Ratusan Orang Mati Kelaparan Demi Bertemu Tuhan dan Masuk Surga, Fix Aliran Sesat?

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 01 Juni 2023 | 10:55 WIB
Ratusan Orang Mati Kelaparan Demi Bertemu Tuhan dan Masuk Surga, Fix Aliran Sesat?
Ilustrasi Aliran Sesat [Pixabay]

Suara.com - Ajaran mengerikan dibagikan pemuka agama yang mengajak pengikutnya untuk mati kelaparan demi bertemu Tuhan. Belakangan baru ditemukan pemimpin sekte terlibat perdagangan organ manusia.

Ia adalah Paul Mackenzie NThenge, mantan sopir taksi dituduh meyakinkan ratusan pengikut sekte agar tetap setia dan ikut mati kelaparan di Kenya demi cepat masuk surga. Apakah aliran sesat?

Mackenzie NThenge diduga mendalangi kematian 240 pengikut ajaran agama di desa terpencil Shakahola. Mirisnya, bukan hanya orang dewasa yang mengikuti ajaran ini, ada juga anak kecil.

Ajaran agama yang disebarkan Mackenzie NThenge ini menerapkan cara cepat masuk surga demi bertemu Sang Juru Selamat, Yesus Kristus dengan cara mati kelaparan.

Ilustrasi kelaparan di Afrika. [Shutterstock]
Ilustrasi kelaparan. [Shutterstock]

Fakta ini terkuak saat pihak berwenang mulai menyelidiki aktivitas di desa yang dilanda kekeringan itu, usai mendapat petunjuk anonim tentang keberadaan dua anak mati kelaparan yang disebabkan orangtuanya sendiri.

Dua anak ini ditemukan terkubur di tanah lapang luas milik Mackenzie NThenge di hutan Shakahola. Tapi nyatanya di tanah itu telah dijadikan kuburan massal tempat para pengikut sekte.

Pada Maret 2023, akhirnya Mackenzie NThenge bersama kedua orangtua si anak ditangkap. Hingga berhasil terungkap total ada 241 mayat kurus kering di tanah milik pemimpin agama naif itu.

"Saat kami belum menggali permukaan tanah, tapi ada indikasi pasti kami kemungkinan akan menemukan banyak mayat," ujar salah seorang penyelidik, mengutip Odditycentral, Kamis (1/6/2023).

Setelah Mackenzie NThenge berhasil ditangkap, mengerikannya lelaki tersebut masih saja bersikukuh memiliki kekuatan kenabian bahkan mengaku sudah bertemu Yesus.

baca juga

Melalui klaim ini penyidik meyakini pengikutnya mudah tertipu hingga rela membuat dirinya sendiri dan orang tersayang mati kelaparan.

Selanjutnya, saat penyidik mencari tahu lebih lanjut sebagian besar mayat bertubuh kurus kering, mati kelaparan tapi beberapa juga menderita trauma massal di kepala dan lehernya.

Belakangan baru terungkap juga bahwa beberapa korban kehilangan organ, sehingga penyidik meyakini Mackenzie NThenge dan kroninya terlibat perdagangan organ manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skandal Sekte Terlarang: Pendeta Kontroversial Ajak Ratusan Pengikut Mati Kelaparan demi Bertemu Yesus!

Skandal Sekte Terlarang: Pendeta Kontroversial Ajak Ratusan Pengikut Mati Kelaparan demi Bertemu Yesus!

Deli | Rabu, 31 Mei 2023 | 16:09 WIB

Dijanjikan Masuk Surga, Dua Pemimpin Pesantren Perkosa 41 Santriwati

Dijanjikan Masuk Surga, Dua Pemimpin Pesantren Perkosa 41 Santriwati

Deli | Kamis, 25 Mei 2023 | 15:53 WIB

Guru Gembul: Aliran Sesat Bisa Bertahan karena Dilindungi Politisi

Guru Gembul: Aliran Sesat Bisa Bertahan karena Dilindungi Politisi

Denpasar | Jum'at, 05 Mei 2023 | 07:10 WIB

Terkini

Amerika Keluarkan Peringatan Darurat di Arab Saudi Usai Serangan Rudal Houthi

Amerika Keluarkan Peringatan Darurat di Arab Saudi Usai Serangan Rudal Houthi

News | Senin, 21 September 2026 | 08:35 WIB

Kuliah Makin Mahal, tapi Kenapa Gaji Fresh Graduate Tetap Segitu-gitu Aja?

Kuliah Makin Mahal, tapi Kenapa Gaji Fresh Graduate Tetap Segitu-gitu Aja?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 08:30 WIB

SMGR Hadapi Banjir Semen, Tata Kelola Jadi Benteng

SMGR Hadapi Banjir Semen, Tata Kelola Jadi Benteng

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:26 WIB

Donald Trump Ancam Hancurkan Iran Jelang Pertemuan di Sidang PBB: Mereka Harus Jaga Sikap

Donald Trump Ancam Hancurkan Iran Jelang Pertemuan di Sidang PBB: Mereka Harus Jaga Sikap

News | Senin, 21 September 2026 | 08:24 WIB

Agar Warga Tinggalkan Mobil Pribadi, Tarif LRT Harus Terintegrasi dan Terjangkau

Agar Warga Tinggalkan Mobil Pribadi, Tarif LRT Harus Terintegrasi dan Terjangkau

News | Senin, 21 September 2026 | 08:24 WIB

Spesifikasi dan Harga Helm KYT Elsico, yang Nyaman Buat Perempuan Berhijab

Spesifikasi dan Harga Helm KYT Elsico, yang Nyaman Buat Perempuan Berhijab

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 08:20 WIB

Pengusaha Mau Genjot Ekonomi Daerah, UMKM Dipacu Naik Kelas

Pengusaha Mau Genjot Ekonomi Daerah, UMKM Dipacu Naik Kelas

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:19 WIB

Gak Bikin Iritasi! 5 Invisible Acne Patch yang Aman untuk Kulit Sensitif

Gak Bikin Iritasi! 5 Invisible Acne Patch yang Aman untuk Kulit Sensitif

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 08:10 WIB

Harga Emas Berpotensi Dijual Rp2,82 Juta per Gram

Harga Emas Berpotensi Dijual Rp2,82 Juta per Gram

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:10 WIB

Pekan Lalu KPK Mangkir, Sidang Praperadilan Silmy Karim Kembali Digelar Hari Ini

Pekan Lalu KPK Mangkir, Sidang Praperadilan Silmy Karim Kembali Digelar Hari Ini

News | Senin, 21 September 2026 | 08:07 WIB

×