Mengenal Tarian Haka yang Dilakukan Parlemen Selandia Baru untuk Protes RUU Kontroversial

Nur Khotimah Suara.Com
Sabtu, 16 November 2024 | 15:06 WIB
Mengenal Tarian Haka yang Dilakukan Parlemen Selandia Baru untuk Protes RUU Kontroversial
Anggota parlemen Selandia Baru melakukan tarian Haka. (X/David_Tracey)

Suara.com - Sidang Parlemen Selandia Baru berhasil mencuri perhatian publik usai seorang politikus bernama Hana-Rawhiti Maipi-Clarke dari parlemen Te Pati Maori mempertunjukkan tarian Haka khas Maori sebagai bentuk protes atas RUU Kontroversial yang dinilai mengancam hak suku Maori.

Sambil merobek RUU yang dimaksud, Hana-Rawhiti memimpin tarian Haka hingga berbicara dengan bahasa Maori. Hana bersama anggota parlemen Te Pati Maori menilai bahwa RUU yang diusulkan Partai Libertarian Act itu bisa merugikan masyarakat Maori di Selandia Baru.

Lantas, mengapa Hana-Rawhiti memilih tarian Haka? Apa sebenarnya makna tarian ini? Simak ulasan berikut untuk informasinya.

Mengenal Tarian Haka

Merangkum berbagai sumber, Haka adalah tarian suku Maori yang biasanya dilakukan di medan perang sekaligus ketika berbagai kelompok berkumpul dalam damai. Gerakan khas dari tarian ini adalah hentakan kaki keras, juluran lidah, dan tepukan tubuh berirama untuk mengiringi nyanyian keras.

Sambil menari, orang-orang biasanya akan menyerukan "Ka mate! Ka mate! Ka ora! Ka ora!" yang berarti "Aku mati! Aku mati! Aku hidup! Aku hidup! Aku hidup!".

Seperti yang disebutkan di atas, tarian Haka sebenarnya bisa dilakukan ketika suasana dingin, tetapi juga bisa menjadi pertanda perang.

Tarian Haka itu sendiri pertama kali dilakukan oleh tim rugby asli Selandia Baru tahun 1888 dan 1889. Gerakan Haka yang asli telah disusun sejak awal abad ke-19 oleh seorang kepala prajurit Maori bernama Te Rauparaha. Kini, tarian Haka kerap dipertunjukkan di upacara pernikahan, pemakaman, atau perayaan tertentu di sekolah.

Jika dilihat dari apa yang terjadi, tarian Haka dari parlemen Te Pati Maori tampaknya menunjukkan yang kedua. Pasalnya, parlemen Te Pati Maori tidak ingin hak-hak yang sudah dimiliki masyarakat suku justru dihilangkan atau banyak dibatasi. Di New Zealand, masyarakat suku memang sudah dari dulu cukup aktif secara politis.

Baca Juga: Daftar 12 Negara yang Akan Jadi Lawan Baru Timnas Indonesia jika Pindah ke Oseania

Tak hanya di dalam ruangan, protes akan RUU tersebut rupanya membuat bagian luar gedung parlemen juga diisi oleh orang-orang yang menginginkan keadilan. Dengan begitu, tak heran jika sidang sempat ditunda sementara.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI