Suara.com - Berhasil menahan imbang Ekuador pada laga perdana fase grup A Piala Dunia U-17 1012 membuat banyak orang menjadi penasaran dengan rekam jejak kiper Timnas Indonesia, Ikram Al Giffari.
Tangan ajaib dari Ikram Al Giffari membuat Timnas Indonesia berhasil imbang dengan Timnas Ekuador dengan skor akhir 1-1 ketika bertanding di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) di Surabaya.
Profil Ikram Al Giffrai
Lahir pada 6 Juni 2006, Ikram merupakan sosok lelaki dari Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Tinggi badannya yang mencapai 1,82 meter di usia yang masih cukup muda membuatnya menjadi salah satu kiper yang patut dipertimbangkan.
Selain membela Timnas Indonesia di Piala Dunia U-17, Ikram telah terlebih dahulu memulai karir di Semen Padang FC sejak 3 November 2021.
Rekam jejak Ikram Al Giffari
Sebelum bergabung dengan Semen Padang, Ikram telah terlebih dahulu memulai karir di PSP Padang. Saat ini, Ia menjadi salah satu dari dua pemain asal Sumatera Barat yang dipercaya untuk ikut membela Timnas pada ajang Piala Dunia U-17.
Prestasi ini tentu menjadi hal yang patut dibanggakan. Terlebih, Ikram masih memiliki cukup banyak waktu untuk berkembang supaya bisa terus membela Timnas ke depannya dan memajukan persepakbolaan di Indonesia.
Laga perdana dengan Ekuador
Berlangsung pada hari Jumat (10/11/23) lalu, Ikram berhasil menjaga gawang Timnas Indonesia dari serangan Timnas Ekuador di pertandingan perdana Piala Dunia U-17.
Upaya Ikram membela Timnas bahkan sudah terlihat sejak menit ke dua Juang Rodriguez melayangkan tendangan ke arah gawang. Pada lima menit pertama pertandingan tersebut, Timnas Indonesia dinilai belum bisa keluar dari tekanan. Barulah pada menit ke 15 suasana semakin memanas dan serangan demi serangan dilontarkan kedua pihak.
Timnas Indonesia berhasil pecah telur pada menit ke-22 ketika umpan silang Riski Afrisal dan Arkhan Kaka tepat bersarang di gawang Timnas Ekuador.
Namun tidak berselang lama, tepatnya pada menit ke-28, Timnas Ekuador berhasil menyamakan kedudukan melalui Allen Obando.
Serangan Timnas Ekuador semakin mengancam pada babak kedua. Di sinilah skill Ikram Al Giffari diuji. Untungnya, laki-laki berusia 17 tahun ini berhasil mengamankan gawang hingga peluit panjang tanda akhir permainan ditiupkan.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri