Istilah 'Pesta Demokrasi' yang Dipopulerkan Soeharto, Dianggap Aneh?

Dany Garjito, Dyah Ayu Nur Wulan

Senin, 20 November 2023 | 11:03 WIB
Istilah 'Pesta Demokrasi' yang Dipopulerkan Soeharto, Dianggap Aneh?
Ilustrasi demokrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Menjelang Pemilu tahun 2024 istilah 'Pesta Demokrasi' kembali muncul di media manapun. Tak dapat dipungkiri penyebutan itu memang sangat melekat dengan segala jenis Pemilihan Umum di Indonesia.

Istilah ini memang seolah menggambarkan Pemilu yang seperti hajatan yang patut dirayakan. Hal itu pula yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo, ia menyampaikannya pada saat ramah tamah dengan tokoh masyarakat di Bali.

Ayah dari Gibran Rakabuming Raka itu mengatakan kalau Pemilu bukanlah sebuah perang. Melainkan harus disambut dengan riang gembira.

Namun, di balik istilah 'Pesta Demokrasi' ini juga menyimpan sejarah loh. Berikut ulasannya.

Pesta Demokrasi Dipopulerkan oleh Soeharto

Istilah 'Pesta Demokrasi' ini yang mempopulerkan pertama kali di Indonesia adalah Soeharto. Dahulu Soeharto menyematkan julukan ini ketika berpidato di Pembukaan Rapat Gubernur/Bupati/Walikota se-Indonesia.

"Pemilu harus dirasakan sebagai pesta poranya demokrasi, sebagai penggunaan hak demokrasi yang bertanggung jawab dan sama sekali tidak berubah menjadi sesuatu yang menegangkan dan mencekam," kata Soeharto.

Kala itu Soeharto menyampaikan pidatonya yang mencerminkan pandangannya mengenai Pemilu. Pandangannya itu lantas memengaruhi jalannya Pemilu di Indonesia.

Menurut Soeharto, Pemilu dilaksanakan guna memperkokoh persatuan nasional, mendewasakan kehidupan demokrasi, dan menggelorakan semangat pembangunan. Begitupun sebalikanya Pemilihan Umum ini bukan ajang untuk mencerai-beraikan persatuan nasional, apalagi menghambatnya.

baca juga

Cara Orba Meredam Demokrasi

Pemilu 1982 menjadi pemilu pertama yang dilabeli 'Pesta Demokrasi'. Siapa sangka kalau istilah tersebut dianggap sebagai cara rezim Orde Baru menyembunyikan proses demokrasi yang tak demokratis.

Pada rentang 1967-1982, Soeharto tiga kali menggelar pemilu yakni 1971, 1977, dan 1982. Dalam tiga kali Pemilu, Golongan Karya (Golkar) menang dalam Pemilu. Tentu saja kemenangan ini tak lepas dari intervensi Soeharto sebagai penguasa.

Bahkan, ia melarang PNS dan ABRI terlibat dalam kegiatan parpol, menyingkirkan tokoh-tokoh oposisi, hingga menggabungkan partai menjadi dua dan satu golongan karya.

Dianggap Istilah Aneh dan Untuk Apa Pemilu?

John Pamberton dalam tulisannya yang berjudul 'Notes on the 1982 General Election in Solo' (1986). mengartikan pemilu sebagai gelaran pesta yang terkesan aneh, apalagi digunakan untuk menggambarkan pesta demokrasi.

Ia mengibaratkan kata 'pesta' dengan ritual upacara pernikahan di adat Jawa yang rangkaian acaranya sudah bisa ditebak. Sama halnya dengan konteks pemilu, yang pemenangnya sudah ketahuan sejak awal.

Selain itu, Dalam penelitiannya mengenai Pemilu 1977, "The Indonesian Election: A National Ritual" (1980), antropolog N.G. Schulte Nordholt cenderung menilai pemilu ialah ritual yang direproduksi legitimasi rezim tanpa menantang kekuasaan.

Ia juga menyampaikan simpulan gambaran pemilu di era Orde Baru dalam bentuk pertanyaan retoris: Apa guna pemilu jika hasilnya sudah dimanipulasi sejak awal?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo - Gibran Incar 22 Juta Suara Anak Muda di Putaran Pertama Pilpres 2024

Prabowo - Gibran Incar 22 Juta Suara Anak Muda di Putaran Pertama Pilpres 2024

Kotak Suara | Jum'at, 17 November 2023 | 13:21 WIB

Benny K Harman Sebut Netralitas Polri Di Pemilu Cuma Utopia, Komisi III Diminta Tak Bangun Isu Subyektif

Benny K Harman Sebut Netralitas Polri Di Pemilu Cuma Utopia, Komisi III Diminta Tak Bangun Isu Subyektif

Kotak Suara | Jum'at, 17 November 2023 | 08:30 WIB

Kominfo Minta WhatsApp Siapkan Posko Siaga Pemilu Buat Cegah Hoaks Pilpres 2024

Kominfo Minta WhatsApp Siapkan Posko Siaga Pemilu Buat Cegah Hoaks Pilpres 2024

Tekno | Kamis, 16 November 2023 | 18:48 WIB

Terkini

'Apartemen' Mewah Lapas Cibinong Ternyata Ilegal, Tak Terdaftar BMN dan Tanpa APBN

'Apartemen' Mewah Lapas Cibinong Ternyata Ilegal, Tak Terdaftar BMN dan Tanpa APBN

Bogor | Rabu, 30 September 2026 | 13:42 WIB

Penerima Bansos Bakal Pakai Data Terbaru, Mulai Disalurkan Kuartal I 2027

Penerima Bansos Bakal Pakai Data Terbaru, Mulai Disalurkan Kuartal I 2027

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 13:41 WIB

DJP Mulai Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan 5 Bank dan 1 Fintech

DJP Mulai Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan 5 Bank dan 1 Fintech

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 13:40 WIB

2 Pembalapnya jadi Calon Juara Dunia MotoGP, Aprilia Tak Akan Pilih Kasih!

2 Pembalapnya jadi Calon Juara Dunia MotoGP, Aprilia Tak Akan Pilih Kasih!

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 13:40 WIB

Cara Beli SBR015 di BRImo, Modal Mulai Rp1 Juta

Cara Beli SBR015 di BRImo, Modal Mulai Rp1 Juta

Bri | Rabu, 30 September 2026 | 13:39 WIB

Kenapa Honda Vario 160 CVT Gredek di RPM Rendah? Ini Solusi Ampuhnya

Kenapa Honda Vario 160 CVT Gredek di RPM Rendah? Ini Solusi Ampuhnya

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 13:35 WIB

Bangladesh Tak Mau Jadi Lumbung Gol, Thomas Dooley Kirim Peringatan Keras untuk Timnas Indonesia

Bangladesh Tak Mau Jadi Lumbung Gol, Thomas Dooley Kirim Peringatan Keras untuk Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 13:34 WIB

Bansos Tak Lagi Barang, Pemerintah Siapkan Uang Tunai Langsung ke Warga

Bansos Tak Lagi Barang, Pemerintah Siapkan Uang Tunai Langsung ke Warga

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 13:34 WIB

Mengupas Kekuatan Ombudsman Law: Senjata Ampuh Bongkar Fasilitas Mewah Lapas Cibinong!

Mengupas Kekuatan Ombudsman Law: Senjata Ampuh Bongkar Fasilitas Mewah Lapas Cibinong!

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 13:34 WIB

Oknum Polisi Kuansing Disebut Terlibat Kasus Penipuan hingga Rp500 Juta

Oknum Polisi Kuansing Disebut Terlibat Kasus Penipuan hingga Rp500 Juta

Riau | Rabu, 30 September 2026 | 13:33 WIB

×