5 Jenis Angin Topan Berdasarkan Tingkat Kecepatan dan Dampaknya

Vania Rossa | Suara.com

Kamis, 12 September 2024 | 15:32 WIB
5 Jenis Angin Topan Berdasarkan Tingkat Kecepatan dan Dampaknya
Ilustrasi Angin Topan (Freepik)

Suara.com - Sejumlah wilayah Asia baru saja dilanda bencana angin topan Yagi. Angin topan yang melewati Vietnam, China, Filipina dan Hongkong ini menyebabkan kerugian besar, bahkan sampai mengakibatkan ratusan jiwa harus melayang. Untuk mengantisipasi kedatangan angin topan, mari mengenal lebih jauh tentang jenis angin topan.

Melansir dari BPBD Jogja, angin adalah udara yang bergerak. Beberapa sumber ilmiah menyebutkan, angin merupakan pergerakan udara dari daerah yang bertekanan tinggi menuju ke daerah yang bertekanan lebih rendah.

Pembentukan arah angin ini terjadi lantaran perbedaan tekanan udara di dua tempat yang berbeda. Aliran angin tersebut berasal dari tempat yang mempunyai tekanan udara tinggi menuju ke sebuah tempat yang bertekanan udara lebih rendah.

Pergerakan angin kerap kali dimanfaatkan untuk membantu manusia, seperti menggerakkan turbin pada pembangkit listrik tenaga angin, penggerak perahu pada layer dan penggerak kincir angin. Namun pada saat tertentu angin yang bertiup dengan tekanan lebih kencang juga bisa menimbulkan bencana alam.

Pergerakan angin yang terlampau kuat bisa membawa material lain yang dapat mengganggu aktivitas manusia dan lingkungan. Misalnya seperti air, debu, pasir, serbuk, hingga es atau salju. Angin yang bergerak disertai dengan hujan bahkan dapat menjadi ancaman serius bagi manusia.

Jenis Angin Topan

Dilansir dari buku Wahana IPS, Sigit dkk (2007: 37), angin topan merupakan gerakan udara yang berputar dengan kekuatan yang sangat cepat. Angin ini sering disebut pula dengan angin puting beliung atau angin puyuh. Angin topan bisa merusak perkebunan, perumahan, bahkan menimbulkan korban.

Berikut adalah 5 jenis angin topan apabila dibedakan sesuai tingkat kerusakannya:

1. Angin Topan Kategori 1 Memiliki Kecepatan 74-95 Mil per Jam

Angin kategori 1 ini bisa menyebabkan kerusakan sedang hingga parah. Di antaranya pohon dengan akar yang dangkal bisa patah dan tumbang, terjadi kerusakan atap rumah, pintu serta jendela.

2. Angin Topan Kategori 2 Memiliki Kecepatan 96-110 Mil per Jam

Angin jenis kedua ini bisa menyebabkan kerusakan parah, di antaranya yaitu pohon dengan akar dangkal bisa tercabut dan berserakan menutup jalan, serta struktur bangunan akan mengalami pergeseran.

3. Angin Topan Kategori 3 Memiliki Kecepatan 111 - 129 Mil per Jam

Jenis angin topan kategori 3 berpotensi menyebabkan kerusakan yang lebih luas, dan cenderung dapat mengakibatkan kehancuran. Angin tak hanya menyebabkan pohon berakar dangkal tumbang, tapi juga sampai tercabutnya tiang listrik dan menumbangkan pohon-pohon berakar dalam. Di kategori ini, angin juga memicu kerusakan parah terhadap struktur bangunan permanen, serta jaringan listrik dan air akan mengalami kerusakan dan terganggu dalam waktu yang cukup lama.

4. Angin Topan Kategori 4 Memiliki Kecepatan 130-156 Mil per Jam

Angin jenis ini berpotensi menimbulkan bencana besar yang lebih luas bahkan terjadi kehancuran di skala yang cukup besar. Jika mengalami kondisi ini, bisa jadi menyebabkan rumah akan hancur, kehilangan atap maupun perabot di dalamnya dan sebagian besar pohon akan tercabut dari akarnya.

5. Angin Topan Kategori 5 Memiliki Kecepatan Di atas 157 Mil per Jam

Jenis angin topan kategori terakhir ini dapat menyebabkan kehancuran secara masif pada kawasan yang cukup besar dengan kurun waktu pemulihan yang sangat lama. Angin pada kategori ini juga kerap kali disebut sebagai topan super.

Hal ini dikarenakan angin topan kategori 5 bisa menghancurkan hampir semua bangunan dan pepohonan tumbang berserakan menutup akses jalan. Kawasan yang terdampak topan super tidak akan bisa ditinggali dalam waktu yang cukup lama karena akses yang terisolir.

Berdasarkan penjelasan di atas, diketahui bahwa topan Yagi termasuk jenis topan kategori 5. Hal ini terlihat dari dampaknya yang sangat fatal bahkan membuat ratusan jiwa melayang.

Sementara topan yang sering terjadi di Indonesia yaitu topan kategori 2. Di mana topan ini kerap melanda beberapa wilayah di Tanah Air dan menyebabkan kerusakan ringan. Meski demikian, dalam kasus yang jarang terjadi, Indonesia juga pernah dilanda topan ketegori 3 dan 4.

Menurut data BNPB, angin topan atau angin puting beliung merupakan bencana alam kedua terbanyak yang terjadi di Indonesia setelah banjir. Jumlah kejadian puting beliung yang tercatat menurut laporan BNPB di Indonesia mencapai 11.456 kali, kedua tertinggi setelah banjir yang mencapai 14.235. 

Itu tadi ulasan tentang jenis angin topan yang perlu diketahui untuk mewaspadai datangnya bencana alam ini.

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Topan Yagi yang Tewaskan Ratusan Orang di Vietnam, Kecepatan Anginnya Capai 234 Km/Jam

Mengenal Topan Yagi yang Tewaskan Ratusan Orang di Vietnam, Kecepatan Anginnya Capai 234 Km/Jam

Lifestyle | Kamis, 12 September 2024 | 14:41 WIB

Korban Tewas Topan Yagi di Vietnam Melonjak Jadi 64 Orang, Sebagian Besar karena Banjir dan Longsor

Korban Tewas Topan Yagi di Vietnam Melonjak Jadi 64 Orang, Sebagian Besar karena Banjir dan Longsor

News | Selasa, 10 September 2024 | 03:50 WIB

Topan Yagi Perburuk Bencana Alam di Vietnam, 147 Orang Tewas dan Hilang Tahun Ini

Topan Yagi Perburuk Bencana Alam di Vietnam, 147 Orang Tewas dan Hilang Tahun Ini

News | Senin, 09 September 2024 | 15:36 WIB

Terkini

Gaya Hidup Aktif Jadi Makin Stylish, Ini Cara Baru Olahraga yang Sekaligus Fashionable

Gaya Hidup Aktif Jadi Makin Stylish, Ini Cara Baru Olahraga yang Sekaligus Fashionable

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 23:07 WIB

Kecantikan Masuk Era Regeneratif, Perawatan Kulit Kini Fokus ke Kesehatan Sel Jangka Panjang

Kecantikan Masuk Era Regeneratif, Perawatan Kulit Kini Fokus ke Kesehatan Sel Jangka Panjang

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:47 WIB

5 Potret Gaya Hidup Mewah Vanessa Nabila, Wanita yang Dekat dengan Gubernur Ahmad Luthfi

5 Potret Gaya Hidup Mewah Vanessa Nabila, Wanita yang Dekat dengan Gubernur Ahmad Luthfi

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:59 WIB

Lipstik Orange Cocok untuk Kulit Apa? Ini 5 Pilihan yang Murah dan Bagus

Lipstik Orange Cocok untuk Kulit Apa? Ini 5 Pilihan yang Murah dan Bagus

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:05 WIB

6 Shio Paling Beruntung pada Rabu 13 Mei 2026, Ada Shio Babi dan Kuda

6 Shio Paling Beruntung pada Rabu 13 Mei 2026, Ada Shio Babi dan Kuda

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:39 WIB

Urutan Basic Skincare Wardah untuk Kulit Berjerawat, Wajah Jadi Bersih dan Sehat

Urutan Basic Skincare Wardah untuk Kulit Berjerawat, Wajah Jadi Bersih dan Sehat

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:10 WIB

Organisasi Jepang Gelar Sayembara Cari Rumah Angker di Indonesia, Siapkan Imbalan Rp50 Juta

Organisasi Jepang Gelar Sayembara Cari Rumah Angker di Indonesia, Siapkan Imbalan Rp50 Juta

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:52 WIB

Zulfan Hasdiansyah Bagikan Wawasan di Middle East Youth Summit 2026

Zulfan Hasdiansyah Bagikan Wawasan di Middle East Youth Summit 2026

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:29 WIB

YBB Umumkan Pemenang Middle East Youth Summit 2026 di Makkah

YBB Umumkan Pemenang Middle East Youth Summit 2026 di Makkah

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:42 WIB

Dialami Ayu Aulia, Benarkah Aborsi Bisa Sebabkan Wanita Kehilangan Rahim?

Dialami Ayu Aulia, Benarkah Aborsi Bisa Sebabkan Wanita Kehilangan Rahim?

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:29 WIB