Bukan Lagu, Ini Doa yang Seharusnya Diucapkan Kepada Orang yang Sakaratul Maut

Kamis, 07 Maret 2024 | 10:23 WIB
Bukan Lagu, Ini Doa yang Seharusnya Diucapkan Kepada Orang yang Sakaratul Maut
Ilustrasi doa tahun baru Islam 2023. (Unsplash/Masjid MABA)

Suara.com - Sikap Prabowo Subianto ketika menjenguk mendiang eks Gubernur Jawa Barat Solihin GP saat masih dirawat di rumah sakit jadi omongan. Pasalnya, Menteri Pertahanan itu justru bernyanyi dihadapan Solihin GP yang telah terbaring kritis di ranjang rumah sakit. 

Dari berbagai video yang beredar di media sosial, Prabowo Subianto terlihat didampingi sejumlah orang, termasuk ajudan pribadinya Mayor Teddy. Mereka terekam menyanyikan Mars Siliwangi di hadapan Solihin GP dengan maksud untuk memberikan semangat. Namun, aksi itu langsung tuai kritikan dari publik di media sosial.

Bernyanyi saat menjenguk orang sakit dinilai tidak sesuai adab. Terlebih pasien telah dalam kondisi kritis. Dalam Islam, menjenguk orang sakit bukan hanya menjadi kewajiban, tetapi juga memiliki adab yang perlu diikuti agar mendapatkan berkah dan keberkahan. Solihin GP sendiri diketahui juga menganut agama Islam.

Dikutip dari situs NU Online, orang yang sedang menghadapi kematian dianjurkan untuk melazimkan bacaan kalimat tauhid, “L ilha illallh.” Sejumlah hadits menerangkan keutamaan ucapan kalimat tauhid sebagai kalimat terakhir yang diucapkan seseorang. Rasulullah juga menyebut adanya pahala surga bagi orang yang mengakhiri ucapannya dengan kalimat tauhid.

Rasulullah SAW juga menganjurkan kepada keluarga maupun orang terdekat untuk menuntun kalimat tauhid secara perlahan di telinga orang sekarat yang tidak lagi mampu mengucap kalimat tauhid sendiri.

Ulama memberikan panduan dalam menuntun orang yang sedang sakaratul maut. Menurut mereka, menuntun itu bukan dimaknai sebagai ucapan tauhid yang terus menerus sampai orang yang sekarat mengembuskan nafas terakhir. Melainkan hanya bersifat memastikan kalimat tauhid sebagai ucapan terakhir orang yang sekarat untuk mengejar keutamaan kalimat tauhid.

Meski setelah mengucapkan kalimat tauhid tidak ada kalimat lain dari orang yang sekarat sampai mengembuskan nafas terakhirnya, maka keutamaan kalimat tauhid sudah tercapai. Jadi talqin atau menuntun itu bukan dimaknai sebagai tindakan menghujani orang sekarat dengan kalimat tauhid sebagai pengisi luang sampai ajal tiba.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI