Undang 3 Capres Makan Siang, Jokowi Ingin Lindungi Gibran atau Turunkan Tensi Politik?

Dany Garjito, Dyah Ayu Nur Wulan

Selasa, 31 Oktober 2023 | 17:06 WIB
Undang 3 Capres Makan Siang, Jokowi Ingin Lindungi Gibran atau Turunkan Tensi Politik?
Ilustrasi Presiden Joko Widodo atau Jokowi. (Suara.com/Ema)

Suara.com - Belakangan ini dunia perpolitikan di Indonesia kian memanas jelang Pilpres 2024. Kendati demikian, Presiden Jokowi seolah ingin menurunkan suhu politik dengan mengundang makan siang para capres yang sudah resmi maju pada pemilu nantinya.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjamu tiga bakal calon presiden (capres) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (30/10/2023). Agenda makan siang itu digelar Jokowi di ruang makan Istana Merdeka.

Jokowi mengajak Anies, Ganjar, dan Prabowo untuk makan siang bersama sambil mendiskusikan beberapa hal terkait Pilpres 2024. Salah satunya soal netralitasnya dalam kontestasi mendatang.

Hal itu pun disampaikan langsung dari salah satu capres Ganjar Pranowo. Pada undangan makan siang ini ia mengaku tak membahas hal yang berat-berat.

"Asik-asik kita ketawa-ketawa ngomongnya enteng-enteng nggak berat-berat kok tadi ngomong makanan banyak 'kelihatannya pada ini ya seger-seger ya' gitu, sudah keliling kemana saja gitu, kelihatannya kok ada yang tambah gemuk ada yang tambah kurus gitu," tuturnya.

Pada pertemuan ini, masing-masing capres mengaku membahas soal netralitas dalam jamuan makan siang dengan Presiden Jokowi. Tentu saja pembahasan ini sangat penting, mengingat negara ini menjunjung tinggi demokrasi dan berjalannya pemilu tentu harus fair atau adil.

Namun, di sisi lain pertemuan antara Presiden Jokowi dan 3 capres ini tetap saja menuai dugaan-dugaan positif hingga negatif di luar sana. Mulai dari isu ingin melindungi Gibran Rakabuming dari sorotan hingga pertemuan ini sebagai ajang menurunkan tensi politik di Indonesia belakangan ini.

Hanya Undang Capres, Jadi Akal-akalan Jokowi Lindungi Gibran Rakabuming

Siapa sangka kalau niat Jokowi ingin berlaku netral pada 3 capres yang akan maju di Pilpres 2024 ini malah dituding sebagai akal-akalannya melindungi Gibran Rakabuming dari sorotan media. Mengingat putranya sudah resmi mencalonkan sebagai wakil presiden.

baca juga

Hal itu pun dibagikan oleh salah satu akun Twitter @paltiwest, ia mengunggah sebuah artikel soal dugaan Jokowi tak undang cawapres makan siang karena ingin melindungi anaknya dari sorotan media. Sikap Jokowi itu pun dinilai cerdik.

Lantaran jika Gibran ikut diundang tentu akan membuat media menyoroti soal sisi nepotisme. Maka dari itu, Jokowi ingin mengurangi efek negatif bagi putranya. Tak hanya untuk putranya, menurutnya makan siang dengan capres adalah kesempatan untuk kepentingan image agar terlihat netral.

Jika memang makan siang ini betul ditujukan untuk melindungi Gibran. Ganjar Pranowo mengeklaim kalau akan ada acara sendiri antara cawapres dengan wakil presiden nantinya.

"Kalau nggak salah besok akan ada undangan cawapres akan bertemu dengan Wapres," tutur Ganjar.

Kendati begitu, Ganjar tidak mendetil menjelaskan agenda para bacawapres tersebut.

"Ya nggak tahu nanti biar diatur. Kemarin saya coba komunikasi," pungkasnya.

Jokowi Ingin Turunkan Tensi Politik

Selain dinilai untuk melindungi putranya, beberapa analis politik mengatakan kalau makan siang bersama capres ini juga sebagai kesempatan Jokowo untuk menurunkan tensi politik di Indonesia. Mengingat semakin banyak polemik jelang Pilpres 2024.

Salah satunya Analis Komunikasi Politik dari Universitas Padjajaran Kunto Adi Wibowo, ia menilai kalau jamuan makan siang itu sebagai upaya menurunkan tensi politik yang meninggi belakangan ini.

"Ini jelas usaha untuk menurunkan tensi politik supaya tidak terjadi konflik," katanya.

Sebagai kepala negara Jokowi pasti sadar betul soal putranya yang maju sebagai capres mengingat dirinya masih menjabat. Tak dapat dipungkiri kalau publik akan sulit percaya jika tidak keberpihakannya kepada sang putra.

Maka dari itu, dalam jamuan makan siang ini topik yang paling ditekankan adalah netralis. Hal itu pun kerap disampaikan para capres usai rampung menghadiri undangan jamuan makan siang.

"Pak Jokowi menggunakan mulut capres-capres ini untuk kemudian meredam isu publik tentang kemungkinan terjadinya kecurangan karena anaknya sendiri sedang maju jadi cawapres," ungkapnya.

Selain itu, Kunto menduga kalau maksud Jokowi menurunkan suhu politik untuk mencegah terjadinya konflik. Karena apabila konflik berlanjut akan berpengaruh pada stabilitas negara.

Daripada sibuk menduga-duga hal yang negatif hingga sinisme, alangkah lebih baik untuk mengapresiasi sikap Jokowi yang sudah mengudang ketiga capres ke Istana Negara.

Hal itu pun sempat disampaikan oleh Irma Suryani seorang Politisi Partai NasDem.

"Terkait dengan jamuan yang dilakukan oleh presiden dengan mengundang tiga calon presiden, kita perlu apresiasi. Nggak perlu bicara sinis, nggak perlu juga bicara negatif, menduga-duga, abaikan saja," terang Irma.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Itu Denny Indrayana? Sosok yang Kuliti Mega Skandal MK 'Mahkamah Keluarga'

Siapa Itu Denny Indrayana? Sosok yang Kuliti Mega Skandal MK 'Mahkamah Keluarga'

News | Selasa, 31 Oktober 2023 | 15:20 WIB

Harga Beras Terus Naik, Jokowi Mulai Panik

Harga Beras Terus Naik, Jokowi Mulai Panik

Bisnis | Selasa, 31 Oktober 2023 | 15:15 WIB

Tepis Hubungan Panas PDIP-Jokowi, Puan Sebut akan Bertemu Terus dengan Presiden

Tepis Hubungan Panas PDIP-Jokowi, Puan Sebut akan Bertemu Terus dengan Presiden

Kotak Suara | Selasa, 31 Oktober 2023 | 15:11 WIB

Terkini

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 21:25 WIB

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 21:18 WIB

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

Sumsel | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:05 WIB

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:04 WIB

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 21:02 WIB

Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari

Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 21:00 WIB

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 20:56 WIB

×