Suara.com - Sosok Mario Dandy Satriyo belakangan ini menjadi sorotan setelah kasus penganiayaan yang dilakukannya kepada David Ozora. Hal tersebut membuat masyarakat mempertanyakan pola asuh orang tua sehingga membuat Mario Dandy tega melakukan penganiayaan.
Sementara itu, sang ayah, Rafael Alun Trisambodo mengaku, kalau putranya dulu tidak seperti itu. Ia mengatakan, Mario Dandy memiliki komitmen untuk mencapai cita-cita yang besar.
"Mario ini sebetulnya orang yang taat terhadap komitmen. Dia punya cita-cita dan kemauan dan dia mencoba mewujudkannya. Ini anak sebetulnya anak kebanggaan saya karena dia punya tekad dan kemauan yang besar," kata Rafael Alun, mengutip tayangan Kompas TV pada Minggu (2/4/2023).
Namun, setelah masuk sekolah militer di SMA Taruna Nusantara Magelang, sikap Mario Dandy dinilai berubah. Bahkan, Rafael menuturkan, putranya itu menjadi terlalu percaya diri sehingga tidak memiliki rasa takut.

"Tapi setelah dia bersekolah di tempat yang mendidik dia dengan semi militer, ini saya melihat ada perubahan karakter. Dia menjadi overconfident (terlalu percaya diri), dia tidak punya rasa takut, dia percaya diri ke mana-mana, bertemu siapapun dia tidak punya rasa minder," sambung Rafael Alun.
Terlalu percaya diri memang bukanlah hal yang baik. Pasalnya, jika percaya diri itu berlebihan justru akan berpengaruh besar terhadap cara orang itu bersikap. Ini juga memengaruhi lingkungan dan kehidupan di sekitarnya. Berikut terdapat beberapa dampak negatif yang ditimbulkan dari terlalu percaya diri atau overconfidence mengutip Alodokter.
1. Melewatkan peluang
Seseorang yang terlalu percaya diri nyatanya seringkali melewatkan berbagai peluang yang ada. Hal ini karena mereka sering meremehkan sesuatu. Bahkan, mereka sering melewatkan sesuatu yang dinilai tidak sebanding dengan kemampuan dirinya.
2. Menghambat pekerjaan
Overconfidence juga dapat memengaruhi pekerjaan. Pasalnya, mereka akan menganggap sesuatu mudah untuk dilakukan. Hal tersebut membuat mereka kerap menunda pekerjaannya. Padahal, kebiasaan tersebut menghambat pekerjaannya. Selain itu, terkadang rupanya pekerjaannya lebih sulit dari yang dibayangkan. Hal ini membuat pekerjaan tidak selesai tepat waktu.
3. Kurang tepat dalam mengambil keputusan
Mereka yang overconfidence sering salah dalam mengambil keputusan. Hal ini karena mereka terlalu yakin dengan keputusannya tanpa mempertimbangkan dampak yang diberikan apakah baik atau buruk. Bahkan, kesalahan yang dibuat bisa saja merugikan orang lain.
4. Merusak hubungan dengan orang lain
Overconfidence terkadang membuat orang fokus pada dirinya sendiri. Hal ini membuat mereka meremehkan orang lain dan pekerjaan yang ada. Padahal, sikapnya tersebut bisa membuat orang lain tidak nyaman dan terganggu. Hal itu yang membuat hubungannya dengan orang lain rusak.
5. Sulit berkembang