Penelitian: Sebabkan Penyakit Alergi Seumur Hidup, Mayoritas Warga Jakarta Gak Sadar Bahaya Polusi Udara!

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Minggu, 27 Agustus 2023 | 11:15 WIB
Penelitian: Sebabkan Penyakit Alergi Seumur Hidup, Mayoritas Warga Jakarta Gak Sadar Bahaya Polusi Udara!
Masyarakat berjalan sambil menggunakan masker di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (21/8/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Polusi udara di Jakarta menjadi perhatian serius karena terjadi setiap hari. Sayangnya, kewaspadaan masyarakat masih rendah terkait dampak polusi, dan terus beraktivitas di luar ruangan setiap harinya.

Hasil penelitian Health Collaborative Center (HCC) menemukan mayoritas masyarakat belum paham dampak polusi udara Jakarta berbahaya untuk kesehatan. Padahal kondisi ini bisa memicu infeksi paru dan cikal bakal anak punya penyakit alergi seumur hidup.

Fakta ini terekam melalui kuesioner yang melibatkan 1843 warga Jakarta, dengan cara mengukur indeks health belief atau pemahaman warga Jakarta pada isu polusi udara yang ramai jadi perbincangan. Mirisnya, mayoritas 65% atau 7 dari 10 orang warga Jakarta belum ingin melindungi diri dari dampak polusi udara.

“Padahal fakta yang terjadi adalah polusi udara di Jakarta itu benar dan sudah keadaan genting, dampak kesehatannya pasti ada, baik jangka pendek maupun jangka panjang, tapi sayangnya secara konsep pemaknaan atau health belief model, warga Jakarta belum memaknai ini sebagai bahaya sehingga belum secara mandiri ingin melindungi diri," ujar Peneliti Utama HCC, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK di Kebayoran, Jakarta Selatan, Kamis (24/8/2023).

Peneliti Health Collaborative Center Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK. (dok. Dini/Suara.com)
Peneliti Health Collaborative Center Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK. (dok. Dini/Suara.com)

Penelitian dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 2,28 ini juga merekam jika warga Jakarta sangat tahu ada polusi udara di Jakarta, tetapi mereka tidak bisa melihat, tidak merasakan dampak buruk dan belum melihat bukti nyata bahwa polusi berdampak buruk bagi kesehatan warga.

Tak main-main jumlah warga Jakarta yang mengaku belum melihat dampak langsung polusi udara diakui 32 persen atau 3 dari 10 orang.

Dokter yang juga chief-editor The Indonesian Journal of Community and Occupational Medicine (IJCOM) ini menjelaskan, jika polusi udara bisa memicu stres oksidatif yang bisa menurunkan kekebalan tubuh.

Stres oksidatif adalah kondisi yang terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dengan sistem pertahanan antioksidan di dalam tubuh.

Lantaran terkait dengan sistem kekebalan tubuh, maka orang lanjut usia (lansia) berisiko mengalami perburukan lebih besar karena sistem kekebalan tubuh sudah menurun akibat penyakit penyerta atau komorbiditas yang dideritanya. Dampaknya, penyakit lansia akan mudah komplikasi atau memburuk.

baca juga

Ada juga anak di bawah 5 tahun (balita) sistem kekebalan tubuhnya belum terbentuk sempurna. Hasilnya karena sejak awal sudah memiliki rekam genetik demam, batuk dan sesak napas karena polusi udara, maka bisa jadi cikal bakal anak punya alergi hingga dewasa.

"Genetik di usia anak itu kalau udah rusak susah balik lagi. 68 persen penyakit alergi saat dewasa ditentukan pada usia balita. Penyakit alergi itu rekam genetiknya nempel terus di kromosom. Contoh alergis intoleransi laktosa, ada dermatitis alergi di kulit, itu alergi sampai tua akan kumat terus," jelas Dr. Ray.

Dr. Ray juga berharap semakin banyak edukasi dan publikasi dampak langsung polusi udara yang sudah terjadi, agar 'mata' warga Jakarta 'terbuka' jika polusi udara ini nyata, berbahaya dan saat ini berada di tahap mengkhawatirkan.

"Terutama mengerti bahwa paparan gas beracun dan partikel halus dari polusi udara bisa sangat mudah terjadi, dan memberi efek negatif baik jangka pendek maupun jangka panjang, dan ini informasi penting
yang harus disampaikan tidak hanya lewat media tetapi juga komunikasi berbasis komunitas," papar Dr. Ray.

Di sisi lain, dokter yang juga aktif mengajar di Program Magister Kedokteran Kerja Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) berharap pemerintah bisa lebih intensif dan masif harus memberikan perlindungan kepada warga Jabodetabek yang terdampak polusi udara.

"Untuk warga Jakarta yang tetap harus bekerja, mitigasi di lingkungan kerja serta perlindungan pekerja yang perlu akses transportasi akan meningkatkan potensi paparan polutan. Jadi perlindungan pekerja harus segera dan mendesak, pemerintah perlu melanjutkan strategi menurunkan kadar polusi udara Jakarta, baik dari emisi kendaraan bermotor maupun aktivitas industri," tutup Dr. Ray.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gerakan Tanam Pohon, Tingkatkan Kualitas Udara untuk Atasi Polusi di Jakarta

Gerakan Tanam Pohon, Tingkatkan Kualitas Udara untuk Atasi Polusi di Jakarta

Press Release | Sabtu, 26 Agustus 2023 | 23:29 WIB

Gubernur Heru Klaim Penyemprotan Jalan Kurangi Polusi Udara Di Jakarta

Gubernur Heru Klaim Penyemprotan Jalan Kurangi Polusi Udara Di Jakarta

News | Minggu, 27 Agustus 2023 | 03:25 WIB

Harganya Mulai Rp 24 Ribu, Ini 7 Rekomendasi Pembersih Wajah Untuk Lindungi Kulit dari Polusi Udara

Harganya Mulai Rp 24 Ribu, Ini 7 Rekomendasi Pembersih Wajah Untuk Lindungi Kulit dari Polusi Udara

Lifestyle | Sabtu, 26 Agustus 2023 | 18:55 WIB

Terkini

Gempa Bumi NTT di Mbay Robohkan Tembok Rumah dan Rusak Pelabuhan Maumere

Gempa Bumi NTT di Mbay Robohkan Tembok Rumah dan Rusak Pelabuhan Maumere

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:24 WIB

Huawei MatePad Pro Max (2026): Tablet Super Tipis yang Serius Mengajak Laptop Pensiun

Huawei MatePad Pro Max (2026): Tablet Super Tipis yang Serius Mengajak Laptop Pensiun

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:20 WIB

Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio

Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:20 WIB

Mensesneg Nyatakan Kesiagaan Penuh Pascagempa Bumi NTT

Mensesneg Nyatakan Kesiagaan Penuh Pascagempa Bumi NTT

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:14 WIB

Basarnas Evakuasi 3 Korban Reruntuhan Bangunan Akibat Gempa Bumi NTT di Maumere

Basarnas Evakuasi 3 Korban Reruntuhan Bangunan Akibat Gempa Bumi NTT di Maumere

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Bukannya Jarah Isi Rumah, Pria di Bandar Lampung Ini Malah Angkut Pagar Milik Warga

Bukannya Jarah Isi Rumah, Pria di Bandar Lampung Ini Malah Angkut Pagar Milik Warga

Lampung | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Chiikawa The Movie Sukses Raup 6 Miliar Yen, Tayang di Indonesia 28 Agustus

Chiikawa The Movie Sukses Raup 6 Miliar Yen, Tayang di Indonesia 28 Agustus

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:00 WIB

HUT ke-81 RI dan Merdeka dari FOMO: Saatnya Berhenti Mengikuti Semua Tren!

HUT ke-81 RI dan Merdeka dari FOMO: Saatnya Berhenti Mengikuti Semua Tren!

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:56 WIB

Muhammad Kiandra Ramadhipa Berbagi Inspirasi di Purwokerto Jelang AHDC 2026

Muhammad Kiandra Ramadhipa Berbagi Inspirasi di Purwokerto Jelang AHDC 2026

Otomotif | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Peringatan Dini Tsunami Gempa Bumi NTT M 7,7 Dicabut

Peringatan Dini Tsunami Gempa Bumi NTT M 7,7 Dicabut

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:53 WIB

×