Bayar Utang Puasa dengan Niat Puasa Senin Kamis, Apakah Sah?

M. Reza Sulaiman
Bayar Utang Puasa dengan Niat Puasa Senin Kamis, Apakah Sah?
Ilustrasi puasa Ramadhan. (Pixabay/pictavio)

Terkait utang puasa dan puasa sunnah, ustaz Adi Hidayat pun membagikan penjelasannya berdasarkan pandangan ulama.

Suara.com - Utang puasa Ramadhan wajib untuk dibayarkan atau di-qadha di luar bulan Ramadhan. Seperti perempuan yang datang bulan saat Ramadhan atau karena hal mendesak seperti sakit yang mengharuskan untuk batal puasa.

Terkait utang puasa dan puasa sunnah, ustaz Adi Hidayat pun membagikan penjelasannya berdasarkan pandangan ulama.

“Dahulukan yang wajib (qadha puasa). Karena sifat wajib dalam tatanan hukumnya di atas sunnah, prioritas. Menjadi utang dia, jika dikerjakan berpahala jika ditinggalkan berdosa,” kata ustaz Adi Hidayat, sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Kajian Islam Official, ditulis Selasa (21/3/2023).

Apabila utang puasanya sudah terbayarkan, maka diperkenankan untuk mengerjakan puasa sunnah. Ustaz Adi Hidayat lebih menekankan untuk menyegerakan membayar utang puasa karena hukumnya wajib.

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Senin Kamis, Lengkap Dengan Terjemahannya

“Jadi begitu selesai, Anda punya kemampuan meng-qadha langsung qadha. Yang kedua ini yang jadi masalah, ketika Anda menunda untuk mengerjakan masalahnya apakah Anda bisa memastikan Anda hidup sampai batas penundaan itu? Ini poinnya,” tegas ustaz Adi Hidayat dalam ceramahnya.

Mengenai waktu membayar utang puasa yang dibarengi dengan niat puasa sunnah seperti puasa Senin dan Kamis, ustaz Abdul Somad dalam ceramahnya yang diunggah melalui kanal YouTube Fiqri Taufiq pada 28 April 2019 memberikan penjelasan.

“Cara meng-qadhanya laksanakan di hari Senin, laksanakan di hari Kamis, laksanakan di ayyamul bidh 13,14,15, laksanakan di hari-hari sunnah tapi niatnya qadha,” terang ustaz Abdul Somad.

Ibadah puasa Ramadhan tahun ini kiranya akan jatuh pada tanggal 23 Maret 2023. Namun untuk Nahdatul Ulama akan melangsungkan siding isbat terlebih dulu di tanggal 22 Maret 2023 untuk mencapai mufakat dalam memutuskan tanggal 1 Ramadhan.

Melansir dari laman NU Online, sidang isbat melibatkan tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, Komisi VIII DPR RI, pimpinan MUI, duta besar negara sahabat, perwakilan ormas Islam, dan lainnya. (Shilvia Restu Dwicahyani)

Baca Juga: Niat Puasa Senin Kamis Latin Lengkap dengan Artinya