Suara.com - Prosesi pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono menuai banyak perhatian masyarakat. Acara pernikahan putra bungsu Presiden Joko Widodo alias Jokowi ini juga terdiri dari berbagai rangkaian acara yang dilaksanakan selama tiga hari.
Salah satu acara yang menarik perhatian yaitu tradisi begalan. Prosesi yang dibuat dalam acara ngunduh mantu, Minggu (11/12/2022) ini, cukup menarik perhatian. Pasalnya, warga lokal yang berada di sana mendapatkan perabot secara gratis.
Prosesi satu ini dibuka dengan seseorang yang menarik diiringi musik sinden jawa. Sementara itu, di tempat yang luas terdapat pikulan dengan berbagai jenis perabotan. Para warga di sekitar lokasi diperbolehkan mendekati pikulan tersebut.

Setelah dipersilakan, warga boleh mengambil satu perabotan rumah tangga di pikulan tersebut. Dalam video siaran langsung di kanal Youtube Presiden Joko Widodo, terlihat warga langsung berebut perabotan yang ingin diambilnya.
Ada beberapa warga yang mendapatkan panci, kuali, hingga berbagai perabotan lainnya. Terlihat juga beberapa ibu-ibu tampak sangat heboh dan bersemangat mengambil perabotan tersebut.
Terkait tradisi begalan sendiri, merupakan tradisi Banyumas yang biasa dilakukan pada saat prosesi pernikahan. Mengutip dari situs Kementerian Keuangan RI, tradisi begalan biasa dilaksanakan setelah akad nikah atau saat resepsi.
Awal mula tradisi begalan
Begalan berasal dari kisah Adipati Wirasaba yang mempersunting putri dari Adipati Banyumas. Kala itu, Adipati Wirasa dengan rombongannya membawa pernak-pernik atau perhiasan untuk acara pernikahan. Namun, di pertengahan jalan, ia dirampok atau dibegal.
Hal tersebut menyebabkan pertarungan hebat. Akan tetapi, Adipati Wirasaba menjadi pemenang dalam pertarungan itu sehingga pernikahan tetap berjalan dengan lancar. Sementara itu, nama tempat pertarungan tersebut dikenal dengan sebutan Sokawera.
Biasanya, dalam begalan barang-barang yang diperebutkan berhubungan dengan alat-alat dapur yang disebut brenong kepang, antara lain iyan, pedhang wlira, cething, siwur, kukusan, ilir, dll. Barang-barang ini digunakan sebagai simbol pembersihan diri.
Dalam pelaksanaannya, nanti diawali dengan iringan musik. Setelah itu, akan datang dua orang penari dimana satu orang memikul brenong kepang. Penari yang membawa barang-barang disebut Gunareka dan satu orang penari lainnya disebut Rekaguna yang berperan sebagai Pembegal.
Nantinya akan ada dialog serta berbagai aksi, hiburan, serta nasihat yang diberikan dan dimaksudkan untuk para tamu undangan yang hadir.