Nostalgia Libur Ramadan Sebulan Zaman Gus Dur: Netizen Sebut Jadi Masa Terindah

M. Reza Sulaiman

Senin, 20 Januari 2025 | 13:47 WIB
Nostalgia Libur Ramadan Sebulan Zaman Gus Dur: Netizen Sebut Jadi Masa Terindah
ilustrasi libur sekolah - libur Ramadan 2025. (Pexels)

Suara.com - Pembahasan seputar libur anak sekolah selama satu bulan saat Ramadan 2025 tengah hangat di masyarakat. Ada yang tidak setuju, namun ada juga yang menyebut manfaatnya sangat banyak.

Di laman media sosial Quora, netizen turut membagikan pengalamannya saat menjalani libur Ramadan selama satu bulan di era pemerintahan presiden Gus Dur. Akun Aryo Sr. menyebut periode libur Ramadan sebagai masa terindah dalam hidupnya.

"Setiap hari sangat berkesan. Sejak sehabis subuh, gerombolan anak-anak kampung ramai-ramai berjalan-jalan pagi berkeliling sampai ke kampung sebelah. Siangnya masih kumpul-kumpul, main-main kartu, entah kartu gaple (wkwkwk), remi, atau kartu yang gambarnya tokoh-tokoh tayangan TV pada zaman itu (namanya beda di setiap daerah); atau main kelereng, dll, atau sekedar nonton TV," terangnya, dikutip Senin (20/1/2025).

Kegiatan keagamaan tidak lantas ditinggalkan. Ia menceritakan jika setiap sore hingga menjelang Maghrib, anak-anak akan mengaji di masjid. Setelah berbuka puasa di rumah, kegiatan keagamaan berlanjut dari mulai salat Isya hingga Tarawih.

Cerita juga datang dari netizen lain bernama Eko yang setuju dengan libur puasa satu bulan selama Ramadan. Ia menekankan pentingnya aktivitas di luar sekolah bagi pendidikan anak, seperti yang terjadi di negara-negara maju.

"Di negara dengan kualitas pendidikan terbaik, summer break (libur selama 6 sampai 8 minggu bahkan ada yang sampai 14 minggu) membantu siswa menekuni aktifitas diluar sekolah yang membantu mengatasi burn-out karena rutinitas dari proses pendidikan. Siswa dengan jumlah libur yang banyak juga biasanya lebih segar dan kreatif dalam menjalani proses pendidikan. Libur yang banyak juga membuat kurikulum di negara2 tersebut jauh lebih realistis daripada kurikulum di negara ini," terangnya.

Netizen lainnya menyebut penting bagi anak sekolah mengalami libur selama satu bulan saat Ramadan. Bahkan menurutnya libur ditambah hingga setelah perayaan Lebaran alias Idul Fitri.

Netizen ini menjelaskan lebih lanjut bahwa momen Ramadan dan Idul Fitri adalah saat terbaik untuk menikmati kebersamaan bersama keluarga di kampung halaman. Selama ini menurutnya, libur Idul Fitri yang terbatas membuat kesempatan bersama keluarga 3 atau 4 hari saja.

"Harusnya ditambah (sampai) H+10 Lebaran liburnya. Manfaatnya apa? Masyarakat jadi tidak lagi tersiksa saat mudik rebutan transport. UMKM dan daerah wisata juga kebanjiran omset," tuturnya.

baca juga

Keputusan Libur Sekolah Selama Ramadan Segera Diumumkan

Pemerintah tengah memfinalisasi keputusan terkait wacana libur sekolah selama bulan Ramadan. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, memastikan bahwa keputusan sudah disepakati, namun masih menunggu Surat Keputusan Bersama (SKB) ditandatangani oleh beberapa kementerian.

"Soal libur nanti di bulan puasa sudah ada pembicaraan antara kami, Kementerian PMK, dengan Kementerian Dikdasmen, Kementerian Agama, serta Kementerian Dalam Negeri. Sekarang baru tahap finalisasi surat edaran bersama yang akan ditandatangani," ujar Pratikno di kantornya, Jakarta, Senin (20/1/2025).

Menurut Pratikno, pengelolaan sekolah dasar hingga menengah berada di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), sedangkan madrasah dan pesantren berada di bawah Kementerian Agama. SKB ini nantinya akan ditandatangani oleh kedua kementerian tersebut bersama dengan Kementerian Dalam Negeri.

"Insyaallah minggu ini (SKB) sudah terbit," tambah Pratikno.

Pratikno menekankan bahwa pemerintah sepakat untuk tetap mengutamakan proses pendidikan, baik sekolah diliburkan selama Ramadan maupun tidak. Jika siswa diliburkan, ia mengingatkan peran orang tua menjadi krusial dalam mengawasi anak-anak di rumah. Selain itu, sekolah diimbau untuk menyusun kegiatan tambahan yang melibatkan kesepakatan dengan orang tua.

"Jadi nanti tunggu surat keputusan bersama tiga menteri tersebut. Akan diumumkan melalui PMK atau Dikdasmen," tutupnya.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda setuju dengan wacana libur sekolah satu bulan selama Ramadan 2025?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Sudah Punya Keputusan soal Wacana Libur Sekolah Selama Ramadan, Menko PMK: Diumumkan Minggu Ini

Pemerintah Sudah Punya Keputusan soal Wacana Libur Sekolah Selama Ramadan, Menko PMK: Diumumkan Minggu Ini

News | Senin, 20 Januari 2025 | 10:37 WIB

Ogah Sebut Istilah Libur Ramadan, Mendikdasmen Abdul Mu'ti Pilih Istilah Pembelajaran Ramadan, Apa Itu?

Ogah Sebut Istilah Libur Ramadan, Mendikdasmen Abdul Mu'ti Pilih Istilah Pembelajaran Ramadan, Apa Itu?

News | Jum'at, 17 Januari 2025 | 15:43 WIB

PBNU Setuju Sekolah Diliburkan Satu Bulan Selama Ramadan, Tapi Ini Syaratnya

PBNU Setuju Sekolah Diliburkan Satu Bulan Selama Ramadan, Tapi Ini Syaratnya

News | Jum'at, 17 Januari 2025 | 11:08 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×