Sampah Makin Menggunung, Yuk Kita Olah Indonesia Lewat Program Edukasi Yok Yok Ayok Daur Ulang!

Ririn Indriani

Rabu, 28 Juni 2023 | 10:20 WIB
Sampah Makin Menggunung, Yuk Kita Olah Indonesia Lewat Program Edukasi Yok Yok Ayok Daur Ulang!
Program Yok Yok Ayok Dauar Ulang! (YYADU!) berkolaborasi dengan Kita Olah Indonesia, menggelar program edukasi daur ulang sampah di Kota Bekasi, beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. YYADU!)

Suara.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengungkapkan bahwa rata-rata satu orang penduduk Indonesia menyumbang sampah sebanyak 0,7kg per hari dan di antaranya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Sementara itu, melansir data dari Sustainable Waste Indonesia (SWI), baru 7% dari 65 juta ton sampah di Indonesia yang berhasil didaur ulang dan 69% berakhir di TPA.

Saat ini, TPA di Indonesia mulai kewalahan dalam mengelola sampah-sampah yang masuk. Perbandingan jenis sampah organik dan non-organik yang masuk ke TPA dinilai tidak seimbang, sehingga sampah malah menumpuk dan menggunung. Hal ini terjadi karena banyak sampah yang masuk ke TPA, tidak terlebih dahulu dikurangi melalui proses daur ulang.

Sudah banyak upaya yang dilakukan oleh berbagai institusi dalam rangka mengurangi sampah berakhir ke TPA, mulai dari institusi edukasi dan sosialisasi hingga institusi pelaku daur ulang.

Program advokasi, edukasi, dan sosialisasi daur ulang sampah plastik Yok Yok Ayok Daur Ulang! (YYADU!) menjadi salah satu yang telah hadir sejak tahun 2019 untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dan menggencarkan kegiatan edukasi dan sosialisasi daur ulang sampah plastik.

“Pada mulanya, program ini (YYADU!) terbentuk karena banyaknya anggapan masyarakat bahwa produk yang ramah lingkungan adalah produk yang dapat terurai secara alami, di mana pada faktanya dalam menentukan suatu produk itu, ramah lingkungan perlu ditinjau secara menyeluruh dari awal diproduksi hingga siklus daur ulangnya. Di samping itu, pengelolaan sampah yang masih mengandalkan TPA tanpa memproses sampah terlebih dahulu juga menjadi perhatian kami,” terang Hanggara Sukandar, Director of Environment & Sustainability Affairs Responsible Care Indonesia.

Program YYADU! mengedepankan kolaborasi dalam proses edukasi dan sosialisasi. Untuk itu, pada kesempatan kali ini, program YYADU! berkolaborasi dengan Kita Olah Indonesia, sebuah institusi dengan spesialis pengelolaan dan daur ulang sampah yang berlokasi di Kota Bekasi.

Beroperasi sejak tahun 2021, Kita Olah Indonesia telah turut ambil andil dalam memproses sampah yang beredar di masyarakat.

“Sejak terbentuknya, kami telah berupaya untuk memproses kurang lebih 900 ton sampah non-organik dalam satu tahun dan 3 ton per harinya, khususnya sampah plastik dalam berbagai jenis mulai dari high value plastic waste seperti HDPE, LDPE, PET, dan PS di mana plastik-plastik tersebut sudah sepenuhnya dapat didaur ulang hingga low value plastic waste yang dianggap residu seperti multilayer,” papar Muhamad Andriansyah, Founder & CEO Kita Olah Indonesia.

Kita Olah Indonesia telah mendaur ulang sampah plastik, mulai dari limbah plastik bernilai tinggi seperti botol-botol bekas sampo, galon air mineral, jerigen, hingga tutupnya. Proses yang umum dilakukan oleh Kita Olah seperti memisahkan sampah plastik berdasarkan jenisnya, hingga berdasarkan warnanya.

baca juga

Setelah dipilah, sampah plastik akan dicacah hingga menjadi serpihan melalui mesin pencacah untuk kemudian dilebur dan didinginkan untuk kembali menjadi bahan dasar biji plastik atau plastic pallet.

“Dalam prosesnya tentu tidak seindah yang dibayangkan. Banyak sampah yang kami terima masih kotor, terutama sampah botol yang masih beserta isinya seperti botol-botol minuman dalam kemasan. Sehingga proses awal adalah untuk membersihkannya terlebih dahulu sebelum dipisahkan berdasarkan warnanya,” terang Andre.

Kesadaran masyarakat untuk membersihkan dan memilah sampahnya sebelum diangkut ke tempat pemrosesan perlu terus ditingkatkan. Hal ini diharapkan dapat melengkapi tahapan-tahapan kegiatan daur ulang dan mengurangi sampah yang berakhir di TPA.

“Setelah didaur ulang menjadi bahan dasar, plastic pallet ini dapat dimanfaatkan oleh produsen industri rumahan untuk kembali dicetak dan dibentuk menjadi produk yang baru. Bahan dasar daur ulang yang kami hasilkan ini telah dimanfaatkan untuk dijadikan produk rumah tangga seperti salah satunya lakop sapu,” lanjut Andre.

Edukasi dan sosialisasi daur ulang sampah plastik perlu terus-menerus dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran tiap lapisan masyarakat dalam menjalankan perannya masing-masing.

“Kegiatan daur ulang sampah tidak dapat hanya dilakukan oleh satu pihak, namun perlu kolaborasi pentahelix yang melibatkan berbagai pihak mulai dari masyarakat, akademisi, pemerintah, pelaku bisnis, hingga media. Dengan demikian, percepatan kegiatan daur ulang dapat terus ditingkatkan demi terwujudnya ekonomi sirkular yang dapat dirasakan oleh semua pihak,” pungkas Hanggara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Lebih Dekat dengan Daur Ulang (Recycle): Upaya Mengurangi Sampah dan Merawat Lingkungan

Mengenal Lebih Dekat dengan Daur Ulang (Recycle): Upaya Mengurangi Sampah dan Merawat Lingkungan

News | Senin, 26 Juni 2023 | 14:51 WIB

Anak Muda Peduli Lingkungan Bersihkan Sampah Sambil Live di Medsos, Bobby Nasution Langsung OTW ke Lokasi Ikut Bantu

Anak Muda Peduli Lingkungan Bersihkan Sampah Sambil Live di Medsos, Bobby Nasution Langsung OTW ke Lokasi Ikut Bantu

Sumatera | Minggu, 25 Juni 2023 | 13:20 WIB

Komunitas Juang Bersihkan Sampah Usai Acara Bulan Bung Karno di GBK

Komunitas Juang Bersihkan Sampah Usai Acara Bulan Bung Karno di GBK

News | Minggu, 25 Juni 2023 | 05:00 WIB

Terkini

Serunya Pestapora 2026, Makin Ringan dengan Cicilan 0% BRI Kartu Kredit

Serunya Pestapora 2026, Makin Ringan dengan Cicilan 0% BRI Kartu Kredit

Sumut | Rabu, 23 September 2026 | 11:11 WIB

Presidential Threshold Dihapus, Kini Muncul Syarat Minimal Didukung 2 Parpol: Apa Bedanya?

Presidential Threshold Dihapus, Kini Muncul Syarat Minimal Didukung 2 Parpol: Apa Bedanya?

News | Rabu, 23 September 2026 | 11:11 WIB

Banjir Bandang Solok, Akses Jalan Mulai Bisa Dilalui Kendaraan

Banjir Bandang Solok, Akses Jalan Mulai Bisa Dilalui Kendaraan

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 11:08 WIB

Sebagai Alumni Tak Terima GMNI Dicap Underbow PKI, Ganjar: Itu Tidak Betul, Segera Koreksi!

Sebagai Alumni Tak Terima GMNI Dicap Underbow PKI, Ganjar: Itu Tidak Betul, Segera Koreksi!

News | Rabu, 23 September 2026 | 11:08 WIB

Seni Menjaga Batasan Privasi dengan Tetangga Agar Kebaikan Tak Jadi Tuntutan

Seni Menjaga Batasan Privasi dengan Tetangga Agar Kebaikan Tak Jadi Tuntutan

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 11:04 WIB

Review Drawn Together: Kisah Cinta Pengawal Pribadi Penuh Ketegangan Seru!

Review Drawn Together: Kisah Cinta Pengawal Pribadi Penuh Ketegangan Seru!

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 11:00 WIB

HUT ke-81 TNI Batal Digelar Meriah di Monas, Upacara Dialihkan Sederhana ke Mabes Cilangkap

HUT ke-81 TNI Batal Digelar Meriah di Monas, Upacara Dialihkan Sederhana ke Mabes Cilangkap

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:56 WIB

Luke Vickery Akhirnya Dapat Panggilan Timnas Indonesia, John Herdman Ungkap Modal Utamanya

Luke Vickery Akhirnya Dapat Panggilan Timnas Indonesia, John Herdman Ungkap Modal Utamanya

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 10:55 WIB

Kebakaran Hutan Kepung Habitat Gajah Sumatra, Populasinya Kian Kritis

Kebakaran Hutan Kepung Habitat Gajah Sumatra, Populasinya Kian Kritis

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:55 WIB

Mengukur Kecocokan Weton Andre Taulany dan Erin Menurut Primbon Jawa

Mengukur Kecocokan Weton Andre Taulany dan Erin Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 10:52 WIB

×