Laporan EF EPI 2024: Melihat Kembali Strategi Pendidikan Bahasa Inggris di Indonesia

Iman Firmansyah

Rabu, 04 Desember 2024 | 09:05 WIB
Laporan EF EPI 2024: Melihat Kembali Strategi Pendidikan Bahasa Inggris di Indonesia
Ilustrasi belajar bahasa Inggris.

Suara.com - Pendidikan bahasa Inggris di Indonesia terus menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah Indonesia telah berusaha meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris di kalangan pelajar dan masyarakat.

Namun, strategi yang diterapkan masih mendapat berbagai kritik. Banyak yang merasa bahwa pendekatan yang ada belum cukup efektif untuk menghasilkan siswa yang benar-benar fasih berbahasa Inggris.

Tantangan utama adalah kurangnya guru berkualitas. Meski ada program pelatihan, banyak guru belum menguasai metode pengajaran yang sesuai. Ini mempengaruhi kualitas pengajaran yang diterima siswa. Selain itu, kurangnya sarana dan prasarana menghambat pembelajaran interaktif.

Pengajaran bahasa Inggris sering fokus pada teori dan tata bahasa, padahal keterampilan berbicara dan mendengarkan lebih dibutuhkan. Sekolah perlu menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dunia nyata. Pembelajaran berbasis konteks sehari-hari akan lebih efektif.

Meskipun pemerintah telah berupaya mengintegrasikan bahasa Inggris dalam kurikulum sekolah sejak dini, kenyataannya masih ada kesenjangan dalam pemahaman dan penerimaan bahasa Inggris sebagai keterampilan utama. Hal ini tercermin dalam hasil laporan terbaru EF English Proficiency Index (EF EPI) 2024, yang menyoroti tantangan dalam pendidikan bahasa Inggris di Indonesia.

Hasil laporan menunjukkan bahwa posisi Indonesia dalam indeks global menurun, dengan peringkat ke-80 dari 116 negara dan skor 468, lebih rendah dari tahun sebelumnya. Penurunan ini menggambarkan tantangan serius dalam mempersiapkan generasi muda untuk bersaing secara global di tengah persaingan ketat dengan negara-negara Asia lainnya.

Laporan EF EPI 2024 menunjukkan bahwa kelompok usia 26-30 tahun di Indonesia memiliki skor kemahiran bahasa Inggris tertinggi, yakni 494. Ini menandakan dampak positif dari pendidikan bahasa Inggris yang dimulai lebih awal. Sementara itu, kelompok usia di atas 30 tahun harus terus meningkatkan kemahiran untuk tetap relevan di era digital.

Secara global, 60% negara mengalami penurunan skor, dengan Asia mencatatkan penurunan terbesar dalam lima tahun terakhir. Meski Indonesia tidak setajam negara Asia lainnya, tren ini tetap menjadi peringatan untuk memperbaiki pendidikan bahasa Inggris.

EF Education First, perusahaan pendidikan global asal Swedia yang berdiri sejak 1965, terus memfokuskan diri pada peningkatan pembelajaran bahasa Inggris. “Laporan ini merupakan inisiatif EF untuk menyediakan tolok ukur yang berguna bagi para pembuat kebijakan, penyelenggara kerja, pendidik, dan pihak-pihak terkait lainnya dalam mendorong pemerataan serta peningkatan kemampuan bahasa Inggris di negara mereka,” ungkap Fanno Hendriawan, Direktur Operasional EF EFEKTA English for Adults.

baca juga

EF Education First melalui program EF EFEKTA English for Adults dan EF Homestay Abroad berkomitmen membantu masyarakat Indonesia meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. EF EFEKTA menawarkan kelas privat dan grup 24 jam, baik online maupun tatap muka, memberikan fleksibilitas untuk siswa dewasa dan profesional.

Stefany Yacop, Direktur Marketing EF EFEKTA, mengatakan, “Dengan EF EFEKTA dan EF Homestay Abroad, kami berharap semakin banyak orang Indonesia meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka. Program homestay memberi pengalaman belajar imersif, sementara EF EFEKTA menawarkan solusi fleksibel di dalam negeri.”

Tantangan dalam pendidikan bahasa Inggris di Indonesia harus direspons dengan peningkatan akses dan kualitas pendidikan. Dukungan terhadap kebijakan yang mempermudah pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris sangat dibutuhkan. Dengan demikian, diharapkan generasi mendatang dapat lebih kompetitif dalam menghadapi era global yang terus berkembang pesat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Disebut Tak Apple to Apple dengan Gus Miftah, Ini Pendidikan Ustaz Abdul Somad: Punya Banyak Gelar Internasional!

Disebut Tak Apple to Apple dengan Gus Miftah, Ini Pendidikan Ustaz Abdul Somad: Punya Banyak Gelar Internasional!

Lifestyle | Rabu, 04 Desember 2024 | 17:46 WIB

Kunci Jawaban Tersedia! 50 Soal UAS PKN untuk Kelas 4, 5, dan 6

Kunci Jawaban Tersedia! 50 Soal UAS PKN untuk Kelas 4, 5, dan 6

Lifestyle | Rabu, 04 Desember 2024 | 11:21 WIB

DPRD DKI Jakarta Berkomitmen Wujudkan Program Sekolah Gratis Swasta

DPRD DKI Jakarta Berkomitmen Wujudkan Program Sekolah Gratis Swasta

News | Rabu, 04 Desember 2024 | 14:30 WIB

Gus Miftah Kuliah di Mana? Riwayat Pendidikannya Dikuliti Usai Viral Olok-olok Penjual Es Teh

Gus Miftah Kuliah di Mana? Riwayat Pendidikannya Dikuliti Usai Viral Olok-olok Penjual Es Teh

Lifestyle | Rabu, 04 Desember 2024 | 10:39 WIB

Bahasa Inggris Verrell Bramasta Dibandingkan dengan Menlu Sugiono: Lancar tapi Isinya Kosong?

Bahasa Inggris Verrell Bramasta Dibandingkan dengan Menlu Sugiono: Lancar tapi Isinya Kosong?

Lifestyle | Rabu, 04 Desember 2024 | 07:48 WIB

Pendidikan Sydney Anak Cut Tari: Pemenang Gadis Sampul 2024 Ternyata Murid Sekolah Elite

Pendidikan Sydney Anak Cut Tari: Pemenang Gadis Sampul 2024 Ternyata Murid Sekolah Elite

Lifestyle | Selasa, 03 Desember 2024 | 13:37 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×