Beda Dari Ivan Gunawan, Krisdayanti Justru Bangun Gereja Meski Beda Beragama Islam: Hukumnya Gimana?

M. Reza Sulaiman, Fajar Ramadhan

Jum'at, 17 Mei 2024 | 13:44 WIB
Beda Dari Ivan Gunawan, Krisdayanti Justru Bangun Gereja Meski Beda Beragama Islam: Hukumnya Gimana?
Kolase foto Ivan Gunawan dan Kris Dayanti. [Instagram]

Suara.com - Belum lama ini Ivan Gunawan menjadi sorotan usai membangun masjid di Uganda. Namun, bukan hanya Ivan Gunawan artis yang membangun rumah ibadah. Pasalnya, Krisdayanti juga diketahui pernah membangun rumah ibadah.

Hanya saja Krisdayanti tidak membangun masjid seperti Ivan Gunawan. Diva satu ini justru memilih membangun gereja di Malang. Bantuan ini diberikan karena gereja di kampung halamannya itu sudah tidak layak pakai sehingga Kris Dayanati memilih untuk membantu merenovasinya.

Krisdayanti memilih membantu membangun gereja itu karena mayoritas orang yang tinggal di kampung tersebut adalah umat Kristen. Oleh sebab itu, Krisdayanti membantu renovasi gereja tersebut.

GKJW Jemaat Tambakasri yang direnovasi Kris Dayanti (Google Images/Karji Tambakasri)
GKJW Jemaat Tambakasri yang direnovasi KrisDayanti (Google Images/Karji Tambakasri)

"90 persen masyarakatnya beragama Kristen, dan Gereja ini merupakan satu-satunya tempat ibadah masyarakat setempat yang tetap digunakan meski kondisinya hampir runtuh," ucap Krisdayanti.

Meski demikian, Krisdayanti yang membangun gereja ini menuai kontroversi. Pasalnya, istri Raul Lemos ini diketahui sebagai seorang Muslim. Hal ini juga yang menjadi pertanyaan terkait hukum membangun gereja dalam ajaran agama Islam. Lantas bagaimana hukumnya?

Mengutip NU Online, hukum umat Islam dalam membangun rumah ibadah agama lain ini terbagi menjadi beberapa pendapat. Ada beberapa ulama yang mengatakan hal tersebut merupakah perbuatan maksiat dan haram. Namun, ada juga pendapat kalau hal tersebut tidak termasuk ke dalam perbuatan maksiat.

Berdasarkan pandangan ulama mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hanbali menegaskan, pembangunan gereja di daerah Muslim adalah haram. Pasalnya, hal ini termasuk membantu wujudnya kemaksiatan kepada Allah. Dikatakan oleh Syekh Tajuddin as-Subuk, pembangunan gereja adalah bentuk maksiat kepada Allah baik itu dibangun oleh Muslim ataupun Non-Muslim.

“Ulama ahli fikih mengatakan “Seandainya seseorang berwasiat untuk membangun gereja maka wasiat itu batal karena membangun gereja adalah maksiat begitu juga merenovasinya, dan tidak ada perbedaan baik orang yang berwasiat adalah Muslim maupun kafir, begitu juga seandainya wakaf untuk gereja maka wakaf tersebut batal, baik orang yang wakaf adalah Muslim maupun kafir, maka pembangunan gereja, renovasi maupun pemugaran gereja adalah maksiat, baik pelakunya Muslim maupun kafir dan inilah syariat nabi Muhammad Saw”. (Taqiyuddin As-Subki, Fatawa as-Subuki, [Kairo, Dar Ma’arif: 2011 M], juz II, halaman 369).

Larangan ini juga termasuk dari membuat bangunannya hingga melengkapi perabotannya.

baca juga
Potret Ivan Gunawan yang bangun masjid di Uganda, Afrika Timur (Instagram/ivan_gunawan)
Potret Ivan Gunawan yang bangun masjid di Uganda, Afrika Timur (Instagram/ivan_gunawan)

“Mayoritas ulama ahli fikih berpendapat bahwa tidak boleh bagi seorang Muslim untuk bekerja kepada orang ahli dzimmah di gereja mereka, baik sebagai tukang perabotan, tukang pembangunan maupun selainnya, karena hal tersebut adalah bentuk membantu perbuatan maksiat, dan hal tersebut adalah akad yang mengandung pengagungan atas agama dan syiar mereka. Ulama mazhab Maliki menambahkan bahwa mereka harus dihukumi kecuali bila mereka beralasan tidak tahu hukum perbuatan tersebut” (Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, 2008 M: 38/158).

Di sisi lain, dalam pandangan Syekh Ibnu ‘Abidin juga banyak ulama mazhab Hanafi, akad kontrak untuk bekerja dan membangun gereja bukanlah bentuk maksiat secara substansia. Oleh sebab itu, membangun gereja atau tempat ibadah lainnya adalah ibadah yang diperbolehkan.

“Dan boleh dalam pembangunan gereja, dalam kitab al-Khaniyah disebutkan bahwa seandainya ia disewa untuk bekerja di gereja dan membangun gereja maka tidak masalah karena hal tersebut bukan maksiat secara substansial” (Ibnu Abidin, Radd al-Mukhtar ‘ala ad-Durr al-Mukhtar, [Beirut, Darul Fikr: 1992 M], juz VI, halaman 391).

Oleh sebab itu, hukum membangun rumah ibadah agama lain bisa diperbolehkan maupun tidak. Hal ini kembali dengan mahzab yang dipercaya dari masing-masing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berhijab, Penampilan Shindy Samuel Dibilang Makin Mirip Aurel Hermansyah

Berhijab, Penampilan Shindy Samuel Dibilang Makin Mirip Aurel Hermansyah

Entertainment | Jum'at, 17 Mei 2024 | 10:13 WIB

Masjid Quba, Masjid yang Pertama Kali Dibangun Rasulullah SAW di Madinah

Masjid Quba, Masjid yang Pertama Kali Dibangun Rasulullah SAW di Madinah

Video | Kamis, 16 Mei 2024 | 19:05 WIB

Ruben Onsu Bangun Masjid, Apa Hukum Non Islam Bangun Masjid?

Ruben Onsu Bangun Masjid, Apa Hukum Non Islam Bangun Masjid?

Religi | Kamis, 16 Mei 2024 | 10:12 WIB

Terkini

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Jakarta | Minggu, 01 November 2026 | 22:31 WIB

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:20 WIB

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:11 WIB

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:08 WIB

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:05 WIB

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

×