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi istrinya selama kehamilan.

"Anak pertama yang aku tunggu-tunggu itu meninggal bukan tanpa sebab. Kak Tasyi itu anak orang mampu, aku juga kok bisa kok dan mampu beli makanan," kata Syech Zaki dilansir dari Youtube Tasyi Athasyia, Kamis (22/9/2022).

Melansir Baby Centre, keguguran jadi peristiwa umum bagi ibu hamil. Bahkan riset menunjukan setelah dinyatakan positif hamil, 1 dari 5 kehamilan mengalami keguguran.

Namun hingga saat ini tidak ada bukti diet atau menurunkan berat badan bisa menurunkan risiko keguguran.

Sedangkan mengutip Norton Healthcare, ibu hamil di minggu-minggu awal kehamilan diminta tidak menurunkan berat badan, karena tidak baik untuk sang ibu maupun bayi yang di kandungnya.

Ini karena diet saat hamil dengan tujuan mempertahankan berat badan atau menurunkan berat badan, pada trimester kedua atau ketiga kehamilan, bisa menghilangkan nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh kembang.

Namun obesitas atau kelebihan berat badan selama kehamilan bisa menyebabkan darah tinggi, preeklamsia, masalah pembekuan darah dan diabetes gestasional dan komplikasi lainnya.

Baca Juga: Rentetan Konflik Keluarga Tasyi dan Tasya, Dijauhi Kerabat Sendiri Hingga Trending Topik di Media Sosial

"Cara terbaik agar kehamilan tetap sehat, yaitu mengoptimalkan kesehatan sebelum kehamilan, termasuk berusaha mendapatkan berat badan ideal sebelum kehamilan," ujar Dokter Obgyn Norton Women's Care, Kara B. Knapp, MD.

Inilah sebabnya ia tidak menyarankan untuk diet atau mencoba menurunkan berat badan selama kehamilan, karena bisa membuat janin tidak mendapatkan nutrisi penting.

Adapun cara agar berat badan tidak bertambah terlalu banyak saat hamil, bisa dengan berkonsultasi lebih dulu ke dokter kandungan tentang berapa berat badan yang harus dinaikan.

Sebaiknya konsultasi dengan dokter kandungan sebelum kehamilan, memastikan cara terbaik menyiapkan tubuh untuk calon bayinya nanti.

Selain itu disarankan juga menghindari camilan berkalori tinggi, seperti keripik dan permen, serta fokus pada makanan lebih sehat dan sayuran.

Pantau juga kenaikan berat badan, serta buat penyesuaian kebiasaan makan selama kehamilan. Pastikan juga tetap berolahraga agar tubuh sehat dan kuat, dan konsultasi pada dokter olahraga yang aman, khusus setelah kehamilan lewat dari 12 minggu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI