Suara.com - Malam Lailatul Qadar jadi malam yang paling diharapkan oleh umat Islam di bulan Ramadhan. Kapan malam Lailatul Qadar datang? Ini penjelasan dari Ustaz Adi Hidayat.
Mengutip laman NU Online, keutamaan malam Lailatul Qadar alias malam seribu bulan disebutkan dengan jelas di dalam Al Quran. Sebab di saat itulah Al Quran turun kepada Nabi Muhammad membawa wahyu dari Allah SWT.
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (Q.S. al-Qadr [97]: 1-5)
Lalu, bagaimana mendapatkan keistimewaan malam Lailatul Qadar? Dalam Al Quran, tidak dijelaskan tanggal pasti dan kapan turunnya Lailatul Qadar. Namun Ustaz Adi Hidayat dalam ceramahnya mengatakan ada tanda-tanda yang bisa dikenali oleh orang beriman terkait datangnya Lailatul Qadar.
Mengutip Moots --jaringan Suara.com-- ciri pertama malam Lailatul Qadar yakni terjadi pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan. Karenanya, Nabi Muhammad mempunyai saran untuk para sahabat ketika mengejar malam Lailatul Qadar.
"Nabi menyampaikan pertama, kalau sudah sampai ke akhir-akhir ramadhan 10 hari terakhir maka kencangkan ikat pinggang tambah lagi ibadahnya," sambungnya dalam video yang diunggah akun TikTok @Ms.Ugik.
Tanda-tanda lain yang dapat dirasakan oleh umat muslim adalah suasana lingkungan yang lebih tenang dan teduh seperti yang disyariatkan kepada Nabi Muhammad SAW.
"Yang kedua, di hadits Muslim juga Nabi menyampaikan, aku pernah ditunjukkan oleh Allah dalam satu mimpi tentang malam al qadar hanya waktunya oleh Allah dibuat menghilang dariku tapi tanda-tandanya disebutkan," papar Ustaz Adi Hidayat.
"Pada saat itu kelihatannya hening, tenang, angin tidak terlampau kencang, kemudian hujan juga tidak terlampau deras, suasananya enak, teduh sekali," imbuh Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat pun mengungkap maksud dari hadits tersebut adalah umat muslim harus senantiasa meningkatkan ibadah di bulan ramadhan untuk bisa mendapatkan malam lailatul qadar. Ia juga menjelaskan cara cepat untuk bisa mendapatkan malam lailatul qadar dengan sering melakukan amalan ibadah berikut ini selama bulan suci Ramadhan.
"Nah pada bagian pertama ketika Nabi mengatakan dihilangkan dariku waktunya ini menunjukkan kata para ulama dibuat gaib supaya kita semangat untuk mencarinya. Karna itu kalau kita tidak ingin kehilangan malam al qadar maka rahasia pertamanya adalah setiap malam ramadhan bangun walaupun cuma 15/10 menit usahakan bangun," ungkap Ustaz Adi Hidayat lagi.
Terakhir, jangan lupa melakukan amalan sunnah untuk mendapatkan pahala di malam Lailatul Qadar.
"Sahur misalnya jam 3.30 bangunlah dari mulai jam 2.30 tunaikan shalat 2 rakaat, walaupun cuma 2 rakaat investasi 5 menit, baca Alquran satu ayat kalau tiap hari kita kerjakan maka demi Allah siapapun yang investasi tiap malam ramadhan dia berpeluang besar mendapatkan malam al qadar, itu cara cepatnya," tutupnya.