Suara.com - Kasus penganiayaan Mario Dandy pada korbannya David Ozora terus menjadi perhatian masyarakat. Terlebih, permasalahan tersebut kini melebar pada kasus dugaan gratifikasi sang ayah, Rafael Alun Trisambodo yang kini sudah resmi ditahan oleh Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK).
Meski begitu, sebelum resmi ditahan, Samuel Alun Trisambodo sempat mengeluarkan pendapatnya mengenai perbuatan putranya yang sadia dan tak berperikemanusiaan. Menurut mantan pejabat Ditjen Pajak tersebut, apa yang dilakukan Mario Dandy adalah bagian dari kenakalan remaja pada umumnya.
"Kalau dia bilang (Mario Dandy) problematik, sebetulnya tidak. Karena yang dilakukannya itu adalah kenakalan-kenakalan remaja,” kata Rafael Alun Trisambodo dalam wawancaranya bersama salah satu media.
“Kebetulan yang dia lakukan sekarang ini (penganiayaan terhadap David Ozora) memang di luar batas,” sambungnya.
Rafael mengatakan, tindakan sadis yang dilakukan Mario Dandy kepada David itu merupakan yang pertama kalinya ia lakukan selama beberapa kali terlibat perkelahian dalam hidupnya.
“Sebelumnya ya sebatas normal lah. Dia ribut bertengkar dengan teman-temannya. Itu biasa-biasa saja,” lanjut Rafael.
![Tersangka Mario Dandy dan Shane Lukas pelaku penganiayaan David Ozora saat melakukan rekonstruksi penganiayaan pada Jumat (10/3/2023). [Suara.com/Rakha]](https://media.suara.com/pictures/original/2023/03/10/40253-tersangka-mario-dandy-dan-shane-lukas-pelaku-penganiayaan-david-ozora.jpg)
“Ini sebetulnya kan permasalahan yang biasa saja. Hanya perkelahian antar anak muda, cuma karena emosi terlalu berlebihan. Power yang dia keluarkan juga di luar kendali dia (Mario) sehingga mengakibatkan ananda David jadi seperti itu,” lanjut dia menegaskan.
Ucapan ini lantas menyinggung banyak orang, terutama pihak dari pihak korban, termasuk kuasa hukum keluarga Cristalino David Ozora, Mellisa Anggraini. Ia kembali mengunggah video itu di Twitter miliknya.
Mellisa tak menyangka jika ucapan tersebut keluar dari mulut Rafael Alun Teisambodo, yang justru menunjukkan betapa kerdil moralnya. Sehingga tak heran jika sang anak memiliki perbuatan mengerikan seperti itu pada orang lain.
“Pada saat rekonstruksi tidak kelihatan batang hidungnya, dan sekarang tiba-tiba bilang ini perkelahian dan penganiayaan keji yang dilakukan anaknya biasa-biasa saja!” tulis Mellisa.
Cuitan itu juga mendapatkan dukungan dari banyak warganet yang tak setuju dengan ucapan Rafael Alun Triasambodo.
"Udah nyiapin paragraf tapi percuma. Ga bakal dibaca bapaknya. Ga bakal sadar jg kalo pandangan dia sangat amat sesat, pemakluman kayak gini akan berakibat yang lebih besar nantinya. Kalo gak kena pas kasus David, w yakin Mario Dandy bakal kena kasus lain kalo bapaknya begini," kata @senjaxxxxx.
![Tersangka Mario Dandy Satriyo (kiri), Shane Lukas (tengah) dan AG yang memakai peran pengganti (kanan) saat rekonstruksi penganiayaan di David Ozora Latumahina di Perumahan Green Permata Residences, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/3/2023). [Suara.com/Alfian Winnato]](https://media.suara.com/pictures/original/2023/03/10/80329-rekonstruksi-penganiayaan-davi-ozora-mario-dandy-satriyo-shane-lukas-agnes-gracia-atau-ag.jpg)
"Hanya perkelahian anak muda." Jagoan sekali ya, Anda! Let's see sejauh apa nyali Anda menyala tanpa gemerlap harta benda," ucap @hepixxxxxx.
"Begitulah ucapan seorang koruptor, merangkai kata demi kata supaya anak & dirinya dikasihani, padahal Lebih lebih dari seorang iblis. Bantai terus mbak pengacara, banyak yg support anda, keluarga david & david," tambah @wsouxxxxx.
Kenakalan Remaja