Momen Dramatis Pemindahan 28 Bayi Prematur Gaza ke Mesir, WHO Bangga ke Relawan Palestina

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 21 November 2023 | 09:16 WIB
Momen Dramatis Pemindahan 28 Bayi Prematur Gaza ke Mesir, WHO Bangga ke Relawan Palestina
Momen Dramatis Pemindahan 28 Bayi Prematur Gaza. (Dok. Twitter/Tedros Adhanom Ghebreyesus)

Suara.com - Momen dramatis pemindahan 28 bayi prematur dari Gaza ke Mesir dibagikan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO yang mengaku bangga dengan relawan Palestina.

Peristiwa ini dibagikan langsung Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus melalui cuitan di akun Twitter pribadinya @DrTedros. Terakhir, dirinya mengaku bangga dengan mendukung kerjasama dengan relawan medis Palestina yakni Palestinian Red Crescent Society (PRCS).

Menurut Tedros, tidak kurang dari 28 bayi prematur dipindahkan aparat medis untuk dapat perawatan medis yang lebih memadai, serta membuat bayi tersebut aman dari wilayah konflik di jalur Gaza, Palestina.

"Hari ini, 28 dari 31 bayi prematur yang dievakuasi dari Rumah Sakit Al-Shifa kemarin, telah dipindahkan dengan selamat di Al-Arish untuk menerima perawatan medis di #Egypt (Mesir).  Dari sana, 12 bayi diterbangkan ke Kairo," ujar Tedros dikutip suara.com, Selasa (21/11/2023).

Bayi prematur adalah bayi yang lahir sebelum mencapai usia kehamilan 37 minggu.

Tedros juga menjelaskan perihal nasib, 3 bayi yang tersisa akan tetap berada di Gaza Selatan dan dirawat di RS Emarati. Mirisnya, kata Tedros semua bayi yang dipindahkan dari RS Al-Shifa Gaza sedang berjuang melawan infeksi serius akibat konflik.

"Semua bayi sedang berjuang melawan infeksi serius dan kondisi lainnya, serta memerlukan perawatan medis khusus," papar Tedros.

Terakhir, Tedros juga mengaku bangga dan bekerjasama dengan relawan medis yang tetap setia dan komitmen berada di jalur Gaza, untuk menolong semua warga sipil yang terdampak.

"Palestine RCS memimpin misi hari ini untuk memindahkan bayi-bayi itu. WHO bangga mendukung dan bermitra dengan Bulan Sabit Merah Palestina," pungkasnya.

baca juga

Sementara itu, per 19 November 2023 menurut Palestinian Central Bureau of Statistics (PCBS) hingga hari ke-44 perang, jumlah total korban jiwa Palestina mencapai 13.216 orang. PCBS mencatat 13.000 korban jiwa Palestina berada di Jalur Gaza, dan 216 korban jiwa di Tepi Barat.

Di sisi lain, menurut keterangan yang dihimpun United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA), sampai 19 November 2023 jumlah korban jiwa Israel mencapai 1.269 orang.

Berikut ini beberapa alasan bayi prematur butuh perawatan medis khusus:

1. Fungsi Paru-paru yang Belum Matang

Paru-paru adalah organ yang penting untuk bernapas dan memberikan oksigen ke dalam darah. Pada bayi prematur, paru-paru mungkin belum berkembang sepenuhnya, sehingga mereka mungkin kesulitan bernapas dan memerlukan bantuan pernapasan.

2. Kurangnya Lapisan Lemak di Kulit

Bayi prematur memiliki lebih sedikit lapisan lemak di bawah kulit mereka dibandingkan dengan bayi yang lahir pada waktu yang tepat. Lapisan lemak ini berfungsi sebagai isolator panas dan membantu mengontrol suhu tubuh. Oleh karena itu, bayi prematur rentan terhadap masalah suhu tubuh, seperti hipotermia.

3. Kemampuan Menyusui atau Minum Susu yang Terbatas

Sistem pencernaan bayi prematur mungkin belum cukup matang untuk menangani makanan secara efisien. Ini dapat menyebabkan kesulitan pada proses menyusui atau minum susu, dan mungkin memerlukan pemberian nutrisi melalui metode lain, seperti tabung nasogastrik.

4. Resiko Infeksi yang Lebih Tinggi

Sistem kekebalan tubuh bayi prematur umumnya lebih rentan terhadap infeksi karena belum sepenuhnya berkembang. Bayi prematur mungkin memerlukan perawatan khusus untuk mencegah dan mengelola infeksi.

5. Gangguan pada Sistem Saraf Pusat

Bayi prematur memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan pada sistem saraf pusat, termasuk perdarahan intraventrikular (perdarahan di dalam otak).

6. Problematika dengan Sistem Kardiovaskular

Beberapa bayi prematur mungkin menghadapi masalah dengan sistem kardiovaskular mereka, termasuk penyakit jantung yang memerlukan perhatian khusus.

7. Gangguan pada Pengaturan Glukosa

Bayi prematur cenderung memiliki kadar glukosa yang tidak stabil, yang memerlukan pemantauan dan pengaturan cermat.

8. Permasalahan pada Penglihatan dan Pendengaran

Bayi prematur juga berisiko mengalami masalah penglihatan dan pendengaran karena organ-organ ini belum sepenuhnya berkembang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Diserang, Rumah Sakit Indonesia Juga Dikepung Tank Israel

Setelah Diserang, Rumah Sakit Indonesia Juga Dikepung Tank Israel

News | Senin, 20 November 2023 | 19:37 WIB

Pastikan Tidak Dukung Israel, Tarra Budiman Kirim Bantuan ke Palestina

Pastikan Tidak Dukung Israel, Tarra Budiman Kirim Bantuan ke Palestina

Entertainment | Senin, 20 November 2023 | 18:55 WIB

Bagaimana Kondisi Terkini Pasien RS Indonesia? Satu-satunya Fasilitas Medis Tersisa di Gaza Digempur Tank Israel

Bagaimana Kondisi Terkini Pasien RS Indonesia? Satu-satunya Fasilitas Medis Tersisa di Gaza Digempur Tank Israel

News | Senin, 20 November 2023 | 18:29 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×