Viral Livestreamer Jepang Terima Notifikasi Sebelum Gempa, Apa Sih Itu dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Dinda Rachmawati

Rabu, 03 Januari 2024 | 12:30 WIB
Viral Livestreamer Jepang Terima Notifikasi Sebelum Gempa, Apa Sih Itu dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Viral Livestreamer Jepang Tunjukan Notifikasi Peringatan Dini Gempa Bumi di Ponselnya (TikTok)

Suara.com - Gempa dahsyat bermagnitudo 7,6 di Jepang yang terjadi tepat pada hari pertama tahun 2024 mendapatkan banyak sorotan, termasuk soal bagaimana negara tersebut memiliki sistem peringatan dini gempa bumi untuk warganya menyelamatkan diri saat bencana terjadi. 

Hal ini terlihat pada sebuah video viral di media sosial, di mana ponsel seorang livestreamer Jepang yang tengah melakukan siaran langsung tiba-tiba berbunyi dan memberikan notifikasi gempa bumi yang akan terjadi di wilayahnya. 

Setelah ponselnya bergetar secara mengejutkan, notifikasi itu lantas bersuara "earthquake" atau gempa bumi. Ia pun sempat menunjukkan layar ponselnya ke kamera dan langsung berlari keluar ruangan. 

"Ya Tuhan cepat, aku akan keluar," ungkapnya.

Tak lama wanita itu pergi, kamera siaran langsungnya yang masih merekam pun memperlihatkan momen gempa bumi yang terjadi dengan getaran yang cukup kuat. Hal tersebut langsung menyita perhatian banyak netizen, terutama di Indonesia. Tentu ini merupakan hal baru bagi banyak orang.

Kok bisa ya peringatan dini gempa bumi muncul di ponsel warga Jepang? Negeri Bunga Sakura ini memang memiliki sistem peringatan dini gempa bumi agar masyarakat bisa melindungi diri sebelum gempa kuat terjadi. 

Sistem ini bernama Earthquake Early Warning (EEW) atau Peringatan Dini Gempa Bumi. Diluncurkan pada 2007 oleh Badan Meteorologi Jepang (JMA), sistem ini mengeluarkan peringatan ketika gempa terdeteksi oleh lebih dari 4000 seismometer yang tersebar dari seluruh penjuru Jepang.

Fungsi utama sistem ini adalah mendeteksi getaran, menghitung episentrum gempa bumi dan mengirim peringatan ke ponsel warga dengan panduan tentang cara bereaksi terhadap peringatan tersebut.

Sistem ini dikembangkan untuk meminimalkan kerusakan akibat gempa bumi dan memungkinkan masyarakat untuk berlindung atau mengevakuasi diri dari daerah berbahaya sebelum datangnya gelombang permukaan yang kuat datang. 

baca juga

EEW juga digunakan oleh kereta api untuk memperlambat kereta dan oleh pabrik untuk menghentikan jalur perakitan sebelum gempa bumi terjadi.

Jalan di bagian wilayah perfektur Miyagi rusak akibat gempa Jepang. (Foto: AFP)
Jalan di bagian wilayah perfektur Miyagi rusak akibat gempa Jepang. (Foto: AFP)

Bagaimana cara kerjanya? 

JMA memiliki dua sistem EEW, satu untuk masyarakat umum dan satu lagi untuk Badan Meteorologi dan Hidrologi Nasional. Ketika gelombang P mendeteksi dua (atau lebih) dari 4.235 seismometer yang dipasang di seluruh Jepang, JMA langsung menganalisis dan memperkirakan lokasi pusat gempa.

Hal ini memungkinkan JMA untuk memberi tahu orang-orang di prefektur (area) yang terkena dampak melalui TV dan radio jika diperkirakan akan terjadi gempa bumi kuat, dan saat ini melalui ponsel.

Pemberitahuan peringatan dini gempa dikirmkan ke ponsel melalui layanan yang disediakan oleh tiga operator telekomunikasi terbesar di Jepang. Mereka menggunakan sistem cell broadcast, metode pengiriman pesan ke beberapa pengguna ponsel di area tertentu pada waktu yang sama.

Setelah gempa bumi dan tsunami Thoku tahun 2011, sistem EEW dan sistem peringatan tsunami Jepang dianggap efektif. Meskipun tsunami menewaskan lebih dari 10.000 orang, diyakini bahwa jumlah korban jiwa akan jauh lebih besar tanpa sistem EEW.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gempa M5,9 Guncang Sukabumi Hingga Banten, Dipicu Deformasi Lempeng Indo-Australia

Gempa M5,9 Guncang Sukabumi Hingga Banten, Dipicu Deformasi Lempeng Indo-Australia

News | Rabu, 03 Januari 2024 | 11:34 WIB

Gempa M 5,9 Terasa di Sukabumi, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan, Tapi Waspadalah!

Gempa M 5,9 Terasa di Sukabumi, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan, Tapi Waspadalah!

News | Rabu, 03 Januari 2024 | 10:48 WIB

Gempa Bayah Banten Berkekuatan 5,9 Terasa Hingga Bogor dan Sukabumi

Gempa Bayah Banten Berkekuatan 5,9 Terasa Hingga Bogor dan Sukabumi

News | Rabu, 03 Januari 2024 | 10:01 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×