Sejarah Perbedaan Penanggalan Masehi dan Saka

M Nurhadi

Rabu, 22 Maret 2023 | 16:23 WIB
Sejarah Perbedaan Penanggalan Masehi dan Saka
Ilustrasi [Antara/Sahrul Manda Tikupadang]

Suara.com - Kalender Saka sudah digunakan oleh masyarakat Jawa sejak sebelum Mataram Islam berdiri. Namun sekarang, masyarakat Jawa sudah mengenal yang namanya Tahun Masehi. Akan tetapi, mungkin tidak semua orang tahu sejarah perbedaan Tahun Masehi dan Saka.

Tahun Saka di Indonesia ada sejak masuknya ajaran Hindu ke Nusantara. Tahun Saka digunakan untuk menentukan waktu. Tidak ada keterangan valid mengenai kapan pertama kali Tahun Saka dipakai di Indonesia.

Namun demikian, sampai saat ini Tahun Saka masih dianggap sebagai sistem kalender yang paling tua. Hal itu berdasarkan pada Prasasti Kedukan Bukit dari Kerajaan Sriwijaya yang menggunakan tahun saka. Prasasti tersebut berangka tahun 605 Saka atau 683 Masehi. 

Berdasarkan buku Seri Penemuan Kalender oleh Arnelia F, tahun saka disebut juga penanggalan Saliwahana. Kalender Saka berkembang bersamaan dengan perkembangan ajaran Hindu di Nusantara dan dipakai menjadi sistem kalender pada masana. 

Dalam masa perkembangannya, Kalender Saka terus mengalami modifikasi, terutama ketika Islam masuk ke Jawa dan menjadi Kalender Jawa Islam. 

Sistem kalender Saka sendiri memiliki kesamaan dengan Tahun Masehi, yakni sama-sama memiliki 12 bulan. Perbedaannya ada pada namanya. Satu tahun Saka dibagi menjadi dua belas bulan terdiri atas Srawanamasa, Bhadrawadamasa, Asujimasa, Kartikamasa, Margasiramasa, Posyamasa, Maghamasa, Phalgunamasa, Centramasa, Wesakhamasa, Jyesthamasa, dan Asadhamasa. 

Sedangkan Tahun Masehi dibagi menjadi 12 bulan dengan nama Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November, dan Desember. Lalu, antara Tahun Masehi dan Tahun Saka, keduanya memiliki perbedaan tahun yang cukup lebar. Tahun Saka dan Tahun Masehi terpaut 78 tahun. 

Tahun Masehi juga merupakan sistem kalender yang disepakati dan dipakai secara internasional. Penanggalan Masehi merujuk kepada penanggalan penomoran tahun yang digunakan pada kalender Julian dan Gregorian. 

Penemu Tahun Masehi atau kalender Masehi adalah Dionysius Exiguss. Ia dikenal sebagai seorang teolog, matematikawan, dan astronom ulung. Kalender temuannya dinamai Masehi dan Sebelum Masehi (SM) merujuk kepada kelahiran Nabi Isa a.s (Yesus) yang juga dikenal sebagai seorang Mesias (masehi).

baca juga

Model penanggalannya dibuat berdasarkan pada ilmu astrologi, yitu ilmu tentang pergerakan benda benda langit seperti matahari, rasi bintang, dan bulan. 

Sistem penanggalan Masehi juga sangat dipengaruhi oleh tradisi astrologi Mesir Kuno, Mesopotamia, Babel, Yunani, dan Romawi Kuno. 

Demikian itu yang bisa dirangkum dari sejarah perbedaan Tahun Masehi dan Saka. Semoga cukup mencerahkan. 

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Nyepi, Ogoh-ogoh, dan Makna Dibaliknya

Hari Nyepi, Ogoh-ogoh, dan Makna Dibaliknya

Poptren | Rabu, 22 Maret 2023 | 16:07 WIB

Dicap Kafir karena Ikut Rayakan Nyepi di Solo, Gibran Rakabuming: Biarin Aja Wong Edan

Dicap Kafir karena Ikut Rayakan Nyepi di Solo, Gibran Rakabuming: Biarin Aja Wong Edan

Denpasar | Rabu, 22 Maret 2023 | 16:00 WIB

Fakta-Fakta Menarik Seputar Perayaan Nyepi di Bali, Ternyata ada Manfaatnya

Fakta-Fakta Menarik Seputar Perayaan Nyepi di Bali, Ternyata ada Manfaatnya

Your Say | Rabu, 22 Maret 2023 | 15:06 WIB

Sedang Liburan di Bali? Kenali Ini Pantangan yang Dilakukan saat Perayaan Nyepi!

Sedang Liburan di Bali? Kenali Ini Pantangan yang Dilakukan saat Perayaan Nyepi!

Video | Rabu, 22 Maret 2023 | 14:30 WIB

Suasana Perayaan Nyepi di Pura Aditya Jaya

Suasana Perayaan Nyepi di Pura Aditya Jaya

Foto | Rabu, 22 Maret 2023 | 14:21 WIB

Hari Raya Nyepi, Menag Ingatkan Pengendalian Diri hingga Larangan Politik Identitas

Hari Raya Nyepi, Menag Ingatkan Pengendalian Diri hingga Larangan Politik Identitas

Mamagini | Rabu, 22 Maret 2023 | 13:43 WIB

Terkini

TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang

TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:07 WIB

Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus

Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:04 WIB

Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam

Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:58 WIB

Dirjen  Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M

Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M

Bali | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:49 WIB

6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten

6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten

Banten | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:41 WIB

Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron

Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:35 WIB

Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR

Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:31 WIB

Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan

Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan

Sumut | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:29 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:26 WIB

Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten

Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten

Banten | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:20 WIB

×