Ahok Ogah Pilih Presiden yang Emosional, Pemimpin Harus Punya Sifat Apa Saja Sih?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 07 Februari 2024 | 12:06 WIB
Ahok Ogah Pilih Presiden yang Emosional, Pemimpin Harus Punya Sifat Apa Saja Sih?
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Thahaja Purnama alias Ahok. (Instagram/@basukibtp)

Suara.com - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) baru-baru ini kembali jadi sorotan. Ia menjadi bahan perbincangan usai  menyampaikan pandangannya bahwa calon presiden Prabowo Subianto tidak layak untuk dipilih sebagai presiden.

Dalam sebuah acara, Ahok menyoroti pentingnya kesehatan bagi seorang pemimpin yang ingin memegang jabatan presiden. Ahok juga menilai bahwa Prabowo memiliki riwayat kesehatan yang tidak baik dan sifat yang mudah marah, sehingga tidak cocok untuk menjadi presiden.

Bahkan, ia mengemukakan bahwa Gibran Rakabuming mungkin akan mengambil alih posisi presiden jika Prabowo menghadapi masalah kesehatan.

"Tapi persoalan pilih presiden, kita tidak mau pilih orang yang sudah tidak sehat. Kita tidak mau pilih orang yang emosional. Kita tidak mau pilih orang yang tidak terbukti bisa kerja. Nah ini presiden lho, dan lagipula kita khawatir kalau tiba-tiba Gibran yang naik,” kata Ahok.

Pernyataan Ahok ini mendapat tanggapan beragam dari masyarakat. Sebagian setuju dengan pandangannya karena menganggap bahwa pada usia yang sudah tidak muda, Prabowo mungkin rentan terhadap masalah kesehatan. Namun, ada juga yang tidak setuju karena menurut hasil tes fisik, kondisi kesehatan Prabowo masih baik.

Sebagai seorang pemimpin, seseorang tentu harus memiliki beberapa sifat yang menjadikannya presiden hebat. Lantas sifat apa saja itu? Berikut ini seperti dilansir dari berbagai sumber. 

Kesadaran Diri dan Kerendahan Hati

Mengetahui diri sendiri dengan baik dan memiliki kerendahan hati merupakan aspek utama kepemimpinan. Memahami kekuatan dan kelemahan diri membantu meningkatkan efektivitas kepemimpinan. Penting untuk memahami bagaimana orang lain melihat Anda dan bagaimana penampilan Anda di tempat kerja dan di rumah. Pelajari dan kuatkan empat aspek kesadaran diri untuk meningkatkan kepemimpinan Anda.

Hormat

baca juga

Perlakuan hormat terhadap orang lain setiap hari merupakan hal penting bagi seorang pemimpin. Hal ini membantu meredakan konflik, membangun kepercayaan, dan meningkatkan efektivitas. Ciptakan budaya yang menghargai pandangan orang lain dan membangun rasa memiliki di tempat kerja untuk mendukung kesetaraan, keberagaman, dan inklusi.

Kasih Sayang

Belas kasih adalah tindakan kepemimpinan yang penting. Lebih dari sekadar mendengarkan, belas kasih melibatkan tindakan berdasarkan pemahaman terhadap kebutuhan orang lain. Tindakan konkret setelah mendengarkan memberikan rasa didengar dan membangun kepercayaan.

Visi

Memotivasi dan mengumpulkan komitmen dari orang lain merupakan bagian penting kepemimpinan. Pemimpin berorientasi pada tujuan menghubungkan tugas sehari-hari dengan visi organisasi, memberikan makna pada pekerjaan karyawan, dan meningkatkan keterlibatan.
Komunikasi Kepemimpinan dan komunikasi saling terkait. Pemimpin yang baik adalah komunikator terampil dalam berbagai situasi dan dengan berbagai orang. Komunikasi yang efektif mendukung kesuksesan strategi bisnis organisasi.

Ketangkasan Belajar

Ketangkasan belajar adalah kemampuan untuk bertindak dalam situasi yang tidak biasa. Semua orang dapat meningkatkan ketangkasan belajar melalui latihan dan usaha yang disengaja. Kolaborasi Pemimpin yang efektif dapat bekerja dengan berbagai rekan kerja dari berbagai latar belakang. Kolaborasi memungkinkan peningkatan inovasi, kinerja tim. 

Pengaruh

Seorang pemimpin harus mampu mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Pengaruh autentik dan transparan diperlukan untuk membujuk orang lain.

Integritas

Integritas penting bagi individu dan organisasi. Penting untuk menegaskan kejujuran dan integritas di semua tingkatan organisasi.
Keberanian Keberanian dibutuhkan untuk mengungkapkan pendapat dan mengambil tindakan yang benar. Para pemimpin harus mempromosikan keamanan psikologis di tempat kerja untuk mendukung keberanian dan pengungkapan kebenaran.

Syukur

Bersyukur meningkatkan harga diri dan kesejahteraan karyawan. Para pemimpin terbaik sering menunjukkan rasa terima kasih di tempat kerja.

Ketahanan

Ketahanan adalah kemampuan untuk merespons tantangan secara adaptif. Pemimpin yang tangguh membantu karyawan menjaga kekuatan emosional dan berkomitmen pada visi bersama.
 
 
 
 
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ogah Ahoker Mikir Dirinya Dukung Prabowo, Ahok kepada Hasto: Bilang ke Ibu Saya Mau Keluar

Ogah Ahoker Mikir Dirinya Dukung Prabowo, Ahok kepada Hasto: Bilang ke Ibu Saya Mau Keluar

News | Rabu, 07 Februari 2024 | 11:45 WIB

Fedi Nuril 'Sabet' Prabowo dan Seret Nama Hendropriyono, Warganet: Desir Pasir di Padang Tandus Aja Terbakar

Fedi Nuril 'Sabet' Prabowo dan Seret Nama Hendropriyono, Warganet: Desir Pasir di Padang Tandus Aja Terbakar

Lifestyle | Rabu, 07 Februari 2024 | 11:29 WIB

Fedi Nuril Gahar Menolak Prabowo Subianto Jadi Presiden: Gak Usah Ngatur-Ngatur Gue

Fedi Nuril Gahar Menolak Prabowo Subianto Jadi Presiden: Gak Usah Ngatur-Ngatur Gue

News | Rabu, 07 Februari 2024 | 11:14 WIB

Terkini

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:04 WIB

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:58 WIB

3 Shio Ini Diramal Paling Beruntung di Bulan November 2026

3 Shio Ini Diramal Paling Beruntung di Bulan November 2026

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP

Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:54 WIB

Langit Tangerang Semarak, Puluhan Layang-layang Hiasi Akhir Pekan Keluarga

Langit Tangerang Semarak, Puluhan Layang-layang Hiasi Akhir Pekan Keluarga

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Madura United Curi Tiga Poin di Parepare, Penalti PSM Makassar Digagalkan Angga Saputro

Madura United Curi Tiga Poin di Parepare, Penalti PSM Makassar Digagalkan Angga Saputro

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:48 WIB

Bali United Bungkam Arema FC 3-1 di Kanjuruhan, Singo Edan Akhiri Laga dengan 9 Pemain

Bali United Bungkam Arema FC 3-1 di Kanjuruhan, Singo Edan Akhiri Laga dengan 9 Pemain

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:45 WIB

Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik

Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:40 WIB

×