Gegara Foto Erina Gudono, Kronologi Kaesang Pangarep Kini Dicari KPK dan Warga Indonesia

Farah Nabilla

Selasa, 03 September 2024 | 16:27 WIB
Gegara Foto Erina Gudono, Kronologi Kaesang Pangarep Kini Dicari KPK dan Warga Indonesia
Erina dan Kaesang di AS (Instagram)

Suara.com - Ketua Umum (Ketum) PSI sekaligus putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, saat ini tengah dicari. Ia dikabarkan tiba-tiba menghilang setelah menerima panggilan dari KPK terkait adanya dugaan gratifikasi.

Dugaan itu muncul usai Kaesang dan Erina pergi ke Amerika Serikat menggunakan jet pribadi. Publik pun mempertanyakan dari mana asalnya kemewahan tersebut hingga berujung dirinya diduga menerima gratifikasi.

Sejumlah pihak meminta KPK memeriksa Kaesang Pangarep, namun keberadaan pria 29 tahun ini mendadak lenyap entah kemana. Adapun berikut kronologi sang putra Jokowi yang kini dicari karena dugaan gratifikasi. 

Kronologi Kaesang Dicari karena Dugaan Gratifikasi 

Dugaan gratifikasi jet pribadi itu bermula saat istri Kaesang, Erina Gudono, mengunggah foto jendela sebuah pesawat kala keduanya pergi ke Amerika Serikat. Publik lantas mencurigai adanya penerimaan gratifikasi.

Sejumlah pihak beramai-ramai meminta KPK menyelidiki jet berjenis Gulfstream G650 dengan nomor penerbangan N588SE itu. Kaesang juga diminta diinterogasi terkait dugaan gratifikasi yang telah dituduhkan.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan surat undangan untuk Kaesang agar menghadap sudah dibuat. Selain itu, dirinya juga mengaku tak mengetahui di mana posisi adim Gibran Rakabuming Raka ini.

“Suratnya sedang dikonsep, surat undangan. Terserah nanti, apakah akan, saya enggak tau posisi yang bersangkutan (Kaesang) saat ini ada di mana,” kata Alexander kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (30/8/2024).

Dikatakan oleh Alex, Kaesang adalah pihak yang harus mendatangi KPK untuk memberikan klarifikasi. Sebab, KPK tetap merasa perlu mendengarkan keterangannya apakah jet pribadi itu termasuk gratifikasi.

baca juga

"Ini mekanisme prosedur biasa saja yang berlaku di KPK ya. Kalau ada informasi dari masyarakat, kami biasanya mengundang. Jadi, kalau terkait dengan laporan-laporan penerimaan-penerimaan, lewat Direktorat Gratifikasi dan Kedeputian Pencegahan kami mengundang,” ucap Alexander.

KPK juga disebutnya hanya berwenang memeriksa gratifikasi yang menyangkut penyelenggara negara. Namun, dalam kasus ini, klarifikasi diperlukan karena Kaesang merupakan anak pejabat, yakni presiden.

“Kenapa kami membutuhkan penjelasan dari saudara Kaesang terkait hal ini? Karena kami menduga, patut ditunda, itu ada kaitannya penyelenggaraan negara. Karena kita tahu orang tua dari Kaesang seperti itu (presiden),” ujar Alexander.

KPK pun meminta Kaesang Pangarep untuk dapat membawa bukti-bukti guna menunjukkan bahwa penggunaan jet pribadi bukan bentuk gratifikasi. Dengan begitu, permasalahan yang ditimbulkan bisa selesai.

“Kami berharap, ketika melakukan deklarasi atau apa pun itu disertai bukti. Misalnya, 'oh enggak, saya bayar sendiri, ini lho bukti transfernya'. Jadi clear dong," kata Alex.

Dengan kata lain, Kaesang dipersilakan untuk memberi keterangan kepada publik soal penyewaan jet pribadi itu sebelum dipanggil KPK untuk klarifikasi. Namun, hingga hari ini, dirinya belum terlihat lagi alias menghilang.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gugatan Nurul Ghufron terhadap Dewas KPK Ditolak PTUN Jakarta, Apa Alasannya?

Gugatan Nurul Ghufron terhadap Dewas KPK Ditolak PTUN Jakarta, Apa Alasannya?

News | Selasa, 03 September 2024 | 16:23 WIB

Gugatan di PTUN Ditolak! Dewas KPK Siap Umumkan Nasib Nurul Ghufron Pekan Ini

Gugatan di PTUN Ditolak! Dewas KPK Siap Umumkan Nasib Nurul Ghufron Pekan Ini

News | Selasa, 03 September 2024 | 16:20 WIB

Ramai Kaesang Diduga Naik Jet Pribadi, Grace Natalie: Mendingan Tanya Beliau Langsung

Ramai Kaesang Diduga Naik Jet Pribadi, Grace Natalie: Mendingan Tanya Beliau Langsung

News | Selasa, 03 September 2024 | 15:38 WIB

Hilang hingga Dicari-cari KPK, Grace PSI Ngaku Takut Salah Jawab Keberadaan Kaesang, Apa Alasannya?

Hilang hingga Dicari-cari KPK, Grace PSI Ngaku Takut Salah Jawab Keberadaan Kaesang, Apa Alasannya?

News | Selasa, 03 September 2024 | 15:28 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×