Sosok Cendekiawan Islam Berpengaruh, Ini Profil Nasaruddin Umar yang Tangannya Dicium Paus Fransiskus

M. Reza Sulaiman

Kamis, 05 September 2024 | 13:16 WIB
Sosok Cendekiawan Islam Berpengaruh, Ini Profil Nasaruddin Umar yang Tangannya Dicium Paus Fransiskus
Pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus (kanan) mencium tangan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar usai melakukan foto bersama di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (5/9/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Sosok Prof Nasaruddin Umar jadi sorotan usai pertemuannya dengan Paus Fransiskus di Masjid Istiqlal, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, terlihat Nasaruddin Umar mencium kening Paus Fransiskus, yang dibalas dengan diciumnya tangan Nasaruddin Umar oleh Paus.

Profil Nasaruddin Umar yang kini menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal pun dicari netizen. Simak yuk riwayat karier dan pendidikan sosok cendekiawan Islam yang satu ini!

Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA, adalah salah satu tokoh agama Indonesia yang memiliki pengaruh besar, baik di dalam maupun luar negeri. Lahir di Ujung-Bone, Sulawesi Selatan pada 23 Juni 1959, dia dikenal sebagai ulama, intelektual, dan pemimpin agama yang mendalami isu-isu Islam, khususnya yang terkait dengan tafsir Al-Quran dan kesetaraan gender. Selain itu, dia adalah seorang penulis produktif dengan 12 buku yang telah dipublikasikan, termasuk karya pentingnya "Argumen Kesetaraan Jender Perspektif Al-Quran".

Sebagai sosok yang memiliki pengaruh besar dalam pengembangan dialog lintas agama, Nasaruddin Umar juga mendirikan organisasi Masyarakat Dialog antar Umat Beragama (MADIA) dan menjabat sebagai Sekretaris Umum di Lembaga Studi Islam dan Kemasyarakatan (LSIK) di Jakarta. Di tingkat internasional, dia juga merupakan anggota Tim Penasehat Inggris-Indonesia yang dibentuk oleh mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair.

Riwayat Pendidikan dan Pengalaman Akademis

Kecerdasan dan ketekunan Prof. Dr. Nasaruddin Umar dalam menuntut ilmu telah terlihat sejak dini. dia menempuh pendidikan dasar di SDN 6, Ujung-Bone, Sulawesi Selatan, dan melanjutkan ke Madrasah Ibtida’iyah di Pesantren As’adiyah Sengkang. Pendidikan formal agamanya semakin mendalam ketika dia menyelesaikan PGA (Pendidikan Guru Agama) selama 4 dan 6 tahun di pesantren yang sama.

Kemudian, dia melanjutkan studi ke Fakultas Syari’ah di IAIN Alauddin Ujung Pandang, di mana dia menyelesaikan gelar sarjana muda pada tahun 1980 dan sarjana lengkap pada tahun 1984 dengan predikat Sarjana Teladan. Tak berhenti di situ, dia melanjutkan studi pascasarjana (S2) di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta tanpa tesis (1990-1992), dan meraih gelar doktor (S3) di universitas yang sama pada tahun 1998. Disertasinya tentang Perspektif Jender dalam Al-Quran mengukuhkan posisi dia sebagai salah satu intelektual Muslim yang progresif.

Pengalaman akademis Prof. Dr. Nasaruddin Umar semakin lengkap dengan program visiting student di berbagai universitas ternama di luar negeri, seperti McGill University di Kanada, Leiden University di Belanda, serta Paris University di Perancis. dia juga telah melakukan penelitian di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan Korea Selatan, yang memperkaya perspektif ilmiahnya dalam kajian Islam dan isu-isu sosial.

Perjalanan Karier dan Kepemimpinan

baca juga

Prof. Dr. Nasaruddin Umar dikenal karena kontribusinya yang luas dalam dunia akademis dan keagamaan. Pada tahun 2002, dia diangkat sebagai Guru Besar dalam bidang Tafsir di Fakultas Ushuluddin IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sebuah pencapaian prestisius yang menunjukkan komitmennya dalam kajian ilmiah Al-Quran. Selain itu, dia pernah menjabat sebagai Rektor di Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an, memperlihatkan dedikasi dia dalam pendidikan Islam.

Sebagai seorang ulama yang progresif, Nasaruddin Umar aktif dalam mempromosikan dialog antaragama dan kesetaraan gender. Bukunya "Argumen Kesetaraan Jender Perspektif Al-Quran" menjadi tonggak penting dalam perdebatan mengenai bias gender dalam interpretasi Al-Quran, menjadikan dia sebagai salah satu tokoh penting dalam diskursus Islam moderat di Indonesia. Karya ini tak hanya diakui di tingkat nasional, tetapi juga internasional.

Kariernya di Kementerian Agama Republik Indonesia juga sangat gemilang. Dari tahun 2011 hingga 2014, Nasaruddin Umar menjabat sebagai Wakil Menteri Agama, di mana dia memainkan peran strategis dalam merumuskan kebijakan keagamaan di Indonesia. Pengalaman dia sebagai Direktur Jenderal di Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama sebelumnya memperkuat posisinya sebagai salah satu birokrat ulama yang berpengaruh.

Pada tahun 2016, dia diangkat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, masjid terbesar di Asia Tenggara. Posisi ini tak hanya meneguhkan statusnya sebagai pemimpin spiritual, tetapi juga memberinya platform untuk menyebarkan pesan-pesan moderasi dan perdamaian kepada masyarakat luas.

Karya dan Pengaruh Internasional

Sebagai penulis produktif, Nasaruddin Umar telah menelurkan banyak karya ilmiah yang menjadi referensi penting dalam kajian Islam, terutama terkait dengan tafsir Al-Quran dan isu-isu sosial. Salah satu buku yang paling berpengaruh adalah "Argumen Kesetaraan Jender Perspektif Al-Quran" (Paramadina, 1999). Dalam buku ini, dia menyajikan hasil penelitian tentang bias gender dalam tafsir Al-Quran, mengajak umat Muslim untuk meninjau kembali pandangan-pandangan yang mendiskriminasi perempuan.

Selain aktivitas akademik dan penulisan, Nasaruddin Umar juga terlibat dalam berbagai forum internasional. Sebagai anggota Tim Penasehat Inggris-Indonesia yang dibentuk oleh Tony Blair, dia turut serta dalam merumuskan kebijakan yang mendukung toleransi antaragama dan mempromosikan dialog lintas budaya. Penghargaan internasional yang dia terima mencerminkan pengakuan atas dedikasinya dalam memajukan nilai-nilai universal Islam yang damai dan inklusif.

Itulah profil singkat tentang Imama Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar. Semoga bermanfaat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Depan Tokoh Lintas Agama, Paus Fransiskus Singgung Harta yang Lebih Berharga Dari Tambang Emas

Depan Tokoh Lintas Agama, Paus Fransiskus Singgung Harta yang Lebih Berharga Dari Tambang Emas

News | Kamis, 05 September 2024 | 13:00 WIB

Sambut Hangat Kunjungan Paus Fransiskus, Gusdurian: Momentum Kuatkan Perdamaian dan Toleransi

Sambut Hangat Kunjungan Paus Fransiskus, Gusdurian: Momentum Kuatkan Perdamaian dan Toleransi

News | Kamis, 05 September 2024 | 12:33 WIB

Momen Haru Calon Bapak Berhasil Minta Paus Fransiskus Berkati Anaknya: Berakhir Dapat Hadiah

Momen Haru Calon Bapak Berhasil Minta Paus Fransiskus Berkati Anaknya: Berakhir Dapat Hadiah

Lifestyle | Kamis, 05 September 2024 | 12:41 WIB

Terkini

Enam Korban Keracunan MBG Semarang Masih Dirawat, Dinkes Tunggu Hasil Uji Laboratorium

Enam Korban Keracunan MBG Semarang Masih Dirawat, Dinkes Tunggu Hasil Uji Laboratorium

Jawa Tengah | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:20 WIB

Perampok di Medan Jerat Korban Lewat Aplikasi Kencan Sesama Jenis, 2 Pelaku Ditangkap

Perampok di Medan Jerat Korban Lewat Aplikasi Kencan Sesama Jenis, 2 Pelaku Ditangkap

Sumut | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Bagaimana Cara Menghadapi Pasangan Berzodiak Capricorn saat Mereka Sedang Marah atau Ngambek?

Bagaimana Cara Menghadapi Pasangan Berzodiak Capricorn saat Mereka Sedang Marah atau Ngambek?

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara

Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:13 WIB

Polisi Malaysia Ungkap Pemasok 25 Kg Narkoba yang Dibawa Pilot Mohd Saufi bin Othman ke Jakarta

Polisi Malaysia Ungkap Pemasok 25 Kg Narkoba yang Dibawa Pilot Mohd Saufi bin Othman ke Jakarta

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:12 WIB

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 6.125 Orang

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 6.125 Orang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:10 WIB

Nekat Beroperasi, Home Stay di Jepara Kembali Digerebek Warga, Tujuh Pasangan Diamankan

Nekat Beroperasi, Home Stay di Jepara Kembali Digerebek Warga, Tujuh Pasangan Diamankan

Jawa Tengah | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:08 WIB

Siasat Kurir Sembunyikan 86 Kg Sabu di Pinggir Sungai Gagal, 6 Orang Diciduk dan Bos Aeng Buron

Siasat Kurir Sembunyikan 86 Kg Sabu di Pinggir Sungai Gagal, 6 Orang Diciduk dan Bos Aeng Buron

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:02 WIB

Harga Telur Anjlok, SPPG Wajib Serap Telur Rp26.500 per Kg untuk MBG

Harga Telur Anjlok, SPPG Wajib Serap Telur Rp26.500 per Kg untuk MBG

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Kebahagiaan itu Bukan Dikejar: Refleksi Menarik dari Buku Happiness Here!

Kebahagiaan itu Bukan Dikejar: Refleksi Menarik dari Buku Happiness Here!

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:00 WIB

×