Vincent Rompies Pilih Penyelesaian Kekeluargaan untuk Kasus Bullying: Potensi Korban Trauma hingga Dewasa Mengintai?

Jum'at, 23 Februari 2024 | 20:26 WIB
Vincent Rompies Pilih Penyelesaian Kekeluargaan untuk Kasus Bullying: Potensi Korban Trauma hingga Dewasa Mengintai?
Vincent Rompies menjalani pemeriksaan di Polres Tangerang Selatan, Kamis (22/2/2024), terkait kasus perundungan yang dilakukan anaknya, Legolas. [Intens Investigasi]

Suara.com - Vincent Rompies harap kasus bullying yang menimpa anaknya bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan berdiskusi dengan pihak korban. Padahal bullying bisa memicu trauma hingga dewasa loh.

Dalam keterangan persnya pada Kamis, 22 Februari 2024 Vincent Rompies mengaku saat ini sedang berusaha berkomunikasi dengan pelapor selaku keluarga. Ia berharap kasus bullying antar anak siswa SMA ini bisa berakhir damai.

"Saya masih berusaha membuka pintu komunikasi dengan pelapor untuk biar semua ini bisa diselesaikan secara baik-baik. Saya masih berusaha membuka pintu komunikasi dengan pelapor untuk biar semua ini bisa diselesaikan secara baik-baik," ucap Vincent Rompies, seperti dikutip dari tayangan Intens Investigasi.

Ilustrasi bullying/ tindak kekerasan (pixabay.com)
Ilustrasi bullying/ tindak kekerasan (pixabay.com)

Sementara itu melansir Verywell Family, Jumat (23/2/2024) diakui penelitian bullying yang dialami masa anak-anak bisa membuat sangat traumatis sehingga efeknya terasa hingga dewasa.

Bahkan pengalaman trauma masa kecil di bully ini bisa membuat korban saat dewasa cenderung meragukan diri sendiri, sulit percaya orang lain, dan tidak memiliki persahabatan berkualitas.

Pakar Hubungan Tiffiny J.Fambro dalam tulisannya di LinkedIn, juga menyebutkan bullying merupakan bentuk pelecehan, intimidasi dan penyerangan yang biasanya dilakukan dari satu anak ke anak lainnya.

Saat aksi bullying terjadi akan bisa langsung menyebabkan kecemasan, depresi, rendah harga diri dan kepercayaan diri, ingin bunuh diri atau menyakiti diri sendiri.

Pengalaman bullying masa kecil juga akan menyebabkan sisa trauma yang terbawa hingga dewasa. Kondisi ini disebut dengan wounded adults atau orang dewasa yang terluka.

Penelitian juga menyebutkan, orang yang di masa kecilnya mengalami bullying bisa menyebabkan gangguan stres pasca trauma atau PTSD hingga dewasa.

Baca Juga: Kini Buka Suara Soal Kasus Bullying Anaknya, Vincent Rompies Pernah Curhat ke Kak Seto Mengenai F yang Ngeyel

PTSD adalah gangguan psikologis yang terkait dengan pengalaman peristiwa traumatis seperti perang, bencana alam, kekerasan seksual, cedera serius, atau pelecehan jangka panjang. Gejalanya meliputi kesedihan, ketakutan, kecemasan, pikiran negatif yang intens, dan perilaku bunuh diri.

Contoh orang yang menderita PTSD karena dibully di sekolah saat kecil, saat dewasa bisa mengalami kesulitan pergi ke sekolah anak, karena suasana sekolah mengingatkan pada pengalaman traumatis masa kecil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI