Panglima TNI Ubah Istilah KKB jadi OPM, Ini Beda Artinya

Farah Nabilla

Jum'at, 12 April 2024 | 07:39 WIB
Panglima TNI Ubah Istilah KKB jadi OPM, Ini Beda Artinya
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). [Sebby Sambom]

Suara.com - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan bahwa pihaknya tak lagi menamakan kelompok bersenjata yang mendorong Papua merdeka sebagai kelompok kriminal bersenjata (KKB). Namun kembali lagi disebut sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Adapun alasannya yaitu karena mereka menamakan dirinya sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

Masyarakat mengenal Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan Kelompok Kriminal Bersenjata atau disebut dengan KKB Papua sebagai pelaku aksi separatis di Papua.

Namun, tak sedikit masyarakat yang kebingungan untuk mengenali apakah OPM dan KKB Papua adalah kelompok yang sama, atau justru berbeda.

Pemberontakan yang dilakukan oleh kelompok separatis di Papua juga memang kerap dikaitkan dengan keberadaan mereka.

Hal tersebut karena teror yang dilakukan oleh kelompok tersebut sudah menimbulkan banyak korban baik itu dari penduduk sipil ataupun militer.

Lantas, seperti apakah perbedaan istilah KKB dan OPM? Simak informasi lengkapnya berikut ini.

Perbedaan KKB dan OPM

OPM dan KKB Papua sendiri merupakan dua istilah yang berbeda. 

baca juga

Organisasi Papua Merdeka (OPM) merupakan istilah umum untuk gerakan pro-kemerdekaan Papua yang dipicu atas sikap pemerintah Indonesia sejak tahun 1963.

Muncul juga sebuah kelompok yang bernama Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua yang dikenal sebagai Tentara Pertahanan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM).

Kemudian, oleh TNI, TPN-OPM ini juga disebut sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Kelompok Separatis Bersenjata (KSB).

Sebagai gerakan separatis, OPM sendiri sering dicap sebagai organisasi yang gemar melakukan aksi kekerasan. Oleh karenanya, istilah OPM kemudian diganti menjadi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dengan maksud jika ada salah satu kelompok KKB Papua yang tertangkap, mereka akan langsung ditahan dengan alasan kriminalitas.

Lebih lanjut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Boy Rafli Amar menyebut bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua sebagai kelompok teroris.

Ia menyebut bahwa KKB Papua sudah banyak memberikan kerugian terhadap masyarakat dengan tindakannya, seperti melakukan pembunuhan, dan merusak fasilitas masyarakat.

Sejarah Organisasi Papua Merdeka (OPM)

Organisasi Papua Merdeka (OPM) merupakan organisasi yang berdiri sejak tahun 1965. Adapun tujuan berdirinya OPM ini yaitu untuk mengakhiri pemerintahan Irian Jaya dan memisahkan diri dari Indonesia.

Awalnya, OPM menempuh jalur diplomatik serta mengadakan aksi pengibaran bendera Bintang Kejora menjadi simbol lain dari kesatuan Papua yang akan dikibarkan oleh kelompok separatis setiap tanggal 1 Desember yang dianggap sebagai hari Kemerdekaan Papua.

Adapun lagu kebangsaan “Hai Tanahku Papua” dan lambang negara yang sudah diadopsi sejak periode 1961 sampai pemerintahan di bawah Republik Indonesia dimulai pada bulan Mei 1963 silam.

Kemudian berlanjut pada tanggal 1 Juli 1971, Seth Reomkorem dan Jacob Prai kemudian mendeklarasikan Republik Papua Barat dan segera merancang konstitusinya.

Kemudian, pada 26 Maret 1973 dibentuklah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) sebagai Tentara Papua Barat berdasarkan Konstitusi Sementara Republik Papua Barat yang ditetapkan pada 1971.

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) merupakan sayap militer dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) Konflik strategi antara Seth Roemkorem dan Jacob Prai kemudian berujung pada perpecahan OPM menjadi dua fraksi yakni PEMKA yang dipimpin oleh Prai dan TPN yang dipimpin oleh Roemkorem.

Sebelum adanya pemisahan tersebut, TPN/OPM merupakan satu di bawah kepemimpinan Seth Roemkorem sebagai Komandan OPM yang kemudian menjadi Presiden Pemerintahan Sementara Papua Barat dan Jacob Prai menduduki jabatan sebagai Ketua Senat.

Sejak tahun 2012 melalui reformasi TPN, Goliath Tabuni diangkat menjadi Panglima Tinggi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat. Sementara, gerakan tersebut diduga menjadi imbas dari perlakuan tidak adil yang diterima oleh masyarakat Papua dari pemerintah Indonesia yang dianggap represif.

Sedangkan, berdasarkan laporan dari Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) yang diterbitkan 24 Agustus 2015 dengan judul The Current Status of The Papuan Pro-Independence Movement yang menyebut organisasi ini terdiri dari fraksi yang saling bersaing.

Fraksi ini terdiri dari tiga elemen yang salah satunya merupakan kelompok bersenjata dengan kontrol teritori yang berbeda yakni Timika, dataran tinggi, dan juga pantai utara.

Sebagian besar OPM bersenjata dan bermarkas di Papua, dan beberapa tinggal di pedalaman dan di perbatasan Papua Nugini.

Mulanya ada tiga komando sayap militer OPM yakni Goliath Tabuni, Puron Wenda, dan Richard Hans Yoweni. Goliath Tabuni berbasis di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya yang dipandang sebagai komando sayap militer OPM paling kuat dengan cakupan teritorial yang paling luas seperti Puncak, Paniai dan juga Mimika.

Puron Wenda yang berbasis di Lanny Jaya sebagai komando sayap militer OPM yang memisahkan diri dari Goliath sekitar tahun 2010. Richard Hans Yoweni yang berbasis di Papua New Guinea sebagai komando sayap militer OPM yang mempunyai pengaruh kuat di sepanjang Pantai Utara.

Kemudian, muncul sosok Kelly Kwalik sebagai pimpinan OPM di Mimika yang kemudian tewas dalam penyergapan polisi pada tahun 2009.

Kontributor : Syifa Khoerunnisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Danramil Aradide Tewas dengan Luka Sabetan di Belakang Kepala, Diduga Dibunuh OPM Pimpinan Matias Gobay

Danramil Aradide Tewas dengan Luka Sabetan di Belakang Kepala, Diduga Dibunuh OPM Pimpinan Matias Gobay

News | Kamis, 11 April 2024 | 19:51 WIB

Viral Pria Cekcok di Jalan Tol Pakai Mobil Plat TNI Kadaluarsa, Ngaku Anggota TNI dan Punya Adik Jenderal

Viral Pria Cekcok di Jalan Tol Pakai Mobil Plat TNI Kadaluarsa, Ngaku Anggota TNI dan Punya Adik Jenderal

News | Jum'at, 12 April 2024 | 03:05 WIB

Viral Video Anggota TNI Diam-Diam Foto Penumpang Kereta Perempuan: Ngerasa Ganteng Lu Halo Dek Berseragam?

Viral Video Anggota TNI Diam-Diam Foto Penumpang Kereta Perempuan: Ngerasa Ganteng Lu Halo Dek Berseragam?

News | Kamis, 11 April 2024 | 13:52 WIB

Alasan Panglima TNI Soal KKB Papua Kembali Disebut OPM: Tak Ada Negara Dalam Negara

Alasan Panglima TNI Soal KKB Papua Kembali Disebut OPM: Tak Ada Negara Dalam Negara

News | Kamis, 11 April 2024 | 10:01 WIB

KKB di Papua Kembali Disebut OPM, Panglima TNI Bongkar Alasannya

KKB di Papua Kembali Disebut OPM, Panglima TNI Bongkar Alasannya

News | Kamis, 11 April 2024 | 05:00 WIB

Terkini

5 Sabun Cuci Muka untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas

5 Sabun Cuci Muka untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Sempat Tiga Kali Dihadang, Massa Mahasiswa Trisakti Tembus Patung Kuda Gelar Aksi

Sempat Tiga Kali Dihadang, Massa Mahasiswa Trisakti Tembus Patung Kuda Gelar Aksi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Persib Makin Dekat ke Babak 16 Besar ACL 2, Rekor Sempurna Jadi Modal ke Australia

Persib Makin Dekat ke Babak 16 Besar ACL 2, Rekor Sempurna Jadi Modal ke Australia

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:34 WIB

Kesal Tak Dijemput, Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Hingga Luka 80 Persen

Kesal Tak Dijemput, Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Hingga Luka 80 Persen

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:33 WIB

Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games Naik, Menpora: Biar Sejahtera

Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games Naik, Menpora: Biar Sejahtera

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:31 WIB

Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali

Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:29 WIB

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Didakwa Terima Suap Rp33,8 Miliar

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Didakwa Terima Suap Rp33,8 Miliar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:27 WIB

Hashim Ungkap Efek MSCI, Rupiah Terancam Anjlok ke Rp 22.000

Hashim Ungkap Efek MSCI, Rupiah Terancam Anjlok ke Rp 22.000

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:21 WIB

Terima Denny Indrayana Cs, PKS Bakal Seriusi Polemik Keabsahan Ijazah Gibran Pasca Putusan MK

Terima Denny Indrayana Cs, PKS Bakal Seriusi Polemik Keabsahan Ijazah Gibran Pasca Putusan MK

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Dikenal sebagai Perpustakaan Berjalan, 5 Rekomendasi Buku dari Gawon MEOVV!

Dikenal sebagai Perpustakaan Berjalan, 5 Rekomendasi Buku dari Gawon MEOVV!

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:20 WIB

×