1200 Cendekiawan Muda Diskusi Dampak Kolonialisme Terhadap Budaya dan Kaitannya Dengan Krisis Iklim, Apa Hubungannya?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 19 Desember 2022 | 16:14 WIB
1200 Cendekiawan Muda Diskusi Dampak Kolonialisme Terhadap Budaya dan Kaitannya Dengan Krisis Iklim, Apa Hubungannya?
1200 Cendekiawan Muda Diskusi Dampak Kolonialisme Terhadap Budaya dan Kaitannya Dengan Krisis Iklim, Apa Hubungannya? (DOk: istimewa)

Suara.com - Sebanyak 1200 orang dari 31 negara belum lama ini menghadiri konferensi yang membahas hal-hal terkait antara budaya Asia Tenggara dan lingkungan, ekologi, dan keanekaragaman hayatinya.

Konferensi bertajuk Climate Futures #1: Cultures, Climate Crisis, and Disappearing Ecologies itu diadakan oleh ASEAN Foundation bermitra dengan Nanyang Technological University Center for Contemporary Art Singapore (NTU CCA).

Dalam keteranganya, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation Dr. Yang Mee Eng, mengatakan bahwa Pertemuan Climate Futures #1: Cultures, Climate Crisis and Disappearing Ecologies diadakan dengan tujuan untuk mempelajari, mendokumentasikan, dan menganalisa dampak kolonialisme terhadap budaya dan keterkaitannya dengan krisis iklim saat ini.

Secara lebih terperinci, konferensi ini juga memiliki tujuan utama untuk memperlakukan pengetahuan lokal asli dan perspektif budaya sama seperti ilmu pasti yang berasal dari penelitian konvensional, agar dapat menumbuhkan hubungan pertukaran pengetahuan jangka panjang.

"Proyek ini bertujuan untuk membangun pemahaman yang lebih luas tentang warisan paska kolonial dan tantangan yang dibawanya hingga saat ini, sambil membangun jaringan internasional yang kuat dan mengidentifikasi metodologi yang berpotensi untuk membawa sebuah perubahan yang bersifat positif," kata dia.

Hal ini merupakan sebuah kesempatan untuk memulai wacana penting yang tertanam di kawasan ASEAN, dan melibatkan seluruh peserta untuk dapat bergabung bersama entitas dan mitra lain, menjadi multi-vokal dan multi-lokal.

"Menurut International Monetary Fund, negara-negara berkembang mewakili 85 persen dari populasi dunia dan menghadapi beban tantangan sosial dan lingkungan global. ASEAN termasuk yang mewakili sebagian besarnya, untuk itu pembicara yang hadir di konferensi merupakan perwakilan dari negara-negara ASEAN dengan pengalaman langsung dari tantangan yang dihadapi. Selama konferensi berlangsung kami berharap dapat mengeksplorasi bersama kemungkinan masa depan yang lebih baik di luar krisis iklim saat ini," kata dia. 

Konferensi yang berlangsung terdiri dari diskusi tentang pendekatan alternatif untuk studi regional yang berfokus pada urgensi seperti kenaikan permukaan laut dan suhu serta dampaknya terhadap sumber daya alam di wilayah tersebut. Diskusi juga akan berfokus secara khusus terhadap pembahasan sumber daya alam di area Sungai Mekong dan Delta (Myanmar, Laos, Thailand, Kamboja, Vietnam) dan aliran sungainya ke Indonesia, Malaysia dan Filipina serta Selat Malaka yang memainkan peran penting dalam pembagian wilayah sejarah.

Pendekatan holistik dari Climate Futures #1: Cultures, Climate Crisis, and Disappearing Ecologies adalah untuk merangsang diskusi antara seniman, desainer interior dan arsitek, ilmuwan, pemerhati lingkungan, serta suara lokal dan pembuat kebijakan. Melalui acara ini, kami berupaya menjangkau publik yang lebih luas termasuk para cendekiawan muda dan praktisi seni, serta tokoh masyarakat dari kawasan ASEAN.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

25 Desainer Hadirkan Karya dalam IFC 2022 untuk Rayakan Keberagaman Budaya Indonesia

25 Desainer Hadirkan Karya dalam IFC 2022 untuk Rayakan Keberagaman Budaya Indonesia

Press Release | Senin, 19 Desember 2022 | 13:55 WIB

GMC Blitar Pertahankan Ragam Kekayaan Budaya Lokal di Tengah Gempuran Budaya Asing

GMC Blitar Pertahankan Ragam Kekayaan Budaya Lokal di Tengah Gempuran Budaya Asing

Bisnis | Senin, 19 Desember 2022 | 07:59 WIB

Kesibukan Tempat Wisata GWK di Bali Jelang Libur Nataru

Kesibukan Tempat Wisata GWK di Bali Jelang Libur Nataru

Foto | Minggu, 18 Desember 2022 | 09:00 WIB

Terkini

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:57 WIB

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:38 WIB

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:06 WIB

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:54 WIB

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:48 WIB

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:42 WIB

×