Edukasi Perlindungan dan Pelestarian Satwa Liar Lewat Lomba Foto dan Video, Remaja Juga Bisa Ikutan!

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 12 Juni 2024 | 10:59 WIB
Edukasi Perlindungan dan Pelestarian Satwa Liar Lewat Lomba Foto dan Video, Remaja Juga Bisa Ikutan!
Ilustrasi satwa liar. (Elements Envato)

Suara.com - Kabar baik untuk penggemar animal photography atau fotografi hewan, karena karena kamu bisa mengikutsertakan hasil karyamu ke ajang kompetisi International Animal Photo & Video Competition alias IAPVC 2024 dengan hadiah total mencapai Rp10 juta.

Dalam rangka mengedukasi masyarakat tentang perlindungan, pelestarian hingga konservasi satwa liar di habitatnya di Indonesia, Taman Safari Indonesia akan memberikan apresiasi kepada masyarakat umum melalui IAPVC 2024

Berbeda dari tahun sebelumnya, di mana lomba hanya digelar untuk fotografer profesional, kali ini ada kategori baru yang diperlombakan yaitu photo enthusiast untuk peserta usia 10 hingga 18 tahun.

Total ada 4 kategori yang diperlombakan dalam IAPVC 2024. Pertama, kategori website untuk menunjukkan keanekaragaman hayati satwa endemik Indonesia. Kedua, kategori general untuk menampilkan berbagai jenis satwa liar dari seluruh dunia.

Ketiga, kategori media sosial yang terbuka untuk semua kalangan, bukan hanya fotografer profesional. Terakhir, kategori photo enthusiast dimana memungkinkan anak remaja sekalipun untuk mengikuti ajang ini.

"Jadi kenapa kita tambahkan kategori baru, karena sering ditemukan anak-anak remaja yang mereka jago saat membuat konten atau hewan-hewan liar di sekitar tempat tinggal mereka. Jadi dibuatlah kategori dengan tema Soul of the Wild ini," papar VP Media, Event and Digital Taman Safari Indonesia Grup, Alexander Zulkarnain saat konferensi pers di Jakarta Barat beberapa waktu lalu.

Lomba Foto dan Video Satwa Liar (Dok. IAPVC)
Lomba Foto dan Video Satwa Liar (Dok. IAPVC)

Adapun hadiah utama yang siap diperebutkan yaitu kamera Canon dan uang tunai bagi para pemenang. Hasil karya yang masuk akan dinilai oleh 4 dewan juri yang terdiri dari tokoh ternama bidang fotografi. Di antaranya yakni Arbain Rambey, Regina Safri, Alexander Thian, dan Adam Zagr.

Pentingnya Edukasi Seputar Perlindungan dan Pelestarian Hewan

Situs World Wide Fund for Nature (WWF) menyebutkan satwa liar di dunia punah 10.0000 kali lebih cepat dibanding laju kepunahan alami. Mirisnya, hal ini terjadi di saat banyaknya spesies baru yang ditemukan setiap harinya. Laporan menunjukan populasi spesies hewan liar menurun rerata lebih dari 50 persen sejak 1970.

baca juga

Padahal, melestarikan satwa liar memberi banyak manfaat untuk alam dan lingkungan tempat tinggal manusia, di antaranya sebagai berikut:

1. Menyuburkan dan menyebarkan benih

Banyak satwa liar seperti lebah, burung, dan kelelawar berperan dalam penyerbukan tanaman dan penyebaran benih, yang penting untuk regenerasi vegetasi dan keberlanjutan habitat alami.

2. Mengontrol populasi alami sesuai rantai makanan

Satwa liar membantu mengontrol populasi spesies lain, baik predator maupun mangsa, yang penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Misalnya, predator seperti serigala mengontrol populasi herbivora, sehingga mencegah overgrazing.

3. Memperbanyak potensi sumber daya

Banyak spesies satwa liar atau tumbuhan yang belum sepenuhnya dipelajari mungkin memiliki potensi sebagai sumber bahan obat-obatan, makanan, dan produk lainnya yang bermanfaat bagi manusia.

4. Cegah dampak buruk perubahan iklim

Keanekaragaman hayati yang tinggi membuat ekosistem lebih tahan terhadap perubahan lingkungan dan gangguan seperti perubahan iklim dan bencana alam.

5. Memperbaiki kualitas tanah dan air

Satwa liar berkontribusi pada siklus nutrisi di ekosistem. Mereka membantu mendaur ulang nutrisi melalui aktivitas makan dan buang air, yang meningkatkan kesuburan tanah.

Satwa air seperti bebek dan berang-berang membantu menjaga kualitas air dengan mengonsumsi alga dan tanaman air yang berlebihan, serta membentuk habitat basah yang menyaring air.

6. Melestarikan budaya dan wisata

Banyak budaya dan tradisi masyarakat adat di seluruh dunia yang bergantung pada kehadiran satwa liar dan ekosistem yang sehat. Kehadiran satwa liar yang dilindungi dan habitat alami yang terjaga menarik wisatawan, yang dapat menjadi sumber pendapatan penting bagi daerah dan masyarakat setempat.

7. Mengendalikan hama

Banyak satwa liar berfungsi sebagai predator alami bagi serangga dan hewan pengerat yang dapat menjadi hama bagi pertanian dan manusia. Misalnya, burung hantu mengontrol populasi tikus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Astra Gelar Anugerah Foto dan Pewarta 2023

Astra Gelar Anugerah Foto dan Pewarta 2023

Otomotif | Selasa, 23 Januari 2024 | 09:20 WIB

Nggak Cuma Tajir dari Lahir, Pendapatan Alshad Ahmad dari 2 Kanal YouTube Juga Fantastis

Nggak Cuma Tajir dari Lahir, Pendapatan Alshad Ahmad dari 2 Kanal YouTube Juga Fantastis

Lifestyle | Sabtu, 30 Desember 2023 | 15:32 WIB

Profil Raline Shah, Ramai Disamakan dengan Ratih Syailendra 'Petualangan Sherina 2'

Profil Raline Shah, Ramai Disamakan dengan Ratih Syailendra 'Petualangan Sherina 2'

Lifestyle | Selasa, 31 Oktober 2023 | 16:20 WIB

Terkini

Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?

Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 19:25 WIB

Cara Bersihkan Kerak Kompor Susah Hilang, Auto Kinclong Seperti Baru

Cara Bersihkan Kerak Kompor Susah Hilang, Auto Kinclong Seperti Baru

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 19:24 WIB

Hari Kesembilan, SAR Sisir 3.439 Mil Persegi Cari 5 Jurnalis Hilang

Hari Kesembilan, SAR Sisir 3.439 Mil Persegi Cari 5 Jurnalis Hilang

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 19:23 WIB

KAI dan INKA Rawat 7 Trainset KRL iE305

KAI dan INKA Rawat 7 Trainset KRL iE305

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 19:23 WIB

Iming-imingi Korban Jajan di Minimarket, Kakek Cabul di Jakarta Timur Babak Belur Dihajar Massa

Iming-imingi Korban Jajan di Minimarket, Kakek Cabul di Jakarta Timur Babak Belur Dihajar Massa

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:21 WIB

Bulog Jamin Mutu Bantuan Pangan, Perkuat Pengawasan Pengolahan Beras di Cirebon

Bulog Jamin Mutu Bantuan Pangan, Perkuat Pengawasan Pengolahan Beras di Cirebon

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 19:19 WIB

Petani di Daerah Belum Dilibatkan Bahas RUU Reforma Agraria, YLBHI: Jangan Cuma NGO di Jakarta

Petani di Daerah Belum Dilibatkan Bahas RUU Reforma Agraria, YLBHI: Jangan Cuma NGO di Jakarta

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:15 WIB

5 Cairan Pembersih Kerak Wajan dan Panci, Lengkap Harga dan Review Pengguna!

5 Cairan Pembersih Kerak Wajan dan Panci, Lengkap Harga dan Review Pengguna!

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 19:15 WIB

Antrean Solar Kembali Mengular di Palembang, Mengapa Belum Tuntas Usai Rakor Pemprov?

Antrean Solar Kembali Mengular di Palembang, Mengapa Belum Tuntas Usai Rakor Pemprov?

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 19:10 WIB

PR Besar Menkeu Suahasil Nazara: Kredibilitas hingga Tinggkatkan Kualitas Belanja

PR Besar Menkeu Suahasil Nazara: Kredibilitas hingga Tinggkatkan Kualitas Belanja

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 19:10 WIB

×