Kenapa Khong Guan Jadi Kue Khas Lebaran? Intip Sejarahnya

Rifan Aditya

Kamis, 16 Februari 2023 | 10:16 WIB
Kenapa Khong Guan Jadi Kue Khas Lebaran? Intip Sejarahnya
Kenapa Khong Guan Jadi Kue Khas Lebaran? - Khong Guan. (Antara)

Suara.com - Tidak sedikit masyarakat Indonesia, atau bahkan secara umum, mengenal brand Khong Guan sebagai salah satu makanan yang ‘wajib’ ada di hari besar lebaran. Padahal sebenarnya tidak ada kewajiban untuk menyediakan kue kering ini. Lalu kenapa Khong Guan jadi kue khas lebaran di Indonesia?

Tidak secara resmi memang, namun rasanya meja tamu tanpa biskuit atau kue kering Khong Guan terasa sangat aneh. Meski tentu saja ini sebuah hal yang subjektif. Namun keberadaan sebuah kaleng besar berwarna merah terasa sangat bersahabat untuk menyambut orang-orang yang hadir bersilaturahmi di hari Lebaran.

Sejarah Khong Guan

Merek biskuit Khong Guan sejatinya berasal dari Singapura. Dalam situs resminya, brand ini didirikan oleh imigran asal Fujian, China, yaitu Chen Choo Keng dan Chew Choo han. Awalnya mereka bekerja di pabrik biskuit di Singapura.

Singkat cerita ketika masa penjajahan, bisnis menjadi kacau dan mereka sempat membuat sendiri biskuit untuk dijual. Terhalang oleh sulitnya bahan baku, mereka sempat menjual garam dan sabun, sebelum akhirnya kembali lagi ke Singapura dan memulai usaha biskuit lagi.

Inovasi dimulai sejak Chew Choo Han menemukan mesin bisnis tua dan membelinya untuk digunakan. Dengan sistem produksi yang semi-otomatis, keduanya berhasil membuat operasional pabrik kembali berjalan. Khong Guan Biscuit Factory (Singapore) Limited kemudian diresmikan di tahun 1947.

Brand ini masuk Indonesia pada tahun 1980-an, dan kini telah memiliki banyak produk selain kaleng biskuit legendaris yang dikenal semua orang.

Hadir Sejak Indonesia Berada di Era Perjuangan

Pada era-era biskuit ini populer, Indonesia masih dalam masa kemerdekaan yang penuh perjuangan. Konflik kepentingan terjadi di berbagai lokasi, dan membuat masyarakat harus berjuang melawan saudaranya sendiri.

baca juga

Sejarah panjang Khong Guan dan masyarakat Indonesia mungkin adalah salah satu hal besar yang membuatnya sangat identik dengan perayaan lebaran. Sejak dipasarkan dahulu, harganya cenderung cukup terjangkau sehingga segmen pasar yang dimiliki benar-benar luas.

Tidak heran jika banyak sekali rumah yang menjadikannya sajian wajib saat lebaran. Dengan harga yang terjangkau ini terdapat banyak sekali varian biskuit yang bisa disajikan, dan orang juga tak perlu repot mencari tempat sajinya.

Sebab kaleng yang berukuran besar menyediakan beberapa layer biskuit yang bisa dinikmati selama perayaan Lebaran. Selain itu, anak-anak hingga orang dewasa juga menyukai cita rasa biskuit kalengan ini.

Alasan lain yang menjadikan Khong Guan layak jadi kue khas Lebaran adalah karena awet dan tahan lama. Sebagaimana kita tahu, perayaan lebaran di Indonesia masih meriah hingga seminggu pertama.

Namun tak jarang, di masyarakat daerah tertentu perayaan lebaran masih semarak hingga selama satu bulan. Nah, biskuit kalengan seperti Khong Guan masih bisa dinikmati meskipun kemasannya telah dibuka berhari-hari. Sehingga camilan ini dapat dinikmati sebagai sajian lebaran yang tahan lama.

Biskuit kalengan seperti Khong Guan dipilih menjadi kue khas lebaran juga karena kemudahannya. Orang tidak perlu membuat kue kering lebaran seperti nastar, lidah kucing, putri salju dan sejenisnya. Cukup menyajikan biskuit Khong Guan, tidak perlu repot-repot. 

Memang tidak ada penjelasan historis kenapa Khong Guan jadi kue khas lebaran yang sepertinya ‘wajib’ ada di meja tamu. Semoga artikel ini memberikan informasi yang berguna untuk Anda, dan selamat melanjutkan aktivitas!

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hitung Mundur, Lebaran 2023 Kurang Berapa Hari Lagi? Ini Persiapan yang Wajib Dilakukan

Hitung Mundur, Lebaran 2023 Kurang Berapa Hari Lagi? Ini Persiapan yang Wajib Dilakukan

News | Rabu, 15 Februari 2023 | 14:57 WIB

Daftar Jalan Tol Baru yang Bisa Beroperasi Saat Mudik Lebaran

Daftar Jalan Tol Baru yang Bisa Beroperasi Saat Mudik Lebaran

Bisnis | Rabu, 08 Februari 2023 | 16:20 WIB

Bulog Bakal Datangkan 100 Ribu Ton Daging Kerbau Asal India, Peternak Siap-siap Menjerit

Bulog Bakal Datangkan 100 Ribu Ton Daging Kerbau Asal India, Peternak Siap-siap Menjerit

Bisnis | Rabu, 08 Februari 2023 | 10:00 WIB

5 Fakta Isu Vaksin Booster Kedua Jadi Syarat Mudik 2023, Aturan Berubah Jelang Lebaran?

5 Fakta Isu Vaksin Booster Kedua Jadi Syarat Mudik 2023, Aturan Berubah Jelang Lebaran?

News | Senin, 06 Februari 2023 | 07:49 WIB

Mau Mudik Lebaran 2023, Haruskah Vaksin Booster Kedua?

Mau Mudik Lebaran 2023, Haruskah Vaksin Booster Kedua?

Serang | Minggu, 05 Februari 2023 | 21:16 WIB

Terkini

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

×