Tanda Super-Helper Syndrome, Kacanduan Menolong Orang yang Justru Merugikan Diri Sendiri

Yasinta Rahmawati

Senin, 26 September 2022 | 17:00 WIB
Tanda Super-Helper Syndrome, Kacanduan Menolong Orang yang Justru Merugikan Diri Sendiri
Ilustrasi Super-Helper Syndrome. (Photo by Hannah Xu on Unsplash)

Suara.com - Tolong menolong adalah hal yang baik untuk dilakukan. Namun jika dorongan untuk membantu itu datang dengan konsekuensi merugikan kesejahteraan diri sendiri, bisa jadi orang itu mengidap yang namanya Super-Helper Syndrome.

Seperti dihimpun dari laman Metro, sindrom ini merupakan istilah yang diciptakan oleh psikolog Jess Baker dan Rod Vincent, untuk menggambarkan orang-orang yang memiliki dorongan untuk membantu orang lain sementara gagal memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

Sindrom ini bisa diderita oleh seseorang, yang mungkin tidak menyadarinya. Maka dari itu, ada urgensi tertentu untuk mengetahui tanda dari Super-Helper Syndrome ini.

Untuk mengenali tanda dari sindrom ini dan memahami apa dampak buruknya, Anda bisa simak penjelasan di bawah ini.

Tanda Super-Helper Syndrome

Ada beberapa tanda-tanda yang paling jelas tampak pada orang dengan sindrom ini.

  • Pertama, berusaha memberikan bantuan pada semua aspek kehidupan
  • Sering membantu orang lain, namun tidak ada bantuan yang diterimanya secara sepadan
  • Menempatkan kebutuhan orang lain di atas kepentingannya sendiri
  • Orang dengan sindrom ini menjadi tujuan pertama untuk mencurahkan isi hati dari orang-orang disekitarnya saat mengalami kesulitan dalam hidup
  • Merasa bersalah ketika tidak bisa memberikan bantuan pada orang lain yang membutuhkannya
  • Sulit untuk menolak permintaan bantuan dari orang lain
  • Memiliki perhatian yang tinggi pada orang lain, yang orang-orang yang dibantunya tidak tertarik untuk membantu menyelesaikan permasalahan orang tersebut
  • Rentan terlibat drama dan terus memberi saran pada orang lain, dengan maksud memperbaiki masalah yang disebabkan orang lain tersebut
  • Orang bisa dengan mudah untuk membuka rahasia atau hal pribadi saat pertama kali bertemu dengannya, karena merasa nyaman dan aman
Ilustrasi menolong orang.[Freepik.com]
Ilustrasi menolong orang.[Freepik.com]

Dampak Buruk yang Bisa Muncul dari Super-Helper Syndrome

Ketika sindrom ini terus dibiarkan dan tidak mendapatkan pertolongan tepat, maka dampaknya akan cukup buruk untuk penderita sindrom tersebut.

1. Kelelahan Fisik dan Mental

baca juga

Upaya membantu orang lain yang terus menerus dan tidak berkesudahan akan membuat seseorang mengalami kelelahan yang luar biasa. Dari sisi fisik dan mental, orang tersebut akan memaksa dirinya untuk menyelesaikan permasalahan orang lain.

Perasaan lelah sepanjang waktu ini dirasakan dalam waktu lama, bahkan hingga pada keluhan fisik seperti otot tegang dan sakit kepala.

2. Eksploitasi dari Orang Sekitar

Efek buruk selanjutnya adalah risiko eksploitasi oleh orang disekitarnya. Eksploitasi ini sangat berdampak untuk kondisi mental jika benar-benar tidak kuat. Terus menerus merasa dimanfaatkan bisa membuat hubungan pertemanan atau asmara menjadi tidak sehat.

Perlahan akan muncul rasa ketergantungan yang justru membuat beban seseorang dengan sindrom ini terus bertambah.

3. Munculnya Rasa Benci

Perlahan tapi pasti, akan muncul rasa benci di dalam diri seseorang. Hal ini akan berbalik menyerang diri sendiri, karena keinginan menolong terus menerus dan ada kecenderungan penolakan ketika akan diberikan pertolongan atau imbalan.

4. Kritik pada DIri Sendiri

Terakhir adalah terkait dengan kebiasaan mengkritik dan mendiskreditkan diri sendiri. Hal ini bisa muncul ketika bantuan yang diberikan ternyata tidak menghasilkan output seperti harapan. Seorang kemudian akan mengkritik dirinya sendiri terkait kemampuannya memberikan bantuan.

Sedikit penjelasan di atas semoga menjadi penjelasan yang mudah dipahami terkait Super-Helper Syndrome. Konsultasikan dengan ahli kesehatan mental kepercayaan Anda, dan segera temukan solusinya!

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Cara Membuat Kehidupan Kita Menjadi Lebih Berarti

5 Cara Membuat Kehidupan Kita Menjadi Lebih Berarti

Your Say | Senin, 26 September 2022 | 11:30 WIB

Bisa Bikin Panjang Umur, Ini Deretan Manfaat Lain Membantu Sesama

Bisa Bikin Panjang Umur, Ini Deretan Manfaat Lain Membantu Sesama

Lifestyle | Rabu, 07 September 2022 | 14:13 WIB

3 Hal yang Penting untuk Diperhatikan Ketika Membantu Orang Lain

3 Hal yang Penting untuk Diperhatikan Ketika Membantu Orang Lain

Your Say | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 09:22 WIB

Terkini

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:06 WIB

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:15 WIB

×